YOUR FASHION

Batik Jangan Dicuci Barbar, Biar Tetap Cakep!

A. Firdaus
Jumat 02 Oktober 2026 / 16:34
Ringkasnya gini..
  • Batik sebaiknya dicuci dengan cara yang lebih lembut dan nggak asal dikucek.
  • Hindari menjemur batik langsung di bawah sinar matahari.
  • Cara menyetrika dan menyimpan juga perlu diperhatikan biar kain tetap awet.

Jakarta: Batik udah cakep, motifnya niat, harganya juga nggak selalu murah. Eh, pas dicuci malah dikucek brutal, diperas kayak handuk, terus dijemur di bawah matahari sampai panas-panasan. Please, jangan begitu!

Batik memang nggak harus diperlakukan kayak barang museum, tapi bukan berarti bisa dicuci sesuka hati juga. Apalagi Batik Indonesia sudah masuk daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO sejak 2009. Kain ini punya teknik, simbol, dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Biar batik favorit nggak cuma cakep pas baru beli, ini beberapa hal yang perlu diperhatikan.

 

IMG_5847

(Mencuci batik dengan tangan secara lembut dapat membantu menjaga kondisi kain dan warnanya. Foto: AI Generated)

 

Cuci dengan cara yang lebih gentle

Kalau biasanya pakaian tinggal dilempar ke mesin cuci, batik sebaiknya dapat perlakuan yang lebih kalem. Mencuci dengan tangan bisa membantu mengurangi gesekan berlebihan pada kain.

Nggak perlu dikucek sampai tangan pegal. Gerakkan kain secara perlahan dan hindari menggosok permukaannya dengan sikat. Kalau ada noda, fokus bersihkan bagian tersebut dengan hati-hati daripada menggosok seluruh kain.
 

Deterjen jangan barbar

Banyak busa bukan berarti batik bakal auto lebih bersih. Penggunaan deterjen yang terlalu banyak atau terlalu keras justru bisa memengaruhi kondisi warna kain.

Gunakan deterjen secukupnya dan cek label perawatan kalau tersedia. Kalau batiknya punya karakter khusus atau menggunakan pewarna tertentu, jangan asal bereksperimen dengan produk pencuci.

Intinya, batik nggak perlu treatment ala eksperimen laboratorium. Yang penting jangan berlebihan.
 

 

Jangan jemur di bawah matahari

Ini juga sering jadi jebakan. Baru selesai dicuci, langsung dijemur di tempat yang kena matahari terik seharian.

Padahal, paparan cahaya berlebihan bisa bikin warna kain lebih cepat berubah. Lebih aman keringkan batik di tempat teduh yang tetap punya sirkulasi udara. Jadi, kering iya, gosong jangan.
 

Setrika bagian dalam

Batik kusut? Santai, masih bisa diselamatkan. Saat menyetrika, hindari suhu yang terlalu panas dan usahakan bagian motif nggak langsung terkena panas dalam waktu lama.

Balik kain dan setrika dari sisi dalam. Kalau mau lebih aman lagi, gunakan kain tipis sebagai pelapis. Simple, tapi bikin batik nggak kena panas secara langsung.
 

Simpan jangan asal masuk lemari

Setelah semua beres, pastikan batik benar-benar kering sebelum disimpan. Jangan sampai masih lembap lalu langsung dilipat dan ditinggal berbulan-bulan di lemari. Bisa-bisa pas mau dipakai lagi malah muncul bau apek atau jamur.

Simpan di tempat yang kering dan bersih. Sesekali cek juga kondisi batik yang jarang dipakai.

Jadi, merawat batik sebenarnya nggak ribet. Kuncinya cuma satu: jangan barbar. Dari cuci sampai simpan, kasih perlakuan yang lebih gentle biar batik tetap cakep dan bisa dipakai berkali-kali.



Desi I.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH