Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri. Foto: Kementerian Perdagangan
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri. Foto: Kementerian Perdagangan

Berpeluang Mendunia, Batik Indonesia Kini Dibidik untuk Bersaing di Pasar Global

Annisa ayu artanti • 07 November 2026 18:43
Ringkasnya gini..
  • Kemendag mendorong produk batik Indonesia memperluas pasar ke kawasan internasional, terutama Asia Tenggara.
  • UMKM dapat memanfaatkan jaringan 46 perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara untuk menemukan pembeli potensial.
  • Batik Keris menjadi salah satu contoh usaha yang mengembangkan bisnis sekaligus memberdayakan perajin lokal lintas generasi.
Jakarta: Batik Indonesia memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh dari sekadar produk budaya dan fashion di pasar domestik. Dengan kekayaan motif dan nilai sejarah yang melekat, produk batik dinilai memiliki potensi untuk menarik pembeli dari berbagai negara. Namun, memperluas pasar ke luar negeri membutuhkan lebih dari sekadar kualitas produk. Pelaku usaha juga perlu memiliki akses terhadap jaringan perdagangan dan calon pembeli internasional.

Peluang tersebut menjadi perhatian Kementerian Perdagangan (Kemendag). Pemerintah berupaya mendorong produk unggulan dalam negeri, termasuk batik, agar mampu bersaing di pasar global sekaligus membuka kesempatan lebih besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, menyampaikan hal tersebut saat meninjau proses produksi Batik Keris di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Jumat, 6 November 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan usaha, penyerapan tenaga kerja lokal, sekaligus memetakan peluang perluasan pasar ekspor.

"Kunjungan ini dimaksudkan untuk meninjau secara langsung proses produksi batik dan dampak penyerapan tenaga kerja lokal (multiplier effect). Selain itu, sebagai upaya memetakan potensi perluasan pasar ekspor bagi produk busana berbasis budaya Indonesia," jelas Roro, dikutip dari laman Kementerian Perdagangan pada Sabtu, 7 November 2026.

   

Kemendag Buka Akses Ekspor ke 33 Negara


Menurut Roro, batik tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga peluang ekonomi yang besar. Kawasan Asia Tenggara menjadi salah satu pasar potensial karena memiliki kedekatan sejarah dan budaya dengan Indonesia.

Untuk mendukung perluasan pasar tersebut, Kemendag berkomitmen menyediakan berbagai bentuk fasilitasi, mulai dari pembinaan, promosi, hingga penyelenggaraan peragaan busana atau fashion show di luar negeri.

"Pemerintah hadir sebagai fasilitator. Kami melihat bagaimana bisnis yang berawal dari kesederhanaan dapat berkembang menjadi skala besar. Selebihnya, terkait perluasan pasar, baik pasar domestik maupun ekspor, Kemendag siap memfasilitasi dan mendampingi hingga terealisasi," tegas Roro.

Salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM adalah jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Roro mendorong Batik Keris dan UMKM lainnya untuk berkomunikasi dengan 46 perwakilan perdagangan (perwadag) yang tersebar di 33 negara.

Melalui jaringan tersebut, pelaku usaha dapat menggali informasi mengenai karakteristik pasar sekaligus menjangkau pembeli potensial melalui agenda penjajakan bisnis atau business matching. Dengan demikian, UMKM tidak harus mencari akses pasar internasional secara mandiri.

   

Batik Keris Perkuat Perajin Lokal dan Bidik Pasar Lebih Luas


Dalam kunjungannya, Roro juga mengapresiasi perkembangan Batik Keris yang berhasil membangun jaringan ritel secara nasional, mulai dari pusat perbelanjaan hingga berbagai bandara. Perusahaan tersebut juga dinilai konsisten menjalankan kaderisasi pembatik lintas generasi dengan melibatkan masyarakat sekitar.

Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengembangan industri batik tidak hanya berkaitan dengan penjualan produk, tetapi juga keberlanjutan keterampilan dan pemberdayaan tenaga kerja lokal.

Chief Executive Officer (CEO) Batik Keris, Andy Rusli, menyambut positif kunjungan Wamendag tersebut. Menurutnya, kehadiran pemerintah memberikan inspirasi sekaligus semangat bagi pelaku usaha untuk terus mengembangkan industri batik Indonesia.

"Kami berminat untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia mendatang guna menarik buyer. Untuk saat ini, Batik Keris masih berfokus pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri paralel dengan pembinaan perajin batik baru," ujar Andy.

Andy berharap batik Indonesia dapat terus berkembang dan memperoleh akses pasar yang lebih luas. Keikutsertaan dalam Trade Expo Indonesia mendatang juga diharapkan menjadi salah satu kesempatan untuk mempertemukan Batik Keris dengan calon pembeli dari berbagai negara.

Dorongan pemerintah dan kesiapan pelaku usaha menjadi dua hal penting dalam memperluas pasar batik Indonesia. Dengan akses perdagangan yang semakin terbuka serta penguatan kualitas produksi, batik diharapkan tidak hanya bertahan sebagai identitas budaya, tetapi juga tumbuh menjadi produk unggulan Indonesia di pasar internasional. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan