UMKM binaan Pertamina. Foto: Pertamina
UMKM binaan Pertamina. Foto: Pertamina

Dari Batik hingga Kerajinan Kulit, UMKM Buka Peluang Ekonomi Lokal

Rizkie Fauzian • 25 Oktober 2026 23:03
Ringkasnya gini..
  • Tiga UMKM binaan Pertamina mengembangkan usaha batik, kegiatan kreatif, dan kerajinan kulit sekaligus melibatkan masyarakat dalam kegiatan ekonomi.
  • Adhimas Batik, Joglo Ayu Tenan, dan Kraton Leather memperluas pemasaran melalui diversifikasi produk, kolaborasi dengan komunitas, serta partisipasi dalam pameran.
  • Selain menjangkau pasar ekspor, ketiga UMKM tersebut membuka peluang kerja, mendukung pelestarian budaya, dan meningkatkan keterampilan perajin lokal.
Jakarta: Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak hanya berperan dalam menggerakkan perekonomian, tetapi juga dapat membuka lapangan kerja, melestarikan budaya, dan memperluas peluang usaha bagi masyarakat.

Hal tersebut terlihat dari perkembangan tiga UMKM binaan Pertamina, yakni Adhimas Batik di Klaten, Joglo Ayu Tenan di Yogyakarta, dan Kraton Leather di Yogyakarta yang mengembangkan usaha batik dan kerajinan dengan melibatkan komunitas lokal.

Pemilik Adhimas Batik, Suyanto, telah mengembangkan usaha batik tulis selama lebih dari 30 tahun. Selain memproduksi kain batik, ia mengaplikasikan motif batik pada berbagai produk, seperti topeng, tempat tisu, nampan kayu, payung, hingga tumbler.

Diversifikasi produk tersebut menjadi salah satu cara memperluas pasar sekaligus memperkenalkan batik kepada konsumen melalui barang yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Usaha yang berlokasi di Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Klaten, itu juga melibatkan masyarakat sekitar dalam proses produksi, termasuk penyandang disabilitas wicara. Rumah produksinya turut menjadi tempat edukasi bagi pelajar, mahasiswa, dan wisatawan mancanegara yang ingin mempelajari proses membatik.

Adhimas Batik mengikuti program pembinaan Pertamina sejak 2013. Dukungan tersebut mencakup pelatihan, pendampingan, dan kesempatan mengikuti pameran, termasuk INACRAFT, untuk memperluas jaringan pemasaran.
   

UMKM Kreatif Buka Peluang Pemberdayaan

Di Yogyakarta, Joglo Ayu Tenan mengembangkan usaha kreatif melalui konsep creative wellbeing, yakni kegiatan kreatif yang dirancang untuk mendukung kesejahteraan mental dan emosional.

Didirikan oleh Yayuk pada 2015, usaha ini menghadirkan beragam aktivitas, mulai dari menyulam, menganyam, melukis, meracik teh, hingga menulis jurnal atau journaling.

Gagasan tersebut berangkat dari pengalaman pribadi Yayuk sebagai penyintas Guillain-Barré Syndrome (GBS). Pengalaman itu mendorongnya membangun ruang yang menggabungkan kreativitas, interaksi sosial, dan aktivitas yang memberi kesempatan bagi pengunjung untuk sejenak melepaskan diri dari rutinitas.

Joglo Ayu Tenan juga menjadi wadah kolaborasi bagi perajin, perempuan, komunitas kreatif, dan penyandang disabilitas. Kegiatan yang dijalankan membuka peluang bagi pelaku kreatif untuk memperkenalkan produk serta mengembangkan keterampilan.

Sejak mengikuti pembinaan Pertamina pada 2018, Joglo Ayu Tenan memperluas jejaring usaha dan pemasaran. Produk-produknya kini dipasarkan hingga Jepang, yang disebut menjadi salah satu pasar ekspor utamanya.

Kerajinan Kulit Libatkan Puluhan Mitra Lokal

Kontribusi terhadap perekonomian lokal juga terlihat pada Kraton Leather, usaha kerajinan kulit yang dirintis Aziz Imawan Prasetyo di Yogyakarta.

Usaha yang bermula dari produksi sederhana itu kini melibatkan sekitar 15 perajin dalam proses produksi dan delapan orang dalam kegiatan pemasaran.

Pemilik Kraton Leather, yang akrab disapa Wawan, mengembangkan pola kemitraan dengan memberikan penghasilan sekaligus transfer pengetahuan kepada para perajin. Pendekatan tersebut diharapkan membuka kesempatan bagi mitra kerja untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

Produk Kraton Leather juga telah menjangkau pasar luar negeri, termasuk Singapura, Malaysia, dan Inggris.

Pertamina mulai membina Kraton Leather pada 2021. Melalui program tersebut, usaha ini memperoleh dukungan untuk memperluas promosi melalui pameran dan kegiatan pemasaran.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, pembinaan UMKM diarahkan untuk memperkuat kemampuan usaha, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing.

“Program pembinaan UMKM Pertamina dirancang untuk membantu pelaku usaha memperkuat kapasitas, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing. Kami berharap pertumbuhan UMKM juga mampu menciptakan manfaat ekonomi dan sosial yang dirasakan masyarakat secara langsung,” ujar Baron.

Perkembangan ketiga UMKM tersebut memperlihatkan beragam peran usaha kecil dalam perekonomian. Selain mengembangkan produk dan menjangkau pasar baru, UMKM dapat menjadi sarana pelestarian budaya, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan kapasitas masyarakat di sekitar tempat usaha.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan