Yogyakarta: Pertamina SMEXPO Yogyakarta mencatat nilai gabungan transaksi, potensi, dan kesepakatan bisnis sekitar Rp3,8 miliar. Capaian tersebut mencakup peluang kerja sama antarpelaku usaha serta transaksi ritel selama penyelenggaraan kegiatan.
Berdasarkan rekapitulasi penyelenggara, nilai tersebut terdiri atas potensi dan kesepakatan bisnis business-to-business (B2B) sebesar Rp3.548.833.310, transaksi ritel Rp129.335.400, serta transaksi layanan Bengkel Enduro Rp5.290.000.
Nilai itu merupakan gabungan transaksi yang tercatat dan potensi serta kesepakatan bisnis. Dengan demikian, angka Rp3,8 miliar tidak seluruhnya mencerminkan penjualan yang telah terealisasi.
President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari mengatakan, capaian SMEXPO tidak hanya diukur dari nilai transaksi, tetapi juga dari peluang kolaborasi dan perluasan akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Capaian SMEXPO Yogyakarta sebesar Rp3,8 miliar menunjukkan bahwa UMKM memiliki potensi besar untuk terus berkembang ketika mendapatkan akses pasar dan peluang kemitraan yang tepat. Melalui Pertamina SMEXPO, Pertamina Foundation berupaya menghadirkan ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan, memperluas jejaring bisnis, serta membangun kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti menjadi peluang usaha berkelanjutan,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Oktober 2026.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong UMKM untuk terus berinovasi, meningkatkan daya saing, dan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.
Nilai potensi dan kesepakatan B2B menjadi kontributor terbesar dalam capaian SMEXPO Yogyakarta. Angka tersebut menunjukkan peran pertemuan antara UMKM, calon pembeli, dan mitra usaha dalam membuka peluang kerja sama komersial.
Peluang perluasan pasar juga terlihat dari keikutsertaan dua UMKM yang dinilai memiliki potensi ekspor, yakni PT Kritebar Hage Makmur melalui produk Kripik HG dan PT Allisha dengan produk Allisha Sate Ambal. Meski demikian, realisasi ekspor tetap bergantung pada kesiapan produk, pemenuhan standar pasar tujuan, serta tindak lanjut dengan calon mitra pembeli.
Selain membuka peluang bisnis, SMEXPO Yogyakarta menghadirkan produk yang mengedepankan aspek ramah lingkungan. Sejumlah UMKM yang membawa produk dengan karakteristik tersebut antara lain Agromina Fiber, Djati Ecocraft, Sambeliler Bag, dan Valmai Mie Organik.
Keberagaman produk tersebut mencerminkan upaya pelaku usaha dalam mengembangkan nilai tambah dan menghadirkan pilihan produk yang memperhatikan aspek keberlanjutan.
Dari sisi inklusivitas, kegiatan ini juga melibatkan satu UMKM yang dimiliki penyandang disabilitas dan/atau memberdayakan penyandang disabilitas. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan ekonomi bagi berbagai kelompok masyarakat.
Capaian SMEXPO Yogyakarta menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak hanya membutuhkan promosi produk, tetapi juga akses kepada konsumen, jejaring bisnis, inovasi, dan peluang perluasan pasar.
Melalui kegiatan ini, Pertamina Foundation mendorong UMKM untuk memperkuat daya saing, memanfaatkan peluang kolaborasi, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Tindak lanjut terhadap peluang bisnis yang terbentuk diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha serta memperluas kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan