WISATA

Pariwisata Indonesia Makin Go Digital, AI hingga QRIS Jadi Andalan Tarik Wisatawan

A. Firdaus
Selasa 30 Juni 2026 / 12:10
Ringkasnya gini..
  • Teknologi digital menjadi salah satu kunci untuk membangun sektor pariwisata yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik.
  • Indonesia menyampaikan tiga prioritas utama untuk memperkuat pariwisata digital di kawasan Asia-Pasifik.
  • Transformasi digital harus tetap mengedepankan prinsip inklusif sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.
Jakarta: Indonesia terus mendorong transformasi sektor pariwisata melalui pemanfaatan teknologi digital. Komitmen tersebut ditegaskan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam Pertemuan Menteri Pariwisata APEC ke-13 (TMM13) yang dihadiri delegasi dari 21 ekonomi anggota APEC.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, teknologi digital menjadi salah satu kunci untuk membangun sektor pariwisata yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik.

"Sebagai negara yang sedang menjalani transformasi digital secara masif, Indonesia percaya bahwa titik temu antara teknologi pintar dan kolaborasi yang berpusat pada komunitas merupakan cara yang tepat untuk membangun ekosistem pariwisata yang tangguh, inklusif, dan terintegrasi di seluruh kawasan," ujar Menpar Widiyanti.
 

Forum tersebut mengangkat tema "Digital and Intelligent Innovation, Collaborative Empowerment: Leveraging Tourism for an Asia-Pacific Community", yang membahas peran inovasi digital dalam memperkuat sektor pariwisata di kawasan.
 

AI dan QRIS jadi andalan


Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menekankan bahwa inovasi digital dapat menjadi jembatan untuk mengubah arah industri pariwisata, dari mass tourism menuju pariwisata yang lebih berkualitas, bernilai tinggi, dan berkelanjutan.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Tourism 5.0, program yang mengembangkan MaiA, digital travel planner berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini dirancang untuk membantu wisatawan memperoleh rekomendasi perjalanan yang lebih personal sekaligus meningkatkan visibilitas berbagai destinasi wisata di Indonesia.

Selain AI, Indonesia juga mendorong perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kawasan APEC. Kehadiran QRIS dinilai dapat mempermudah transaksi lintas negara sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM pariwisata.
 

Tiga fokus pengembangan pariwisata


Dalam forum tersebut, Indonesia menyampaikan tiga prioritas utama untuk memperkuat pariwisata digital di kawasan Asia-Pasifik.

Pertama, memperkuat ekosistem digital bagi UMKM pariwisata melalui peningkatan akses terhadap teknologi dan infrastruktur digital agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Kedua, mengembangkan smart destination management atau pengelolaan destinasi wisata berbasis teknologi. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus memberikan pengalaman wisata yang lebih nyaman dan personal.

Ketiga, meningkatkan literasi digital bagi pelaku industri pariwisata melalui berbagai program pelatihan sehingga sumber daya manusia di sektor ini mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
 

Pariwisata jadi penggerak ekonomi


Menurut Widiyanti, transformasi digital harus tetap mengedepankan prinsip inklusif sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.

Hal tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang berpusat pada masyarakat.

Saat ini, sektor pariwisata menjadi salah satu tulang punggung ekonomi nasional dengan menyerap sekitar 25,91 juta tenaga kerja, menjadikannya sektor penyerap tenaga kerja terbesar ketiga di Indonesia.

Melalui berbagai inisiatif digital tersebut, Indonesia berharap dapat memperkuat daya saing destinasi wisata nasional sekaligus mendorong terciptanya ekosistem pariwisata yang lebih modern, terkoneksi, dan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH