WISATA
Jalan-jalan Dekat Rumah Jadi Tren, Kemenpar Optimistis Wisnus Melesat pada 2026
A. Firdaus
Kamis 25 Juni 2026 / 18:10
- Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan mobilitas wisatawan domestik sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
- Kualitas pengalaman wisatawan juga menjadi perhatian utama.
- Kemenpar mencatat, sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara telah mencapai 417,06 juta perjalanan.
Jakarta: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 1,18 miliar perjalanan sepanjang 2026. Target ambisius tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus memperkuat dampak ekonomi di berbagai daerah.
Salah satu strategi yang terus diperkuat adalah kampanye "Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja", yang digelar pada periode-periode puncak perjalanan masyarakat seperti libur Lebaran, libur sekolah, dan akhir tahun.
Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, mengatakan target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan mobilitas wisatawan domestik sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
"Target kita tentu ingin mencapai target pergerakan wisatawan nusantara di tahun ini adalah 1,18 miliar pergerakan," ujar Nia dalam jumpa pers di Jakarta.
Menurut Nia, target tersebut telah dibagi berdasarkan momentum liburan yang selama ini menjadi penyumbang terbesar perjalanan wisata masyarakat. Mulai dari musim mudik dan libur Lebaran, liburan sekolah pertengahan tahun, hingga periode akhir tahun.
Kemenpar mencatat, sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara telah mencapai 417,06 juta perjalanan. Angka ini meningkat sekitar 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut menunjukkan minat masyarakat untuk berwisata di dalam negeri masih terus tumbuh, seiring semakin banyaknya pilihan destinasi dan aktivitas wisata yang tersedia.
"Secara keseluruhan, kita sudah bagi 1,18 miliar itu puncaknya pada Lebaran, kemudian di liburan sekolah semester ini, dan akhir tahun," lanjut Nia.
Kemenpar menegaskan bahwa keberhasilan kampanye #DiIndonesiaAja tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang bepergian. Pemerintah juga akan memantau dampak ekonomi yang dihasilkan, mulai dari transaksi wisata, kontribusi terhadap UMKM, hingga eksposur kampanye di berbagai platform. Selain itu, kualitas pengalaman wisatawan juga menjadi perhatian utama.
Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Imam Priyono, mengatakan pihaknya telah melakukan kunjungan ke 139 destinasi wisata guna memastikan penerapan standar Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) berjalan dengan baik.
"Kita berharap indikator keberhasilannya tentu semua yang berwisata pulang dengan kenangan yang indah, menyenangkan, senang, dan seterusnya," kata Imam.
Untuk mendukung pengalaman berlibur yang aman, Kemenpar juga menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk modul CHSE dan panduan kebencanaan bagi pengelola destinasi wisata.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan rasa aman wisatawan sekaligus menjaga kualitas destinasi di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
Melalui kampanye "Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja", pemerintah berharap semakin banyak masyarakat memilih berwisata di dalam negeri. Selain menikmati pengalaman baru, wisatawan juga ikut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, mulai dari sektor pariwisata, kuliner, ritel, ekonomi kreatif, hingga UMKM lokal.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Salah satu strategi yang terus diperkuat adalah kampanye "Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja", yang digelar pada periode-periode puncak perjalanan masyarakat seperti libur Lebaran, libur sekolah, dan akhir tahun.
Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, mengatakan target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan mobilitas wisatawan domestik sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
"Target kita tentu ingin mencapai target pergerakan wisatawan nusantara di tahun ini adalah 1,18 miliar pergerakan," ujar Nia dalam jumpa pers di Jakarta.
Menurut Nia, target tersebut telah dibagi berdasarkan momentum liburan yang selama ini menjadi penyumbang terbesar perjalanan wisata masyarakat. Mulai dari musim mudik dan libur Lebaran, liburan sekolah pertengahan tahun, hingga periode akhir tahun.
Pergerakan Wisnus terus tumbuh
Kemenpar mencatat, sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara telah mencapai 417,06 juta perjalanan. Angka ini meningkat sekitar 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut menunjukkan minat masyarakat untuk berwisata di dalam negeri masih terus tumbuh, seiring semakin banyaknya pilihan destinasi dan aktivitas wisata yang tersedia.
"Secara keseluruhan, kita sudah bagi 1,18 miliar itu puncaknya pada Lebaran, kemudian di liburan sekolah semester ini, dan akhir tahun," lanjut Nia.
Bukan sekadar banyak yang jalan-jalan
Kemenpar menegaskan bahwa keberhasilan kampanye #DiIndonesiaAja tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang bepergian. Pemerintah juga akan memantau dampak ekonomi yang dihasilkan, mulai dari transaksi wisata, kontribusi terhadap UMKM, hingga eksposur kampanye di berbagai platform. Selain itu, kualitas pengalaman wisatawan juga menjadi perhatian utama.
Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Imam Priyono, mengatakan pihaknya telah melakukan kunjungan ke 139 destinasi wisata guna memastikan penerapan standar Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) berjalan dengan baik.
"Kita berharap indikator keberhasilannya tentu semua yang berwisata pulang dengan kenangan yang indah, menyenangkan, senang, dan seterusnya," kata Imam.
Fokus pada keamanan dan kenyamanan wisatawan
Untuk mendukung pengalaman berlibur yang aman, Kemenpar juga menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk modul CHSE dan panduan kebencanaan bagi pengelola destinasi wisata.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan rasa aman wisatawan sekaligus menjaga kualitas destinasi di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
Melalui kampanye "Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja", pemerintah berharap semakin banyak masyarakat memilih berwisata di dalam negeri. Selain menikmati pengalaman baru, wisatawan juga ikut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, mulai dari sektor pariwisata, kuliner, ritel, ekonomi kreatif, hingga UMKM lokal.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)