WISATA
Road Trip Jangan Cuma Modal Playlist, Mobil Juga Wajib Diajak “Check-Up”
A. Firdaus
Jumat 14 Agustus 2026 / 11:17
- Tren road trip pun semakin diminati karena menawarkan keleluasaan menentukan rute dan waktu perjalanan.
- Data Kementerian Perhubungan menunjukkan sekitar 42,78 persen masyarakat Indonesia memilih mobil pribadi.
- Selain kesiapan fisik kendaraan, perlindungan asuransi juga perlu diperiksa sebelum melakukan perjalanan jauh.
Jakarta: Libur panjang paling enak memang dibuat jalan-jalan. Tinggal pilih destinasi, susun playlist, ajak keluarga atau teman, lalu gas dengan mobil pribadi.
Tren road trip pun semakin diminati karena menawarkan keleluasaan menentukan rute dan waktu perjalanan. Data Kementerian Perhubungan menunjukkan sekitar 42,78 persen masyarakat Indonesia memilih mobil pribadi untuk perjalanan liburan jarak jauh.
Namun, perjalanan jauh bukan cuma soal menentukan destinasi dan mencari tempat makan yang Instagramable. Durasi berkendara yang panjang, kondisi jalan yang beragam, hingga intensitas penggunaan mobil juga bisa meningkatkan risiko di perjalanan.
Pengalaman Allianz Utama Indonesia dalam menangani klaim kendaraan menunjukkan risiko tersebut bukan sekadar teori. Sepanjang semester I 2026, Allianz Utama Indonesia mencatat 1.722 klaim kendaraan dengan total nilai klaim yang dibayarkan lebih dari Rp17 miliar.
Dari jumlah tersebut, tabrakan dengan kendaraan lain menjadi penyebab klaim terbanyak, yakni 1.046 kasus atau sekitar 60,7 persen. Berikutnya, terdapat 556 kasus tabrakan dengan properti dan 99 kasus akibat benturan.
Direktur & Chief Technical Officer Allianz Utama Indonesia, Ignatius Hendrawan, mengatakan peningkatan mobilitas saat libur panjang perlu diimbangi dengan persiapan yang matang.
“Meningkatnya mobilitas masyarakat pada momen libur panjang tentu menjadi hal yang positif. Namun, semakin jauh kendaraan digunakan dan semakin lama berada di jalan, semakin besar pula potensi risiko yang dihadapi,” ujar Ignatius.
Menurut dia, sejumlah risiko sebenarnya dapat diminimalkan melalui persiapan kendaraan dan kebiasaan berkendara yang lebih aman.
Sebelum berangkat, jangan hanya memastikan bensin penuh. Pemilik kendaraan juga perlu mengecek kesiapan mobil untuk digunakan dalam perjalanan panjang.
Periksa sejumlah komponen utama seperti ban, rem, mesin, sistem pendingin, hingga kapasitas kendaraan. Hal ini semakin penting jika rute yang dipilih melibatkan jalan tol panjang, tanjakan, turunan, atau kondisi jalan tertentu.
Intinya, jangan memaksakan mobil melewati medan yang tidak sesuai dengan kondisi dan kemampuannya.
Rute perjalanan juga perlu diperhitungkan. Setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi risiko yang berbeda.
Jika hendak bepergian ke wilayah dengan curah hujan tinggi, misalnya, pengemudi perlu mengantisipasi kemungkinan genangan. Sementara itu, perjalanan menuju daerah pegunungan membutuhkan perhatian lebih terhadap kondisi rem serta performa kendaraan ketika melewati tanjakan dan turunan.
Memahami rute sejak awal dapat membantu pengemudi menentukan persiapan yang diperlukan.
Kondisi kendaraan memang penting, tetapi jangan lupa dengan orang yang berada di balik kemudi.
Pengemudi perlu memastikan tubuh dalam kondisi fit dan mendapatkan istirahat yang cukup sebelum perjalanan. Jangan memaksakan diri terus berkendara ketika mulai mengantuk atau kelelahan.
Rencanakan pula titik pemberhentian untuk beristirahat secara berkala. Dengan begitu, konsentrasi dapat tetap terjaga sepanjang perjalanan.
Mobil sudah dicek bukan berarti perjalanan otomatis bebas masalah. Ban bocor, kendaraan mogok, atau kecelakaan ringan tetap bisa terjadi.
Karena itu, pastikan perlengkapan darurat tersedia di kendaraan, seperti ban cadangan, dongkrak, dan kotak P3K. Pengemudi juga sebaiknya mengetahui layanan bantuan yang dapat dihubungi jika mengalami kendala di jalan.
Selain kesiapan fisik kendaraan, perlindungan asuransi juga perlu diperiksa sebelum melakukan perjalanan jauh.
Pemilik kendaraan sebaiknya memastikan polis masih aktif dan memahami cakupan manfaatnya. Dengan begitu, perlindungan yang dimiliki dapat disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan dan membantu mengurangi dampak finansial apabila terjadi risiko.
Allianz Utama Indonesia melalui Allianz MobilKu menawarkan dua pilihan manfaat perlindungan kendaraan, yakni comprehensive dan total loss only (TLO). Perlindungan comprehensive mencakup berbagai kerusakan kendaraan sesuai ketentuan polis, sementara TLO memberikan perlindungan untuk kerusakan dengan biaya perbaikan setidaknya 75 persen dari harga kendaraan atau kehilangan kendaraan akibat pencurian.
Jadi, sebelum road trip, jangan cuma sibuk memilih outfit, playlist, dan tempat makan. Mobil, rute, kondisi badan, sampai perlindungan kendaraan juga perlu masuk daftar persiapan.
Sebab, liburan yang seru adalah ketika sampai tujuan dengan selamat—bukan ketika perjalanan pulangnya berubah jadi cerita horor.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Tren road trip pun semakin diminati karena menawarkan keleluasaan menentukan rute dan waktu perjalanan. Data Kementerian Perhubungan menunjukkan sekitar 42,78 persen masyarakat Indonesia memilih mobil pribadi untuk perjalanan liburan jarak jauh.
Namun, perjalanan jauh bukan cuma soal menentukan destinasi dan mencari tempat makan yang Instagramable. Durasi berkendara yang panjang, kondisi jalan yang beragam, hingga intensitas penggunaan mobil juga bisa meningkatkan risiko di perjalanan.
Pengalaman Allianz Utama Indonesia dalam menangani klaim kendaraan menunjukkan risiko tersebut bukan sekadar teori. Sepanjang semester I 2026, Allianz Utama Indonesia mencatat 1.722 klaim kendaraan dengan total nilai klaim yang dibayarkan lebih dari Rp17 miliar.
Dari jumlah tersebut, tabrakan dengan kendaraan lain menjadi penyebab klaim terbanyak, yakni 1.046 kasus atau sekitar 60,7 persen. Berikutnya, terdapat 556 kasus tabrakan dengan properti dan 99 kasus akibat benturan.
Direktur & Chief Technical Officer Allianz Utama Indonesia, Ignatius Hendrawan, mengatakan peningkatan mobilitas saat libur panjang perlu diimbangi dengan persiapan yang matang.
“Meningkatnya mobilitas masyarakat pada momen libur panjang tentu menjadi hal yang positif. Namun, semakin jauh kendaraan digunakan dan semakin lama berada di jalan, semakin besar pula potensi risiko yang dihadapi,” ujar Ignatius.
Menurut dia, sejumlah risiko sebenarnya dapat diminimalkan melalui persiapan kendaraan dan kebiasaan berkendara yang lebih aman.
1. Jangan Cuma Cek Oli, Kenali Kemampuan Mobil
Sebelum berangkat, jangan hanya memastikan bensin penuh. Pemilik kendaraan juga perlu mengecek kesiapan mobil untuk digunakan dalam perjalanan panjang.
Periksa sejumlah komponen utama seperti ban, rem, mesin, sistem pendingin, hingga kapasitas kendaraan. Hal ini semakin penting jika rute yang dipilih melibatkan jalan tol panjang, tanjakan, turunan, atau kondisi jalan tertentu.
Intinya, jangan memaksakan mobil melewati medan yang tidak sesuai dengan kondisi dan kemampuannya.
2. Beda Destinasi, Beda Persiapan
Rute perjalanan juga perlu diperhitungkan. Setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi risiko yang berbeda.
Jika hendak bepergian ke wilayah dengan curah hujan tinggi, misalnya, pengemudi perlu mengantisipasi kemungkinan genangan. Sementara itu, perjalanan menuju daerah pegunungan membutuhkan perhatian lebih terhadap kondisi rem serta performa kendaraan ketika melewati tanjakan dan turunan.
Memahami rute sejak awal dapat membantu pengemudi menentukan persiapan yang diperlukan.
3. Jangan Sampai Mobil Fit, Sopirnya KO
Kondisi kendaraan memang penting, tetapi jangan lupa dengan orang yang berada di balik kemudi.
Pengemudi perlu memastikan tubuh dalam kondisi fit dan mendapatkan istirahat yang cukup sebelum perjalanan. Jangan memaksakan diri terus berkendara ketika mulai mengantuk atau kelelahan.
Rencanakan pula titik pemberhentian untuk beristirahat secara berkala. Dengan begitu, konsentrasi dapat tetap terjaga sepanjang perjalanan.
4. Ban Bocor Bisa Datang tanpa Undangan
Mobil sudah dicek bukan berarti perjalanan otomatis bebas masalah. Ban bocor, kendaraan mogok, atau kecelakaan ringan tetap bisa terjadi.
Karena itu, pastikan perlengkapan darurat tersedia di kendaraan, seperti ban cadangan, dongkrak, dan kotak P3K. Pengemudi juga sebaiknya mengetahui layanan bantuan yang dapat dihubungi jika mengalami kendala di jalan.
5. Sebelum Gas, Cek Juga Perlindungannya
Selain kesiapan fisik kendaraan, perlindungan asuransi juga perlu diperiksa sebelum melakukan perjalanan jauh.
Pemilik kendaraan sebaiknya memastikan polis masih aktif dan memahami cakupan manfaatnya. Dengan begitu, perlindungan yang dimiliki dapat disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan dan membantu mengurangi dampak finansial apabila terjadi risiko.
Allianz Utama Indonesia melalui Allianz MobilKu menawarkan dua pilihan manfaat perlindungan kendaraan, yakni comprehensive dan total loss only (TLO). Perlindungan comprehensive mencakup berbagai kerusakan kendaraan sesuai ketentuan polis, sementara TLO memberikan perlindungan untuk kerusakan dengan biaya perbaikan setidaknya 75 persen dari harga kendaraan atau kehilangan kendaraan akibat pencurian.
Jadi, sebelum road trip, jangan cuma sibuk memilih outfit, playlist, dan tempat makan. Mobil, rute, kondisi badan, sampai perlindungan kendaraan juga perlu masuk daftar persiapan.
Sebab, liburan yang seru adalah ketika sampai tujuan dengan selamat—bukan ketika perjalanan pulangnya berubah jadi cerita horor.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)