WISATA

Travel Anti Was-Was! Ini Langkah Baru Biar Liburan Makin Safe

A. Firdaus
Sabtu 02 Mei 2026 / 13:16
Ringkasnya gini..
  • Kemenpar menghadirkan Program Keselamatan Wisata 2026 yang akan dijalankan di berbagai destinasi di Indonesia.
  • Pemerintah menitikberatkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
  • Kesiapan daerah menjadi faktor penentu keberhasilan program ini.
Jakarta: Tren liburan kini mulai berubah. Kalau dulu wisatawan hanya mengejar destinasi yang indah dan “Instagramable”, sekarang faktor keamanan dan kenyamanan justru jadi pertimbangan utama sebelum bepergian.

Melihat pergeseran ini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia menghadirkan Program Keselamatan Wisata 2026 yang akan dijalankan di berbagai destinasi di Indonesia.

Program ini dirancang untuk memastikan pengalaman liburan tidak hanya menyenangkan, tetapi juga aman dan berkualitas.
 

Wisata aman jadi standar baru


Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini Mohamad Paham, menyebut bahwa industri pariwisata kini tidak lagi hanya fokus pada keindahan destinasi.

“Tantangan kita bukan hanya menghadirkan destinasi yang menarik, tetapi juga memastikan wisatawan merasa aman dan nyaman,” ujar Martini dilansir Antara.
Hal ini sejalan dengan tren global, di mana wisatawan kini lebih selektif dan mengutamakan pengalaman yang menyeluruh, mulai dari keamanan, kenyamanan, hingga kualitas layanan.
 

Fokus pada SDM dan respons darurat


Melalui program ini, pemerintah menitikberatkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata, terutama dalam hal mitigasi risiko dan penanganan situasi darurat di lapangan.

Artinya, pelaku wisata, mulai dari pengelola destinasi hingga pemandu, akan dibekali kemampuan untuk merespons berbagai kondisi tak terduga. Sehingga wisatawan tetap merasa aman selama beraktivitas.

Selain itu, program ini juga bertujuan menciptakan standar keselamatan yang lebih seragam di berbagai destinasi, sehingga kualitas layanan bisa lebih konsisten.
 

Kolaborasi jadi kunci


Implementasi program ini tidak bisa berjalan sendiri. Kemenpar menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya dinas pariwisata di tiap provinsi.

Peran daerah dinilai krusial sebagai penggerak utama di lapangan, mulai dari pelatihan hingga penerapan standar keselamatan di destinasi wisata.

Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Masyarakat Kemenpar, Ika Kusuma Permana Sari, menegaskan bahwa kesiapan daerah menjadi faktor penentu keberhasilan program ini.
 

Liburan lebih tenang di masa depan


Dengan adanya Program Keselamatan Wisata 2026, diharapkan pariwisata Indonesia bisa naik kelas, tidak hanya menawarkan keindahan alam dan budaya, tetapi juga rasa aman bagi setiap wisatawan.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya untuk memperkuat daya saing Indonesia di kancah global, sebagai destinasi yang tidak hanya menarik, tetapi juga terpercaya.

Karena pada akhirnya, liburan yang ideal bukan hanya soal destinasi yang indah, tapi juga pengalaman yang membuat wisatawan pulang dengan rasa tenang dan cerita yang menyenangkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH