WISATA
Sumatra Barat Dipacu Jadi Destinasi Wisata Halal dan Gastronomi Unggulan
A. Firdaus
Kamis 30 April 2026 / 13:09
- Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, hingga masyarakat menjadi kunci agar potensi wisata Sumbar dapat dimaksimalkan.
- Padang sudah sangat dikenal sebagai destinasi wisata ramah Muslim.
- Sumatra Barat juga dikenal sebagai destinasi gastronomi dengan cita rasa khas yang telah mendunia.
Padang: Provinsi Sumatra Barat terus didorong menjadi destinasi unggulan wisata ramah Muslim dan gastronomi di Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata nasional.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam pengembangan sektor ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pelaku industri, hingga masyarakat menjadi kunci agar potensi wisata Sumbar dapat dimaksimalkan.
Dalam kunjungan kerjanya, Menpar Widiyanti menyambangi Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang dikenal sebagai ikon wisata ramah Muslim di Sumbar.
Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol budaya Minangkabau. Arsitekturnya yang unik tanpa kubah, dengan bentuk gonjong khas rumah adat, menjadikannya daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
“Padang sudah sangat dikenal sebagai destinasi wisata ramah Muslim. Bahkan saat pameran pariwisata internasional, visual masjid ini menarik perhatian pengunjung,” ujar Widiyanti.
Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga terus menjalankan berbagai program strategis. Salah satunya melalui Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) yang menjadi tolok ukur kesiapan destinasi dalam memenuhi standar global.
Berdasarkan penilaian tersebut, Sumatra Barat masuk dalam lima besar provinsi terbaik, menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan wisata halal di Indonesia.
Selain itu, penguatan ekosistem juga dilakukan melalui sertifikasi halal bagi pelaku UMKM, serta penyusunan standar layanan wisata ramah Muslim agar kualitas pengalaman wisata tetap terjaga.
Tak hanya unggul dari sisi religi, Sumatra Barat juga dikenal sebagai destinasi gastronomi dengan cita rasa khas yang telah mendunia. Dalam kunjungan tersebut, Menpar turut meninjau Sate Mak Syukur, salah satu ikon kuliner legendaris.
Kuliner khas seperti rendang menjadi daya tarik utama yang mampu menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Potensi ini terus didorong melalui pengembangan paket wisata berbasis gastronomi.
Pemerintah juga mendukung upaya Kota Padang untuk masuk dalam jaringan UNESCO Creative Cities Network di bidang gastronomi.
Sebagai bagian dari strategi promosi, Kementerian Pariwisata berencana menghadirkan program Wonderful Indonesia Gastronomi di Sumatra Barat pada 2027, melanjutkan kesuksesan di destinasi lain seperti Bali dan Yogyakarta.
Kunjungan Menpar juga mencakup destinasi ikonik seperti Jam Gadang dan kawasan Pasar Ateh di Bukittinggi yang dikenal sebagai pusat wisata belanja dan kuliner.
Selain promosi, pemerintah juga menyerap berbagai aspirasi daerah, termasuk kebutuhan peningkatan infrastruktur. Salah satu yang menjadi perhatian adalah rencana perpanjangan landasan bandara di Kepulauan Mentawai untuk mendukung aksesibilitas wisata.
“Kami ingin memastikan kebutuhan destinasi terpenuhi, mulai dari infrastruktur, investasi, hingga promosi, agar pariwisata bisa berkembang optimal,” kata Menpar Widiyanti.
Dengan kekayaan budaya, religi, dan kuliner yang dimiliki, Sumatra Barat dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia yang berdaya saing tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam pengembangan sektor ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pelaku industri, hingga masyarakat menjadi kunci agar potensi wisata Sumbar dapat dimaksimalkan.
Ikon wisata religi yang mendunia
Dalam kunjungan kerjanya, Menpar Widiyanti menyambangi Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang dikenal sebagai ikon wisata ramah Muslim di Sumbar.
Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol budaya Minangkabau. Arsitekturnya yang unik tanpa kubah, dengan bentuk gonjong khas rumah adat, menjadikannya daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Baca Juga :
Puncak dan Surakarta Catat Peningkatan Minat Wisatawan Jelang Libur Panjang Hari Buruh 2026
“Padang sudah sangat dikenal sebagai destinasi wisata ramah Muslim. Bahkan saat pameran pariwisata internasional, visual masjid ini menarik perhatian pengunjung,” ujar Widiyanti.
Perkuat standar wisata ramah muslim
Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga terus menjalankan berbagai program strategis. Salah satunya melalui Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) yang menjadi tolok ukur kesiapan destinasi dalam memenuhi standar global.
Berdasarkan penilaian tersebut, Sumatra Barat masuk dalam lima besar provinsi terbaik, menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan wisata halal di Indonesia.
Selain itu, penguatan ekosistem juga dilakukan melalui sertifikasi halal bagi pelaku UMKM, serta penyusunan standar layanan wisata ramah Muslim agar kualitas pengalaman wisata tetap terjaga.
Surga kuliner yang mendunia
Tak hanya unggul dari sisi religi, Sumatra Barat juga dikenal sebagai destinasi gastronomi dengan cita rasa khas yang telah mendunia. Dalam kunjungan tersebut, Menpar turut meninjau Sate Mak Syukur, salah satu ikon kuliner legendaris.
Kuliner khas seperti rendang menjadi daya tarik utama yang mampu menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Potensi ini terus didorong melalui pengembangan paket wisata berbasis gastronomi.
Pemerintah juga mendukung upaya Kota Padang untuk masuk dalam jaringan UNESCO Creative Cities Network di bidang gastronomi.
Promosi dan event internasional
Sebagai bagian dari strategi promosi, Kementerian Pariwisata berencana menghadirkan program Wonderful Indonesia Gastronomi di Sumatra Barat pada 2027, melanjutkan kesuksesan di destinasi lain seperti Bali dan Yogyakarta.
Kunjungan Menpar juga mencakup destinasi ikonik seperti Jam Gadang dan kawasan Pasar Ateh di Bukittinggi yang dikenal sebagai pusat wisata belanja dan kuliner.
Akses dan infrastruktur jadi perhatian
Selain promosi, pemerintah juga menyerap berbagai aspirasi daerah, termasuk kebutuhan peningkatan infrastruktur. Salah satu yang menjadi perhatian adalah rencana perpanjangan landasan bandara di Kepulauan Mentawai untuk mendukung aksesibilitas wisata.
“Kami ingin memastikan kebutuhan destinasi terpenuhi, mulai dari infrastruktur, investasi, hingga promosi, agar pariwisata bisa berkembang optimal,” kata Menpar Widiyanti.
Dengan kekayaan budaya, religi, dan kuliner yang dimiliki, Sumatra Barat dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia yang berdaya saing tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)