WISATA
Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Kemenpar soal Foto Baju Kurung di Situs Indonesia.travel
A. Firdaus
Sabtu 01 Agustus 2026 / 07:03
- Kemenpar mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap pelestarian budaya Indonesia.
- Foto baju kurung yang menjadi sorotan berasal dari artikel Radio Republik Indonesia (RRI) berjudul Yuk Intip Tata Cara Memakai Baju Kurung Tradisional Kepri
- Busana tersebut berkembang dari akar budaya Melayu yang tersebar di berbagai wilayah Asia Tenggara.
Jakarta: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memberikan penjelasan terkait polemik penggunaan foto baju kurung pada laman promosi pariwisata resmi Indonesia.travel yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan pihaknya mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap pelestarian budaya Indonesia.
"Perhatian publik terhadap kekayaan budaya Indonesia merupakan bentuk kepedulian bersama yang kami apresiasi," ujar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resmi, Jumat.
Menurut Kemenpar, foto baju kurung yang menjadi sorotan berasal dari artikel Radio Republik Indonesia (RRI) berjudul Yuk Intip Tata Cara Memakai Baju Kurung Tradisional Kepri yang dipublikasikan pada 3 Agustus 2023. Artikel tersebut membahas baju kurung sebagai pakaian tradisional masyarakat Kepulauan Riau sekaligus menampilkan foto yang kemudian dijadikan rujukan.
Pada tahun yang sama, Kemenpar mengutip konten tersebut untuk artikel berjudul "Baju Kurung" di Indonesia.travel sebagai bagian dari promosi wastra Nusantara asal Provinsi Kepulauan Riau.
Setelah isu tersebut mencuat, tim Kemenpar melakukan penelusuran lanjutan. Hasilnya, foto serupa ditemukan telah digunakan secara luas oleh berbagai penjual di platform e-commerce seperti Lazada, Shopee, dan Tokopedia, termasuk toko-toko yang beroperasi di wilayah Jabodetabek.
Berdasarkan informasi dari para penjual di marketplace, produk baju kurung yang ditampilkan disebut merupakan hasil produksi Indonesia.
Kemenpar menegaskan bahwa baju kurung, termasuk model Cekak Musang dan Teluk Belanga, merupakan busana tradisional masyarakat Melayu di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Busana tersebut berkembang dari akar budaya Melayu yang tersebar di berbagai wilayah Asia Tenggara. Karena memiliki asal budaya yang sama, bentuk pakaian tersebut memiliki sejumlah kemiripan dengan busana tradisional di negara lain yang juga mewarisi budaya Melayu.

Meski demikian, setiap negara memiliki sejarah, identitas, penamaan, dan karakteristik budaya yang berkembang secara berbeda sehingga menjadi bagian dari kekayaan budaya masing-masing.
Kementerian Pariwisata menegaskan akan terus menyampaikan informasi mengenai kekayaan budaya Indonesia berdasarkan sumber-sumber yang kredibel sekaligus mendukung pelestarian serta promosi warisan budaya Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Kontroversi ini bermula ketika akun Instagram @asianstoryandheritage pada 21 Juli 2026 mengunggah tangkapan layar laman Indonesia.travel yang menampilkan seorang pria mengenakan baju kurung.
Akun tersebut mengklaim pakaian yang digunakan dalam foto berasal dari sebuah merek asal Malaysia. Unggahan itu kemudian memicu perbincangan di media sosial hingga akhirnya mendapat tanggapan resmi dari Kementerian Pariwisata.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan pihaknya mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap pelestarian budaya Indonesia.
"Perhatian publik terhadap kekayaan budaya Indonesia merupakan bentuk kepedulian bersama yang kami apresiasi," ujar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resmi, Jumat.
Menurut Kemenpar, foto baju kurung yang menjadi sorotan berasal dari artikel Radio Republik Indonesia (RRI) berjudul Yuk Intip Tata Cara Memakai Baju Kurung Tradisional Kepri yang dipublikasikan pada 3 Agustus 2023. Artikel tersebut membahas baju kurung sebagai pakaian tradisional masyarakat Kepulauan Riau sekaligus menampilkan foto yang kemudian dijadikan rujukan.
Pada tahun yang sama, Kemenpar mengutip konten tersebut untuk artikel berjudul "Baju Kurung" di Indonesia.travel sebagai bagian dari promosi wastra Nusantara asal Provinsi Kepulauan Riau.
Setelah isu tersebut mencuat, tim Kemenpar melakukan penelusuran lanjutan. Hasilnya, foto serupa ditemukan telah digunakan secara luas oleh berbagai penjual di platform e-commerce seperti Lazada, Shopee, dan Tokopedia, termasuk toko-toko yang beroperasi di wilayah Jabodetabek.
Berdasarkan informasi dari para penjual di marketplace, produk baju kurung yang ditampilkan disebut merupakan hasil produksi Indonesia.
Baju Kurung Bagian dari Warisan Budaya Melayu
Kemenpar menegaskan bahwa baju kurung, termasuk model Cekak Musang dan Teluk Belanga, merupakan busana tradisional masyarakat Melayu di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Busana tersebut berkembang dari akar budaya Melayu yang tersebar di berbagai wilayah Asia Tenggara. Karena memiliki asal budaya yang sama, bentuk pakaian tersebut memiliki sejumlah kemiripan dengan busana tradisional di negara lain yang juga mewarisi budaya Melayu.

Meski demikian, setiap negara memiliki sejarah, identitas, penamaan, dan karakteristik budaya yang berkembang secara berbeda sehingga menjadi bagian dari kekayaan budaya masing-masing.
Kementerian Pariwisata menegaskan akan terus menyampaikan informasi mengenai kekayaan budaya Indonesia berdasarkan sumber-sumber yang kredibel sekaligus mendukung pelestarian serta promosi warisan budaya Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Bermula dari Unggahan Media Sosial
Kontroversi ini bermula ketika akun Instagram @asianstoryandheritage pada 21 Juli 2026 mengunggah tangkapan layar laman Indonesia.travel yang menampilkan seorang pria mengenakan baju kurung.
Akun tersebut mengklaim pakaian yang digunakan dalam foto berasal dari sebuah merek asal Malaysia. Unggahan itu kemudian memicu perbincangan di media sosial hingga akhirnya mendapat tanggapan resmi dari Kementerian Pariwisata.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)