KULINER

Kuliner Jepang Halal Kian Diminati di Indonesia

Elang Riki Yanuar
Selasa 10 Maret 2026 / 08:06
Ringkasnya gini..
  • Ombilin Global Food membuka gerai flagship di Jakarta sebagai bagian dari upaya memperluas akses kuliner Jepang halal di Indonesia.
  • Kuliner Jepang halal makin diminati di Indonesia, didorong inovasi menu dan kolaborasi dengan chef Michelin Star Shota Saka.
  • Pasar Indonesia dinilai potensial untuk kuliner Jepang halal, sekaligus menjadi pijakan ekspansi ke Jepang, Prancis, dan Kanada.
Jakarta: Upaya memperluas akses terhadap kuliner Jepang halal di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan khas Negeri Sakura. Salah satu langkah terbaru datang dari Ombilin Global Food yang merayakan satu tahun kehadiran Salmon Noodle 3.0 Halal Label di Indonesia.

Perayaan tersebut sekaligus ditandai dengan pembukaan gerai flagship Salmon Noodle 3.0 Halal Label di Pacific Place Mall lantai 4, Jakarta. Kehadiran gerai ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan brand tersebut setelah diperkenalkan di Indonesia pada 2025.

Salmon Noodle 3.0 Halal Label merupakan hasil kolaborasi dengan Shota Saka, chef asal Jepang sekaligus pendiri konsep asli Salmon Noodle 3.0 yang telah meraih penghargaan Michelin Star. Konsep ini dikenal sebagai ramen bergaya Prancis yang kemudian diadaptasi menjadi versi halal agar dapat dinikmati oleh lebih banyak masyarakat.

Chief Executive Officer Ombilin Global Food, Budi Isman, menilai Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar bagi konsep kuliner Jepang halal. Ia menyebut bahwa minat masyarakat terhadap makanan Jepang sangat tinggi, sementara standar halal menjadi faktor penting bagi banyak konsumen.

“Kami berfokus membangun konsep F&B halal premium yang memiliki potensi untuk berkembang secara global. Kami melihat Indonesia merupakan benchmark market yang tepat bagi Salmon Noodle 3.0 Halal Label, selain karena kuliner Jepang sudah sangat digemari oleh masyarakat, dan juga standar halal di Indonesia telah menjadi syarat utama bagi kebanyakan orang," katanya. 

Ia menambahkan bahwa perjalanan satu tahun pertama menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Brand tersebut berhasil membuka beberapa cabang dan terus memperluas jangkauan pasar di Indonesia.

"Di tahun pertama kami beroperasi, kami berhasil membangun momentum dengan membuka empat cabang, dan pada hari ini kami secara resmi membuka outlet kelima dan merupakan gerai flagship dan yang terbesar. Pencapaian ini memberikan kami keyakinan untuk melanjutkan ekspansi ke Cikarang dan Surabaya, serta mempersiapkan langkah ekspansi internasional ke sejumlah negara seperti Jepang, Prancis, dan Kanada," jelasnya.

Pengembangan Salmon Noodle 3.0 Halal Label sendiri tidak dilakukan secara instan. Chef Shota Saka mengungkapkan bahwa proses adaptasi halal membutuhkan riset dan pengembangan yang cukup panjang agar kualitas rasa tetap terjaga.

“Menciptakan versi halal dari Salmon Noodle 3.0 membutuhkan riset dan pengembangan selama satu tahun penuh. Proses dalam mendapatkan sertifikasi halal ini bukan sekadar mengganti bahan-bahan makanan, tetapi juga menata ulang teknik memasak, proses, hingga setiap detail di dapur agar selaras dengan prinsip halal," kata kata Chef peraih Michelin Star sekaligus pendiri Salmon Noodle 3.0, Shota Saka.

"Proses ini merupakan tantangan yang sekaligus memperdalam apresiasi saya terhadap teknik kuliner, dan pada akhirnya memperluas kreativitas saya untuk kemudian menciptakan berbagai interpretasi menu yang disesuaikan dengan preferensi pasar lokal," lanjutnya. 

Hasil dari pengembangan tersebut terlihat dari respons positif para penikmat kuliner di Indonesia. Salah satu menu yang cukup populer adalah Premium Truffle Cheese Salmon Noodle yang menawarkan perpaduan rasa gurih dan tekstur yang berlapis.

Menu ini menghadirkan kombinasi daging wagyu dan salmon yang juicy dengan tambahan black caviar di atasnya. Sentuhan minyak truffle dan kuah salmon memberikan rasa umami yang kuat, menciptakan pengalaman kuliner yang kaya dalam setiap suapan.

Kehadiran konsep halal dalam kuliner Jepang juga sejalan dengan tren global yang semakin terbuka terhadap standar halal. Saat ini halal tidak hanya dipahami sebagai aturan keagamaan, tetapi juga sebagai simbol kualitas, transparansi, dan standar kebersihan dalam industri makanan.

Motoaki Komiya dari Departemen Agriculture & Food Affairs Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia menilai kolaborasi kuliner seperti ini memiliki peran penting dalam mempererat hubungan kedua negara.

"Kuliner selama ini menjadi jembatan penting dalam mempererat hubungan budaya antara Jepang dan Indonesia. Semakin kuatnya kehadiran masakan Jepang di Indonesia mencerminkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap kekayaan tradisi dan keahlian kuliner Jepang. Kami menyambut baik kolaborasi seperti ini, yang membuka kesempatan bagi lebih banyak masyarakat untuk mengenal dan mengapresiasi warisan kuliner Jepang," tutupnya.







 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(ELG)

MOST SEARCH