KULINER

Glow Up Kuliner Padang: Dari Nasional Menuju Panggung UNESCO

Yatin Suleha
Minggu 10 Mei 2026 / 19:43
Ringkasnya gini..
  • Kemenekraf mendukung visi Kota Padang menjadi pusat kuliner nasional.
  • Pemerintah pusat berkomitmen mendampingi daerah mengoptimalkan identitas kreatif guna mendongkrak reputasi ekonomi kreatif nasional di kancah dunia.
  • Jika berhasil masuk dalam jaringan UCCN, Padang akan menyusul kota-kota kreatif Indonesia lainnya yang telah diakui UNESCO.
Jakarta: Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) lagi kasih dukungan penuh nih buat visi Kota Padang jadi pusat kuliner nasional. Langkah keren ini diambil buat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif kita, terutama di subsektor kuliner yang emang udah jadi andalan.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, bilang kalau ambisi bikin Padang jadi pusat kuliner nasional ini bakal makin mempertegas identitas daerahnya sebagai surga gastronomi yang super beragam.

"Melalui kolaborasi ini, kita ingin memastikan bahwa kekayaan gastronomi Minangkabau tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga mampu memenuhi standar global dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat," ujar Menteri Ekraf dalam audiensi bersama Pemerintah Kota Padang di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (7/5).
 
Kementerian Ekraf juga menyambut positif kesiapan Kota Padang untuk mewakili Indonesia sebagai kandidat City of Gastronomy UNESCO tahun 2027. 

Pemerintah pusat berkomitmen mendampingi daerah mengoptimalkan identitas kreatif guna mendongkrak reputasi ekonomi kreatif nasional di kancah dunia.

"Sinergi ini adalah komitmen kita bersama untuk mengawal seleksi nominasi UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027. Kami akan mendampingi Pemerintah Kota Padang agar persiapan teknis serta dokumen yang disusun sesuai dengan standar internasional UNESCO," tegas Menteri Ekraf.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Padang, Fadly Amran mengapresiasi masukan Kementerian Ekraf untuk ikut mengawal seleksi nominasi UCCN 2027. 


(Kementerian Ekraf juga menyambut positif kesiapan Kota Padang untuk mewakili Indonesia sebagai kandidat City of Gastronomy UNESCO tahun 2027. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Ia juga memaparkan kekuatan warisan budaya (cultural heritage) seperti rendang, sate padang, hingga gulai dan sambal lado, juga tradisi sosial makan bajamba, serta akulturasi budaya urang padang jalan barampek sebagai modal utama menjadi City of Gastronomy.

"Kementerian Ekraf memberikan dukungan yang sangat krusial bagi kami untuk meningkatkan standar ekosistem kuliner berkelanjutan, mengingat Padang memiliki kekayaan kuliner yang lengkap dan telah diakui oleh dunia,” ungkapnya.

Audiensi Kementerian Ekraf bersama Pemkot Padang bertujuan untuk melakukan koordinasi pasca-adendum Berita Acara Hasil Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) Kota Padang yang kini berfokus pada subsektor kuliner per Februari 2026.
 
Pertemuan ini juga mencakup permohonan pendampingan untuk mengikuti tahapan seleksi UCCN 2027, mulai dari sosialisasi, pengisian dossier, hingga seleksi administrasi dan substansi.

Jika berhasil masuk dalam jaringan UCCN, Padang akan menyusul kota-kota kreatif Indonesia lainnya yang telah diakui UNESCO, seperti Pekalongan, Surakarta dan Ponorogo (kota kerajinan dan kesenian), Bandung (kota desain), Ambon (kota musik), Jakarta (kota literasi), serta Malang (kota kreatif seni media).

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH