FAMILY

Bayi Udah Boleh Makan Keju Belum Sih? Cek Faktanya di Sini!

Yatin Suleha
Senin 09 Februari 2026 / 13:18
Ringkasnya gini..
  • Sebagian besar bayi sebenarnya sudah dapat mulai mengonsumsi keju yang bertekstur lebih lembut.
  • Keju termasuk salah satu pilihan makanan yang sehat untuk bayi karena mengandung berbagai zat gizi penting.
  • Perlu diperhatikan bahwa keju juga termasuk salah satu makanan yang berisiko menyebabkan tersedak pada bayi.
Jakarta: Sebagian besar bayi sebenarnya sudah dapat mulai mengonsumsi keju yang bertekstur lebih lembut setelah mereka terbiasa mengunyah atau menggigit makanan padat lainnya.

Tahap ini umumnya terjadi ketika bayi berada pada rentang usia sekitar 6 hingga 9 bulan, yaitu saat keterampilan oral-motor mulai berkembang dan kemampuan mengolah makanan di dalam mulut menjadi lebih baik.

Dilansir dari BabyCenter, keju termasuk salah satu pilihan makanan yang sehat untuk bayi karena mengandung berbagai zat gizi penting. Makanan ini kaya akan protein dan kalsium yang berperan dalam pertumbuhan tulang dan jaringan tubuh.
 
Selain itu, keju juga mengandung fosfor serta vitamin B12 dan vitamin A yang mendukung perkembangan sistem saraf, sel darah, dan penglihatan.

Meski demikian, perlu diperhatikan bahwa keju juga termasuk salah satu makanan yang berisiko menyebabkan tersedak pada bayi. Oleh sebab itu, potongan besar keju keras sebaiknya tidak diberikan, terutama pada tahap awal pengenalan makanan padat.
 

Jenis keju terbaik untuk bayi



(Keju yang aman untuk MPASI adalah jenis full-fat (tinggi lemak) dan sudah dipasteurisasi, seperti Cheddar, Mozzarella, Ricotta, Cream Cheese, atau merek khusus bayi seperti Belcube (rasa tawar/rendah garam). Foto: Ilustrasi/Freepik.com)

Jenis keju yang paling sesuai untuk bayi yang baru mulai makan makanan padat adalah keju dengan tekstur lembut dan mudah hancur di dalam mulut.

Beberapa pilihan yang umum direkomendasikan meliputi mozzarella segar, ricotta, keju kambing yang lembut, serta berbagai jenis keju lunak lainnya. Keju yang lebih keras, seperti cheddar, dapat mulai diperkenalkan ketika bayi sudah semakin terampil mengunyah.

Beberapa jenis keju olahan, seperti keju Amerika, umumnya mengandung kadar natrium yang tinggi dan nilai gizi yang lebih rendah.

Oleh karena itu, sebaiknya dipilih keju yang minim proses pengolahan dan memiliki kandungan natrium rendah. Keju rendah lemak juga sebaiknya dihindari, karena bayi membutuhkan asupan lemak sehat yang cukup untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tubuh secara optimal.

Keju yang diberikan kepada bayi harus dipastikan berasal dari susu yang telah dipasteurisasi. Informasi ini biasanya tercantum pada label produk.

Keju yang dibuat dari susu mentah atau susu yang tidak dipasteurisasi tidak aman untuk bayi, karena berisiko terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes, yaitu bakteri penyebab penyakit bawaan makanan yang dapat berakibat fatal, terutama pada bayi.
 
Sebagian besar keju yang dijual di toko-toko telah melalui proses pasteurisasi. 

Namun, jika membeli keju impor atau keju buatan lokal dari pasar petani, sebaiknya dipastikan terlebih dahulu apakah keju tersebut telah dipasteurisasi sebelum diberikan kepada bayi.
 

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH