COMMUNITY

Populasi Kian Tergerus, 1.000 Kamera Terpasang untuk Pantau Macan Tutul Jawa

Aulia Putriningtias
Rabu 06 Mei 2026 / 05:26
Ringkasnya gini..
  • Macan tutul jawa merupakan salah satu satwa endemik yang dilindungi secara hukum di Indonesia.
  • Namun, populasinya kian tergerus tahun demi tahun.
  • Keberadaan populasi satwa ini kian menyusut karena beberapa hal. Mulai dari fragmentasi habitat hingga konflik dengan manusia.
Jakarta: Macan tutul jawa merupakan salah satu satwa endemik yang dilindungi secara hukum di Indonesia. Namun, populasinya kian tergerus tahun demi tahun.

Keberadaan populasi satwa ini kian menyusut karena beberapa hal. Mulai dari fragmentasi habitat hingga konflik dengan manusia. Data dari Kementerian Kehutanan mencatat hanya sekitar 350 macan tutul jawa dewasa tersebar dan saling terisolasi.

Untuk melindungi sisa-sisa satwa endemik ini, menghadirkan Java Wide Leopard Survey (JWLS) yang digerakkan oleh praktisi, pemerintah, dan tujuh mitra swasta, termasuk Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF).
 
Hingga 2025, telah dipasangnya 600 kamera pengintai di 1.160 titik. JWLS pun telah mengidentifikasi sedikitnya 34 individu macan tutul jawa, terdiri dari 11 jantan dan 23 betina.

"Konservasi bukan hanya soal menanam pohon, tetapi juga menjaga kualitas tanah, air, konektivitas hutan, serta kelangsungan satwa liar di dalamnya," kata Program Director BLDF, Jemmy Chayadi, dalam diskusi "Melindungi Sang Predator Puncak: Sinergi Pelestarian Macan Tutul Jawa” di Jakarta, Kamis lalu.


(BLDF mendorong agar pelestarian macan tutul jawa tidak hanya menjadi agenda konservasi, tetapi juga gerakan bersama yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Foto: Dok. Medcom.id/Aulia Putriningtias)

Sementara itu, Direktur Yayasan SINTAS Indonesia, Hariyo T. Wibisono berserta pihaknya telah memasang hingga 1.000 kamera pengintai di berbagai hutan di Pulau Jawa. Data tersebut akan digunakan sebagai dasar penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) yang lebih komprehensif. 

Hariyo mengingatkan bahwa pelestarian tidak cukup hanya mengandalkan data. Diperlukan juga upaya membangun hubungan yang lebih harmonis antara manusia dan alam.
 
Melalui kegiatan ini, BLDF mendorong agar pelestarian macan tutul jawa tidak hanya menjadi agenda konservasi, tetapi juga gerakan bersama yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Dengan dukungan data yang semakin kuat dan kolaborasi yang berkelanjutan, upaya menjaga spesies kunci ini diharapkan dapat berkontribusi pada keberlanjutan ekosistem hutan di Pulau Jawa secara keseluruhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH