KULINER
Tak Cuma Fokus dengan Alpukat, Desa Japan Kenalkan Lebih Luas Kopi Muria
Aulia Putriningtias
Rabu 11 Februari 2026 / 14:02
- Kopi Muria sendiri memiliki rasa seperti robusta.
- Penanamannya pun berada di lereng Gunung Muria.
- Kopi muria sendiri merupakan salah satu jenis tanaman MPTS.
Jakarta: Desan Japan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terkenal dengan alpukat menteganya. Namun, sekarang ini tak hanya fokus terhadap buah hijau tersebut, melainkan mengenalkan lebih luas Kopi Muria.
Bertemu langsung dengan Ketua Konservasi Muria (PEKA MURIA), Teguh Budi Wiyono, menjelaskan berbagai ekspansi Kopi Muria yang kian meluas. Sejak tahun 2012, Teguh suda mengamankan perihal kopi muria yang enak. Perlahan-lahan, Kopi Muria dibawa hingga naik level.
"Sebelum tahun 2012 memang kopi muria itu tidak ada. (Lama-lama) Mulai naik, naik, dan sekarang sudah mulai terkenal, ya. Kopi muria itu ada," papar Teguh saat diwawancarai lansung oleh tim Medcom.id di acara Seremoni Penutupan One Action One Tree 2025 dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation di Kudus, Jawa Tengah, Selasa, 10 Februari 2026. Kopi Muria sendiri memiliki rasa seperti robusta, tetapi juga ada yang arabika walaupun terbatas. Penanamannya pun berada di lereng Gunung Muria. Teguh mengatakan bahwa setelah diminum atau seruput, kopi muria menghasilkan rasa yang cenderung manis.

Ketua PEKA MURIA - Teguh Budi Wiyono. Dok. Aulia/Medcom
"Kalau dari rasa mungkin karena muria itu banyak kaliumnya, after-tastenya lebih manis. Jadi, kalau yang lain lebih asam, kalau sini lebih manis," ungkap Teguh.
Kopi muria sendiri merupakan salah satu jenis tanaman MPTS atau multipurpose tree species (MPTS) yang merupakan komoditas unggulan yang ditanam dengan sistem warga-tani (agroforestri). Melalui sistem agroforestri, tanaman dan pohon penaung menjaga ekosistem, sekaligus memulihkan kawasan kritis.
"Inisiatif ini menyatukan penguatan eknomi petani dengan mitiasi bencana ekologis jangka panjang," ungkap Mutiara Diah Asmara selaku Director Communication Djarum Foundation.
Penanaman 60.321 bibit multipurpose tree species (MPTS) dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation, hasil konservasi kumulatif aktivitas bersepeda dengan total 67.941 kilometer, aktivit lari sejauh 31.051 kilometer dan 525 konten media sosial. Penanaman ini bermitra dengan PEKA MURIA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Bertemu langsung dengan Ketua Konservasi Muria (PEKA MURIA), Teguh Budi Wiyono, menjelaskan berbagai ekspansi Kopi Muria yang kian meluas. Sejak tahun 2012, Teguh suda mengamankan perihal kopi muria yang enak. Perlahan-lahan, Kopi Muria dibawa hingga naik level.
"Sebelum tahun 2012 memang kopi muria itu tidak ada. (Lama-lama) Mulai naik, naik, dan sekarang sudah mulai terkenal, ya. Kopi muria itu ada," papar Teguh saat diwawancarai lansung oleh tim Medcom.id di acara Seremoni Penutupan One Action One Tree 2025 dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation di Kudus, Jawa Tengah, Selasa, 10 Februari 2026. Kopi Muria sendiri memiliki rasa seperti robusta, tetapi juga ada yang arabika walaupun terbatas. Penanamannya pun berada di lereng Gunung Muria. Teguh mengatakan bahwa setelah diminum atau seruput, kopi muria menghasilkan rasa yang cenderung manis.

Ketua PEKA MURIA - Teguh Budi Wiyono. Dok. Aulia/Medcom
"Kalau dari rasa mungkin karena muria itu banyak kaliumnya, after-tastenya lebih manis. Jadi, kalau yang lain lebih asam, kalau sini lebih manis," ungkap Teguh.
Kopi muria sendiri merupakan salah satu jenis tanaman MPTS atau multipurpose tree species (MPTS) yang merupakan komoditas unggulan yang ditanam dengan sistem warga-tani (agroforestri). Melalui sistem agroforestri, tanaman dan pohon penaung menjaga ekosistem, sekaligus memulihkan kawasan kritis.
"Inisiatif ini menyatukan penguatan eknomi petani dengan mitiasi bencana ekologis jangka panjang," ungkap Mutiara Diah Asmara selaku Director Communication Djarum Foundation.
Penanaman 60.321 bibit multipurpose tree species (MPTS) dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation, hasil konservasi kumulatif aktivitas bersepeda dengan total 67.941 kilometer, aktivit lari sejauh 31.051 kilometer dan 525 konten media sosial. Penanaman ini bermitra dengan PEKA MURIA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)