COMMUNITY
Komitmen Keberlanjutan BLDF dengan Penanaman 60 Ribu Lebih Bibit Pohon di Lereng Muria
Aulia Putriningtias
Kamis 12 Februari 2026 / 12:08
- Konversi gerakan digital One Action One Tree (OAOT)
- BLDF melengkapi program dengan pelatihan pengolahan kopi pascapanen.
- 20 relawan dan petani kopi secara konsisten menanam.
Kudus: Gerakan untuk terus menghijaukan bumi terus dilakukan. Salah satunya adalah melalui konversi gerakan digital One Action One Tree (OAOT) dalam menghasilkan bibit multipurpose trree species atau MPTS di kawasan Lereng Muria, Kabupaten Kudus.
Gerakan ini dilakukan oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundaton (BLDF) dalam pelestarian lingkungan kembali diwujudkan melalui penanaman 60.321 bibit MPTS. Bibit yang berhasil terkumpul dari gerakan OAOT selama dua bulan terakhir, yang akan ditanam secara bertahap di kawasan lereng Muria.
Bekerja sama dengan petani kopi muria, bibit pohon dirawat hingga memberikan nilai ekonomi. Sehigga, inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada pemulihan ekosistem lereng Muria, tetapi juga membuka peluang penghidupan keberlanjutan bagi petani setempat.
Kawasan lereng Muria sendiri dikenal sebagai wilayah strategis dengan fungsi ekologis penting sebagai kawasan resapan air dan penyangga ekosistem. Sistem agroforestri Kopi Muria yang dikembangkan masyarakat setempat berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan, menekan risiko erosi, sekaligus menopang keberlanjutan penghidupan petani kopi.
"Melalui OAOT, kami ingin mendorong generasi muda untuk terlibat aktif dalam gerakan lingkungan yang tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat," ungkap Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara saat acara penutupan OAOT 2025 di Balai Desa Japan, Kudus, Jawa Tengah, Selasa, 10 Februari 2026.

Gerakan (BLDF) ini dalam pelestarian lingkungan kembali diwujudkan melalui penanaman 60.321 bibit MPTS. Dok. Aulia/Medcom
Mutiara menambahkan BLDF melengkapi program dengan pelatihan pengolahan kopi pascapanen, praktik manual brew, serta sesi pendekatan kreatif dalam pemasaran kopi melalui media sosial. Pendekatan ini untuk mengenalkan kopi muria lebih luas lagi.
Ketua Yayasan Penggiat Konservasi Muria (PEKA Muria) Teguh Budi Wiyono mengatakan bahwa sejak 2021, Teguh bersama 20 relawan dan petani kopi secara konsisten menanam dan merawat pohon di kawasan lereng Muria. Hal ini berawal dari kekhawatiran kondisi kawasan Muria, terutama sekitar sumber mata air.
“Awalnya kami khawatir melihat kondisi Muria, terutama di sekitar sumber mata air yang mulai terbuka dan rawan. Dari situ kami mulai menanam bersama warga dan relawan. Pelan-pelan, tapi rutin,” papar Teguh.
Namun, karena dukungan dari beberapa pihak, serta bantuan bibit dari BLDF, membantu para petani untuk memperluas penanaman. Harapan Teguh, pohon-pohon ini bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi petani, supaya Muria tetap lestari dan tetap menghidupi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Gerakan ini dilakukan oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundaton (BLDF) dalam pelestarian lingkungan kembali diwujudkan melalui penanaman 60.321 bibit MPTS. Bibit yang berhasil terkumpul dari gerakan OAOT selama dua bulan terakhir, yang akan ditanam secara bertahap di kawasan lereng Muria.
Bekerja sama dengan petani kopi muria, bibit pohon dirawat hingga memberikan nilai ekonomi. Sehigga, inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada pemulihan ekosistem lereng Muria, tetapi juga membuka peluang penghidupan keberlanjutan bagi petani setempat.
Kawasan lereng Muria sendiri dikenal sebagai wilayah strategis dengan fungsi ekologis penting sebagai kawasan resapan air dan penyangga ekosistem. Sistem agroforestri Kopi Muria yang dikembangkan masyarakat setempat berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan, menekan risiko erosi, sekaligus menopang keberlanjutan penghidupan petani kopi.
"Melalui OAOT, kami ingin mendorong generasi muda untuk terlibat aktif dalam gerakan lingkungan yang tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat," ungkap Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara saat acara penutupan OAOT 2025 di Balai Desa Japan, Kudus, Jawa Tengah, Selasa, 10 Februari 2026.

Gerakan (BLDF) ini dalam pelestarian lingkungan kembali diwujudkan melalui penanaman 60.321 bibit MPTS. Dok. Aulia/Medcom
Mutiara menambahkan BLDF melengkapi program dengan pelatihan pengolahan kopi pascapanen, praktik manual brew, serta sesi pendekatan kreatif dalam pemasaran kopi melalui media sosial. Pendekatan ini untuk mengenalkan kopi muria lebih luas lagi.
Ketua Yayasan Penggiat Konservasi Muria (PEKA Muria) Teguh Budi Wiyono mengatakan bahwa sejak 2021, Teguh bersama 20 relawan dan petani kopi secara konsisten menanam dan merawat pohon di kawasan lereng Muria. Hal ini berawal dari kekhawatiran kondisi kawasan Muria, terutama sekitar sumber mata air.
“Awalnya kami khawatir melihat kondisi Muria, terutama di sekitar sumber mata air yang mulai terbuka dan rawan. Dari situ kami mulai menanam bersama warga dan relawan. Pelan-pelan, tapi rutin,” papar Teguh.
Namun, karena dukungan dari beberapa pihak, serta bantuan bibit dari BLDF, membantu para petani untuk memperluas penanaman. Harapan Teguh, pohon-pohon ini bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi petani, supaya Muria tetap lestari dan tetap menghidupi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)