FITNESS & HEALTH
Makan Daging Tanpa Overthink Kolesterol? Gas ke 5 Tips Ini!
Mia Vale
Minggu 22 Maret 2026 / 12:27
- Menu khas Lebaran, tak lepas dari daging, entah itu daging semur atau rendang.
- Nikmat memang, tapi, seseorang dengan kadar kolesterol tinggi disarankan menghindari makan daging karena khawatir kolesterolnya akan meningkat.
- Sebaiknya jangan berlebihan saat mengonsumsi hidangan Lebaran.
Jakarta: Menu khas Lebaran, tak lepas dari daging, entah itu daging semur atau rendang. Nikmat memang, tapi, seseorang dengan kadar kolesterol tinggi disarankan menghindari makan daging karena khawatir kolesterolnya akan meningkat.
Perlu diketahui, setiap orang memiliki kolesterol dalam tubuhnya. Bahkan zat ini punya fungsi penting dan bisa ditemukan dalam semua sel di tubuh. Tubuh dapat memroduksi kolesterol sendiri melalui organ hati.
Daging memang banyak mengandung nutrisi yang menyehatkan tubuh, tapi juga sarat akan lemak tak jenuh yang bisa memicu kolesterol jahat (low-density lipoprotein/LDL), lho.
Oleh sebab itu, sebaiknya jangan berlebihan saat mengonsumsinya. Eits, sebenarnya ada trik untuk mengonsumsi daging tanpa mesti harus takut meningkatnya kolesterol dalam tubuh. Penasaran? Begini tips sederhana dari Halodoc!
Lemak jenuh seperti yang terkandung dalam daging sapi merupakan lemak yang perlu dibatasi. Jadi, bila ingin mengonsumsi daging sapi, pilihlah bagian tenderloin atau daging has tanpa lemak yang cepat empuk. Yang perlu diingat, batasilah konsumsi daging ini, tidak lebih dari 180 gram sehari.
Pengolahannya pun harus diperhatikan, bisa dengan dipanggang, bakar, kukus, atau tumis dengan sedikit lemak. Dan gunakan panci berlapis bahan anti-lengket.
Di samping itu, kamu juga bisa menggunakan sedikit minyak sayur sebagai pengganti mentega atau masak masakan dengan kaldu ataupun jus buah dan sayuran.
.jpg)
(Konsumsi rutin sayur-sayuran brokoli, bayam, terong, okra, kale, kangkung, sawi, wortel, dan bawang-bawangan membantu menjaga kesehatan jantung dan mengendalikan lemak darah. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Cobalah kombinasikan sayuran ke dalam olahan daging. Kata ahli, sayuran yang dipadukan dengan daging merah bisa membantu mengurangi senyawa berbahaya saat proses pencernaan.
Contohnya, campurkan kol, tomat, bayam, atau sayuran hijau lainnya ke dalam olahan daging. Cara ini dinilai baik untuk mengurangi kadar kolesterol. Atau, tambahkan rempah-rempah dan bumbu lainnya.
Pasalnya, beberapa rempah ternyata juga bisa membantu untuk menurunkan kolesterol. Misal, bawang putih yang bisa menurunkan LDL dan trigliserida hingga 20 miligrams/deciliter.
Memasak daging yang dicampur dengan santan kental memang amat menggoda, seperti rendang atau gulai. Namun, bagi kamu yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan kolesterol, ada baiknya untuk membatasi asupan makanan ini.
Alternatifnya, kamu bisa kok mengolah daging dengan membuat semur atau sop. Atau bila ingin memasak tongseng, jangan menambah santan kental ke dalamnya. Sebagai gantinya, kamu bisa mencampurkan santan encer ke dalam masakan tersebut untuk menambah rasa gurih.
Kandungan pektin dalam apel - serat larut - mampu menurunkan kadar LDL. Sebab, LDL yang bereaksi dengan radikal bebas bisa meningkatkan proses peradangan dan pembentukan plak di arteri. Selain itu, apel juga kaya akan polifenol, zat anti-oksidan yang ada di kulit apel untuk memperlambat oksidasi LDL.
Buah ini cukup ampuh untuk membantu penurunan penyerapan kolesterol dalam darah. Pasalnya, fitosterol yang terkandung di dalam delima bisa menghambat penyerapan kolesterol dan meningkatkan pengeluaran garam empedu.
Nah, ketika garam empedu berkurang, otomatis kolesterol yang ada di hati dan pembuluh darah juga akan berkurang. Pasalnya, garam empedu itu bahan dasarnya adalah kolesterol.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Perlu diketahui, setiap orang memiliki kolesterol dalam tubuhnya. Bahkan zat ini punya fungsi penting dan bisa ditemukan dalam semua sel di tubuh. Tubuh dapat memroduksi kolesterol sendiri melalui organ hati.
Daging memang banyak mengandung nutrisi yang menyehatkan tubuh, tapi juga sarat akan lemak tak jenuh yang bisa memicu kolesterol jahat (low-density lipoprotein/LDL), lho.
Baca Juga :
5 Bumbu Dapur yang Bantu Turunkan Kolesterol
Oleh sebab itu, sebaiknya jangan berlebihan saat mengonsumsinya. Eits, sebenarnya ada trik untuk mengonsumsi daging tanpa mesti harus takut meningkatnya kolesterol dalam tubuh. Penasaran? Begini tips sederhana dari Halodoc!
1. Daging tanpa lemak
Lemak jenuh seperti yang terkandung dalam daging sapi merupakan lemak yang perlu dibatasi. Jadi, bila ingin mengonsumsi daging sapi, pilihlah bagian tenderloin atau daging has tanpa lemak yang cepat empuk. Yang perlu diingat, batasilah konsumsi daging ini, tidak lebih dari 180 gram sehari.
Pengolahannya pun harus diperhatikan, bisa dengan dipanggang, bakar, kukus, atau tumis dengan sedikit lemak. Dan gunakan panci berlapis bahan anti-lengket.
Di samping itu, kamu juga bisa menggunakan sedikit minyak sayur sebagai pengganti mentega atau masak masakan dengan kaldu ataupun jus buah dan sayuran.
2. Kombinasikan dengan sayuran
.jpg)
(Konsumsi rutin sayur-sayuran brokoli, bayam, terong, okra, kale, kangkung, sawi, wortel, dan bawang-bawangan membantu menjaga kesehatan jantung dan mengendalikan lemak darah. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Cobalah kombinasikan sayuran ke dalam olahan daging. Kata ahli, sayuran yang dipadukan dengan daging merah bisa membantu mengurangi senyawa berbahaya saat proses pencernaan.
Contohnya, campurkan kol, tomat, bayam, atau sayuran hijau lainnya ke dalam olahan daging. Cara ini dinilai baik untuk mengurangi kadar kolesterol. Atau, tambahkan rempah-rempah dan bumbu lainnya.
Pasalnya, beberapa rempah ternyata juga bisa membantu untuk menurunkan kolesterol. Misal, bawang putih yang bisa menurunkan LDL dan trigliserida hingga 20 miligrams/deciliter.
3. Hindari penggunaan santan kental
Memasak daging yang dicampur dengan santan kental memang amat menggoda, seperti rendang atau gulai. Namun, bagi kamu yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan kolesterol, ada baiknya untuk membatasi asupan makanan ini.
Alternatifnya, kamu bisa kok mengolah daging dengan membuat semur atau sop. Atau bila ingin memasak tongseng, jangan menambah santan kental ke dalamnya. Sebagai gantinya, kamu bisa mencampurkan santan encer ke dalam masakan tersebut untuk menambah rasa gurih.
4. Rutin mengonsumsi apel
Kandungan pektin dalam apel - serat larut - mampu menurunkan kadar LDL. Sebab, LDL yang bereaksi dengan radikal bebas bisa meningkatkan proses peradangan dan pembentukan plak di arteri. Selain itu, apel juga kaya akan polifenol, zat anti-oksidan yang ada di kulit apel untuk memperlambat oksidasi LDL.
5. Konsumsi buah delima
Buah ini cukup ampuh untuk membantu penurunan penyerapan kolesterol dalam darah. Pasalnya, fitosterol yang terkandung di dalam delima bisa menghambat penyerapan kolesterol dan meningkatkan pengeluaran garam empedu.
Nah, ketika garam empedu berkurang, otomatis kolesterol yang ada di hati dan pembuluh darah juga akan berkurang. Pasalnya, garam empedu itu bahan dasarnya adalah kolesterol.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)