FAMILY
First Aid Sunburn Si Kecil Saat Lagi Libur Lebaran 2026: Jangan Lakukan Ini Moms!
Yatin Suleha
Minggu 22 Maret 2026 / 15:19
- Saat kulit anak terbakar matahari, banyak orang langsung mencoba berbagai cara untuk meredakan rasa perihnya.
- Namun, tidak semua cara yang sering dilakukan ternyata aman, untuk kulit yang sedang mengalami sunburn.
- Berikut adalah hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat menangani luka bakar matahari pada anak.
Jakarta: Libur Lebaran 2026 baru saja dimulai ya Sobat Medcom. Buat kamu para Moms yang akan berlibur di lokasi yang banyak terkena sinar matahari sebaiknya memamahi dulu jika si kecil terkena sunburn.
Saat kulit anak terbakar matahari, banyak orang langsung mencoba berbagai cara untuk meredakan rasa perihnya. Namun, tidak semua cara yang sering dilakukan ternyata aman, untuk kulit yang sedang mengalami sunburn.
Beberapa bahan atau tindakan justru bisa membuat iritasi semakin parah, memperlambat proses penyembuhan, bahkan meningkatkan risiko infeksi.
Karena kulit bayi dan balita masih sangat sensitif, penanganan luka bakar matahari perlu dilakukan dengan lebih hati-hati.
Selain itu, penting juga memahami hal-hal yang sebaiknya dihindari, serta tanda-tanda kapan kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan oleh tenaga medis.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah hal-hal yang tidak boleh dilakukan, saat menangani luka bakar matahari.
Pada tahap awal luka bakar matahari, sebaiknya tidak menggunakan produk berbahan petroleum, seperti petroleum jelly. Produk ini dapat menahan panas dan keringat di dalam kulit, sehingga membuat luka bakar terasa lebih panas dan memperburuk kondisinya.
Bahan lain seperti mentega atau minyak, juga sebaiknya tidak digunakan. Petroleum jelly biasanya baru dapat digunakan pada tahap penyembuhan berikutnya.
Semprotan atau salep pertolongan pertama, yang mengandung benzocaine sebaiknya tidak digunakan pada kulit anak, yang terbakar matahari. Zat ini dapat menyebabkan iritasi tambahan pada kulit sensitif, bahkan berpotensi memicu reaksi alergi.
.jpg)
(Saat anak terkena sunburn, hindari sinar matahari langsung dan segera ke dokter jika ada lepuhan, demam, atau nyeri parah. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Jika muncul gelembung kecil pada kulit, sebaiknya tidak dipecahkan karena lepuhan tersebut berfungsi sebagai pelindung alami kulit, selama proses penyembuhan.
Jika lepuhan berukuran besar muncul, cairan di dalamnya bisa dikeluarkan dengan hati-hati menggunakan jarum, yang telah disterilkan. Setelah cairan keluar, bagian atas lepuhan biasanya akan mengempis dan membentuk lapisan pelindung alami pada kulit.
Lapisan ini membantu luka sembuh lebih cepat, dibandingkan jika lepuhan pecah dengan sendirinya. Setelah lepuhan pecah, luka dapat ditutup dengan salep antibiotik, dan perban yang tidak lengket. Kulit mati pada area tersebut, sebaiknya tidak dipotong.
Jika bayi berusia di bawah 12 bulan mengalami luka bakar matahari, sebaiknya segera menghubungi dokter. Kulit bayi yang sangat sensitif, membuat kondisi ini perlu mendapatkan perhatian medis lebih cepat.
Jika balita hanya mengalami luka bakar ringan dengan gejala kulit sedikit kemerahan dan sensitif, biasanya kondisi ini dapat ditangani di rumah. Namun, jika luka bakar terlihat lebih parah, perawatan perlu dilakukan seperti menangani luka bakar serius lainnya.
Selain itu, jika lepuhan pada kulit menunjukkan tanda-tanda infeksi, anak mungkin memerlukan pengobatan seperti antibiotik dari dokter.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Saat kulit anak terbakar matahari, banyak orang langsung mencoba berbagai cara untuk meredakan rasa perihnya. Namun, tidak semua cara yang sering dilakukan ternyata aman, untuk kulit yang sedang mengalami sunburn.
Beberapa bahan atau tindakan justru bisa membuat iritasi semakin parah, memperlambat proses penyembuhan, bahkan meningkatkan risiko infeksi.
Karena kulit bayi dan balita masih sangat sensitif, penanganan luka bakar matahari perlu dilakukan dengan lebih hati-hati.
Selain itu, penting juga memahami hal-hal yang sebaiknya dihindari, serta tanda-tanda kapan kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan oleh tenaga medis.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah hal-hal yang tidak boleh dilakukan, saat menangani luka bakar matahari.
1. Tidak mengoleskan produk berbahan petroleum pada tahap awal
Pada tahap awal luka bakar matahari, sebaiknya tidak menggunakan produk berbahan petroleum, seperti petroleum jelly. Produk ini dapat menahan panas dan keringat di dalam kulit, sehingga membuat luka bakar terasa lebih panas dan memperburuk kondisinya.
Bahan lain seperti mentega atau minyak, juga sebaiknya tidak digunakan. Petroleum jelly biasanya baru dapat digunakan pada tahap penyembuhan berikutnya.
2. Menghindari produk yang mengandung benzocaine
Semprotan atau salep pertolongan pertama, yang mengandung benzocaine sebaiknya tidak digunakan pada kulit anak, yang terbakar matahari. Zat ini dapat menyebabkan iritasi tambahan pada kulit sensitif, bahkan berpotensi memicu reaksi alergi.
3. Tidak memecahkan lepuhan kecil pada kulit
.jpg)
(Saat anak terkena sunburn, hindari sinar matahari langsung dan segera ke dokter jika ada lepuhan, demam, atau nyeri parah. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Jika muncul gelembung kecil pada kulit, sebaiknya tidak dipecahkan karena lepuhan tersebut berfungsi sebagai pelindung alami kulit, selama proses penyembuhan.
4. Menangani lepuhan besar dengan hati-hati
Jika lepuhan berukuran besar muncul, cairan di dalamnya bisa dikeluarkan dengan hati-hati menggunakan jarum, yang telah disterilkan. Setelah cairan keluar, bagian atas lepuhan biasanya akan mengempis dan membentuk lapisan pelindung alami pada kulit.
Lapisan ini membantu luka sembuh lebih cepat, dibandingkan jika lepuhan pecah dengan sendirinya. Setelah lepuhan pecah, luka dapat ditutup dengan salep antibiotik, dan perban yang tidak lengket. Kulit mati pada area tersebut, sebaiknya tidak dipotong.
Kapan perlu menghubungi dokter
- Bayi di bawah 12 bulan
Jika bayi berusia di bawah 12 bulan mengalami luka bakar matahari, sebaiknya segera menghubungi dokter. Kulit bayi yang sangat sensitif, membuat kondisi ini perlu mendapatkan perhatian medis lebih cepat.
- Anak usia 12 bulan ke atas
Jika balita hanya mengalami luka bakar ringan dengan gejala kulit sedikit kemerahan dan sensitif, biasanya kondisi ini dapat ditangani di rumah. Namun, jika luka bakar terlihat lebih parah, perawatan perlu dilakukan seperti menangani luka bakar serius lainnya.
Selain itu, jika lepuhan pada kulit menunjukkan tanda-tanda infeksi, anak mungkin memerlukan pengobatan seperti antibiotik dari dokter.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)