FITNESS & HEALTH
Gak Cuma Ketombe, Ternyata Ini Alasan Kulit Kepala Si Kecil Jadi Bersisik dan Mengelupas
Yatin Suleha
Rabu 15 April 2026 / 20:05
- Melihat kulit kepala si kecil mengelupas dan bersisik memang sering bikin kita khawatir ya.
- Ketombe biasanya mulai terlihat saat masa pubertas, semakin sering dialami pada masa remaja, lalu cenderung berkurang ketika sudah dewasa.
- Berikut adalah beberapa faktor yang dapat berperan dalam munculnya ketombe.
Jakarta: Melihat kulit kepala si kecil mengelupas dan bersisik memang sering bikin kita khawatir ya. Banyak banget yang langsung mengira itu ketombe, padahal sebenarnya ketombe itu jarang banget dialami anak kecil, walaupun memang enggak menutup kemungkinan bisa muncul.
Ketombe biasanya mulai terlihat saat masa pubertas, semakin sering dialami pada masa remaja, lalu cenderung berkurang ketika sudah dewasa.
Penyebab pasti ketombe hingga sekarang belum diketahui secara jelas. Kulit kepala sebenarnya terus memperbarui diri, dengan cara melepaskan sel-sel kulit lama. Dalam kondisi normal, proses ini terjadi secara alami dan hampir tidak terlihat.
Namun, pada kondisi tertentu, pelepasan sel kulit bisa terjadi lebih cepat, sehingga serpihan kulit menjadi terlihat seperti ketombe.
Ketombe sendiri dikenal sebagai bentuk ringan dari dermatitis seboroik, yaitu kondisi kulit yang cukup umum terjadi pada kulit kepala. Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah beberapa faktor yang dapat berperan dalam munculnya ketombe.
Kulit kepala menghasilkan minyak alami untuk menjaga kelembapan. Pada beberapa kasus, produksi minyak yang terlalu banyak diduga dapat memicu munculnya serpihan kulit, meskipun hubungan ini belum sepenuhnya terbukti secara ilmiah.
.jpg)
(Pertumbuhan jamur Malassezia yang berlebihan adalah penyebab utama dermatitis seboroik dan ketombe, yang memicu kulit kepala bersisik, gatal, kemerahan, dan berkerak. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
Jamur bernama Malassezia secara alami hidup di kulit kepala. Jika jumlahnya meningkat terlalu banyak, pelepasan sel kulit bisa terjadi lebih cepat. Akibatnya, serpihan putih atau abu-abu dapat terlihat pada rambut atau kulit kepala.
Kulit yang terlalu kering, terlalu berminyak, atau mudah iritasi juga dapat menyebabkan pengelupasan pada kulit kepala.
Menggunakan sampo dalam jumlah berlebihan dan tidak membilas rambut, dengan bersih dapat meninggalkan sisa sampo di kulit kepala. Sisa sampo yang mengering, bisa terlihat seperti serpihan ketombe. Menggunakan sampo dalam jumlah kecil, sekitar seukuran koin atau kurang, biasanya sudah cukup untuk membersihkan rambut anak.
Rambut yang tidak dicuci secara teratur, dapat menyebabkan minyak dan sel kulit mati menumpuk di kulit kepala, sehingga memicu munculnya serpihan.
Paparan sinar matahari berlebihan, juga dapat membuat kulit kepala mengelupas. Risiko ini dapat dikurangi dengan membatasi paparan sinar matahari, serta menggunakan pelindung seperti topi saat berada di luar ruangan.
Beberapa penyakit kulit seperti eksim atau psoriasis, dapat menyebabkan kulit menjadi bersisik, termasuk pada bagian kulit kepala.
Infestasi kutu dapat menimbulkan rasa gatal yang kuat pada kulit kepala. Garukan yang sering terjadi dapat menyebabkan kulit menjadi terkelupas.
Jika pengelupasan kulit kepala terjadi pada bayi berusia di bawah 12 bulan, kemungkinan besar kondisi tersebut adalah cradle cap. Kondisi ini sangat umum pada bayi, dan juga merupakan bentuk dari dermatitis seboroik.
Namun, ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan. Jika pengelupasan kulit kepala disertai kerontokan rambut pada area tertentu, dan pembengkakan kelenjar getah bening, kondisi tersebut bisa menjadi tanda kurap pada kulit kepala, yaitu infeksi jamur yang memerlukan penanganan medis.
Secara umum, ketombe bukanlah kondisi yang menular atau berbahaya. Meski begitu, serpihan pada kulit kepala, dapat menimbulkan rasa gatal dan kadang membuat penampilan kurang nyaman.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Ketombe biasanya mulai terlihat saat masa pubertas, semakin sering dialami pada masa remaja, lalu cenderung berkurang ketika sudah dewasa.
Penyebab pasti ketombe hingga sekarang belum diketahui secara jelas. Kulit kepala sebenarnya terus memperbarui diri, dengan cara melepaskan sel-sel kulit lama. Dalam kondisi normal, proses ini terjadi secara alami dan hampir tidak terlihat.
Baca Juga :
6 Obat Alami untuk Mengatasi Ketombe Membandel
Namun, pada kondisi tertentu, pelepasan sel kulit bisa terjadi lebih cepat, sehingga serpihan kulit menjadi terlihat seperti ketombe.
Ketombe sendiri dikenal sebagai bentuk ringan dari dermatitis seboroik, yaitu kondisi kulit yang cukup umum terjadi pada kulit kepala. Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah beberapa faktor yang dapat berperan dalam munculnya ketombe.
1. Produksi minyak kulit (sebum) yang berlebihan
Kulit kepala menghasilkan minyak alami untuk menjaga kelembapan. Pada beberapa kasus, produksi minyak yang terlalu banyak diduga dapat memicu munculnya serpihan kulit, meskipun hubungan ini belum sepenuhnya terbukti secara ilmiah.
2. Pertumbuhan jamur Malassezia yang berlebihan
.jpg)
(Pertumbuhan jamur Malassezia yang berlebihan adalah penyebab utama dermatitis seboroik dan ketombe, yang memicu kulit kepala bersisik, gatal, kemerahan, dan berkerak. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
Jamur bernama Malassezia secara alami hidup di kulit kepala. Jika jumlahnya meningkat terlalu banyak, pelepasan sel kulit bisa terjadi lebih cepat. Akibatnya, serpihan putih atau abu-abu dapat terlihat pada rambut atau kulit kepala.
3. Kulit kepala yang iritasi atau sensitif
Kulit yang terlalu kering, terlalu berminyak, atau mudah iritasi juga dapat menyebabkan pengelupasan pada kulit kepala.
4. Penggunaan sampo terlalu banyak
Menggunakan sampo dalam jumlah berlebihan dan tidak membilas rambut, dengan bersih dapat meninggalkan sisa sampo di kulit kepala. Sisa sampo yang mengering, bisa terlihat seperti serpihan ketombe. Menggunakan sampo dalam jumlah kecil, sekitar seukuran koin atau kurang, biasanya sudah cukup untuk membersihkan rambut anak.
5. Jarang mencuci rambut
Rambut yang tidak dicuci secara teratur, dapat menyebabkan minyak dan sel kulit mati menumpuk di kulit kepala, sehingga memicu munculnya serpihan.
6. Kulit kepala terbakar sinar matahari
Paparan sinar matahari berlebihan, juga dapat membuat kulit kepala mengelupas. Risiko ini dapat dikurangi dengan membatasi paparan sinar matahari, serta menggunakan pelindung seperti topi saat berada di luar ruangan.
7. Kondisi kulit tertentu
Beberapa penyakit kulit seperti eksim atau psoriasis, dapat menyebabkan kulit menjadi bersisik, termasuk pada bagian kulit kepala.
8. Kutu rambut
Infestasi kutu dapat menimbulkan rasa gatal yang kuat pada kulit kepala. Garukan yang sering terjadi dapat menyebabkan kulit menjadi terkelupas.
Jika pengelupasan kulit kepala terjadi pada bayi berusia di bawah 12 bulan, kemungkinan besar kondisi tersebut adalah cradle cap. Kondisi ini sangat umum pada bayi, dan juga merupakan bentuk dari dermatitis seboroik.
Namun, ada beberapa tanda yang perlu diperhatikan. Jika pengelupasan kulit kepala disertai kerontokan rambut pada area tertentu, dan pembengkakan kelenjar getah bening, kondisi tersebut bisa menjadi tanda kurap pada kulit kepala, yaitu infeksi jamur yang memerlukan penanganan medis.
Secara umum, ketombe bukanlah kondisi yang menular atau berbahaya. Meski begitu, serpihan pada kulit kepala, dapat menimbulkan rasa gatal dan kadang membuat penampilan kurang nyaman.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)