FITNESS & HEALTH
Yuk Kenalan dengan Kutu Rambut, Parasit Kecil yang Sering Bikin Orang Tua Panik
A. Firdaus
Rabu 11 Maret 2026 / 10:13
- Kutu rambut mengalami tiga tahap perkembangan
- Telur kutu berbentuk oval.
- Kutu dewasa berukuran sekitar 2-3 mm.
Jakarta: Kutu kepala atau kutu rambut adalah parasit kecil yang hidup di kulit kepala manusia. Kasus ini paling sering terjadi, pada anak-anak usia prasekolah hingga sekolah dasar.
Menurut data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 6-12 juta kasus kutu kepala terjadi setiap tahun di Amerika Serikat pada anak usia 3 sampai 11 tahun.
Saat sekolah mengabarkan adanya penyebaran kutu rambut atau ketika kutu ditemukan di rambut anak, situasi tersebut memang bisa membuat panik.
Namun, perlu diketahui bahwa kutu rambut tidak berkaitan dengan kebersihan, yang buruk dan tidak menularkan penyakit. Parasit ini bisa diatasi dan penyebarannya juga dapat dicegah.
Kutu rambut mengalami tiga tahap perkembangan, yaitu telur, larva (nymph), dan kutu dewasa. Berdasarkan penjelasan dari American Academy of Pediatrics (AAP), jika tidak ditangani, siklus hidup kutu bisa terus berulang setiap sekitar tiga minggu. Seekor kutu bahkan dapat hidup hingga 28 hari.
Saat memeriksa rambut anak, penting untuk mencari dua hal, yaitu telur kutu dan kutu yang masih hidup:
Telur kutu berbentuk oval dan ukurannya sangat kecil, kira-kira seperti simpul pada benang. Warnanya bisa kuning, putih, atau cokelat, bahkan kadang menyerupai warna rambut. Telur yang sudah kosong biasanya terlihat lebih pucat.
Kutu betina dapat menghasilkan hingga 10 telur setiap hari. Telur-telur tersebut ditempelkan beberapa milimeter dari kulit kepala, karena area tersebut hangat dan cocok untuk proses penetasan.
Telur menempel kuat pada batang rambut dengan zat perekat yang tahan air, sehingga tidak mudah hilang saat rambut dicuci atau disisir. Inilah yang membuat telur kutu sering disalahartikan sebagai ketombe.
Panas tubuh membantu telur menetas dalam waktu sekitar 7-12 hari, tergantung kondisi lingkungan. Setelah menetas, cangkang telur yang kosong tetap menempel pada rambut. Seiring rambut tumbuh, posisi cangkang tersebut akan semakin jauh dari kulit kepala.
Larva kutu disebut nymph. Bentuknya mirip kutu dewasa tetapi ukurannya lebih kecil, kira-kira sebesar ujung jarum, dan biasanya berwarna lebih terang.
Sekitar 9-12 hari setelah menetas, larva akan berkembang menjadi kutu dewasa dan mulai berkembang biak. Pada tahap ini, kutu betina kembali bertelur, sehingga siklus hidup kutu terus berulang.
Kutu dewasa berukuran sekitar 2-3 mm, hampir sebesar biji wijen, dengan enam kaki. Warnanya bisa cokelat hingga abu-abu keputihan, dan cenderung lebih gelap setelah mengisap darah dari kulit kepala.
Parasit kecil ini hidup dengan mengisap sedikit darah dari kulit kepala manusia. Jika berada di kepala manusia, kutu dapat bertahan hidup hingga 28 hari. Namun jika terjatuh dari kepala, biasanya kutu hanya mampu bertahan satu sampai dua hari. Kutu juga cukup sulit terlihat, karena bergerak cepat dan cenderung menghindari cahaya.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Menurut data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 6-12 juta kasus kutu kepala terjadi setiap tahun di Amerika Serikat pada anak usia 3 sampai 11 tahun.
Saat sekolah mengabarkan adanya penyebaran kutu rambut atau ketika kutu ditemukan di rambut anak, situasi tersebut memang bisa membuat panik.
Namun, perlu diketahui bahwa kutu rambut tidak berkaitan dengan kebersihan, yang buruk dan tidak menularkan penyakit. Parasit ini bisa diatasi dan penyebarannya juga dapat dicegah.
Seperti apa bentuk kutu kepala?
Kutu rambut mengalami tiga tahap perkembangan, yaitu telur, larva (nymph), dan kutu dewasa. Berdasarkan penjelasan dari American Academy of Pediatrics (AAP), jika tidak ditangani, siklus hidup kutu bisa terus berulang setiap sekitar tiga minggu. Seekor kutu bahkan dapat hidup hingga 28 hari.
Saat memeriksa rambut anak, penting untuk mencari dua hal, yaitu telur kutu dan kutu yang masih hidup:
Telur kutu (nits)
Telur kutu berbentuk oval dan ukurannya sangat kecil, kira-kira seperti simpul pada benang. Warnanya bisa kuning, putih, atau cokelat, bahkan kadang menyerupai warna rambut. Telur yang sudah kosong biasanya terlihat lebih pucat.
Kutu betina dapat menghasilkan hingga 10 telur setiap hari. Telur-telur tersebut ditempelkan beberapa milimeter dari kulit kepala, karena area tersebut hangat dan cocok untuk proses penetasan.
Telur menempel kuat pada batang rambut dengan zat perekat yang tahan air, sehingga tidak mudah hilang saat rambut dicuci atau disisir. Inilah yang membuat telur kutu sering disalahartikan sebagai ketombe.
Panas tubuh membantu telur menetas dalam waktu sekitar 7-12 hari, tergantung kondisi lingkungan. Setelah menetas, cangkang telur yang kosong tetap menempel pada rambut. Seiring rambut tumbuh, posisi cangkang tersebut akan semakin jauh dari kulit kepala.
Larva dan kutu dewasa
Larva kutu disebut nymph. Bentuknya mirip kutu dewasa tetapi ukurannya lebih kecil, kira-kira sebesar ujung jarum, dan biasanya berwarna lebih terang.
Sekitar 9-12 hari setelah menetas, larva akan berkembang menjadi kutu dewasa dan mulai berkembang biak. Pada tahap ini, kutu betina kembali bertelur, sehingga siklus hidup kutu terus berulang.
Kutu dewasa berukuran sekitar 2-3 mm, hampir sebesar biji wijen, dengan enam kaki. Warnanya bisa cokelat hingga abu-abu keputihan, dan cenderung lebih gelap setelah mengisap darah dari kulit kepala.
Parasit kecil ini hidup dengan mengisap sedikit darah dari kulit kepala manusia. Jika berada di kepala manusia, kutu dapat bertahan hidup hingga 28 hari. Namun jika terjatuh dari kepala, biasanya kutu hanya mampu bertahan satu sampai dua hari. Kutu juga cukup sulit terlihat, karena bergerak cepat dan cenderung menghindari cahaya.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)