Bukan Cuma Tribute, 101 Pasien Dapat Operasi Katarak Gratis
- Gerakan Matahati bersama JEC, LEBJ, dan Lions Club Indonesia menggelar operasi katarak gratis untuk 101 pasien.
- Program ini menjadi tribute 101 tahun Pandji Wisaksana, pendiri Gerakan Matahati.
- Operasi dilakukan di 16 jaringan JEC di sejumlah wilayah Indonesia dan ditargetkan selesai Desember 2026.
Jakarta: Operasi katarak gratis kembali digelar untuk masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, Gerakan Matahati bersama JEC Eye Hospitals and Clinics, Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ), dan Lions Club Indonesia menargetkan 101 pasien lewat program Bakti Katarak 2026.
Kick-off program tersebut digelar di RS Mata JEC @ Kedoya, Jakarta, pada 8 Oktober 2026, bertepatan dengan World Sight Day 2026. Menariknya, angka 101 dalam program ini bukan sekadar angka. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas 101 tahun perjalanan Pandji Wisaksana, pendiri Gerakan Matahati.

(Seremoni kick-off program Bakti Katarak 2026 di RS Mata JEC @ Kedoya, Jakarta, 8 Oktober 2026. Foto: Dok. Istimewa)
Bukan cuma soal operasi katarak
Lewat program ini, 101 pasien akan mendapatkan operasi katarak tanpa biaya di 16 jaringan JEC. Pelaksanaannya nggak berhenti di tindakan operasi saja. Pasien juga melewati proses penjaringan, skrining, tindakan medis hingga pemantauan setelah operasi.
Lokasinya tersebar di Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, sampai Sulawesi. Program ini ditargetkan menyelesaikan seluruh rangkaian pelayanan pada Desember 2026.
Program tersebut hadir karena kebutuhan terhadap layanan kesehatan mata masih cukup besar. Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 600-650 ribu kasus kebutaan akibat katarak sepanjang 2025. Katarak juga menjadi penyebab utama kebutaan pada penduduk berusia di atas 50 tahun, dengan proporsi mencapai 81,2 persen.
Secara global, WHO memperkirakan katarak memengaruhi lebih dari 94 juta orang, sementara hampir separuh orang dengan kebutaan terkait katarak masih membutuhkan akses operasi.
Standar medis tetap sama
.jpg)
(Proses operasi katarak di RS Mata JEC @ Kedoya, Jakarta, 8 Oktober 2026. Foto: Dok. Desi/Medcom)
Direktur RS Mata JEC @ Kedoya sekaligus Ketua Katarak dan Bedah Refraktif JEC Group, Dr. Dr. Setiyo Budi Riyanto, SpM(K), menegaskan pasien program bakti sosial tetap mendapatkan standar pelayanan medis yang sama.
Setiap pasien menjalani pemeriksaan komprehensif, penentuan tindakan berdasarkan indikasi medis, operasi oleh dokter spesialis mata, penggunaan teknologi yang sama, termasuk lensa tanam intraokular atau IOL sesuai kebutuhan, hingga pemantauan pascaoperasi.
Jadi, meski programnya gratis, kualitas pelayanan nggak dibedakan. Prinsipnya, setiap pasien berhak mendapatkan pelayanan yang aman, setara, dan terstandar di seluruh jaringan JEC.
Melanjutkan semangat Pandji Wisaksana
Bagi keluarga Pandji Wisaksana, angka 101 punya makna khusus. Satria Laksmana Pandji atau Stephen Pandji, perwakilan keluarga sekaligus wakil Matahati, mengatakan 101 tahun perjalanan sang pendiri diwujudkan melalui manfaat nyata bagi 101 pasien.
Gerakan Matahati sendiri telah memfasilitasi 27.500 operasi katarak tanpa biaya sejak 2008. Sementara itu, JEC Group menyebut telah melakukan lebih dari 40.000 operasi katarak tanpa biaya bagi masyarakat yang membutuhkan.
Lewat kolaborasi ini, tribute untuk Pandji Wisaksana pun nggak cuma jadi seremoni, tapi diteruskan dalam bentuk akses kesehatan mata yang bisa langsung dirasakan masyarakat.
Desi I.
(FIR)