FITNESS & HEALTH

Influenza A Lagi Beredar? Jangan Lupa 5 Hal Ini

A. Firdaus
Jumat 09 Oktober 2026 / 09:10
Ringkasnya gini..
  • Influenza A dapat menimbulkan gejala hingga komplikasi serius pada kelompok rentan.
  • Kenali lima cara sederhana untuk mengurangi risiko penularannya.
  • Influenza dapat menular melalui partikel pernapasan yang keluar.
Jakarta: Influenza A bukan sekadar urusan batuk dan pilek. Virus yang menyerang saluran pernapasan ini dapat menimbulkan gejala cukup berat, terutama pada kelompok rentan seperti anak kecil, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis atau gangguan sistem imun.

Dokter spesialis mikrobiologi klinik lulusan Universitas Diponegoro, dr. Andrew Adhytia Lieputra, Sp.MK, mengatakan risiko penularan influenza A sebenarnya dapat ditekan melalui sejumlah langkah sederhana yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

"Virus influenza terus beredar dan mengalami perubahan dari waktu ke waktu, sehingga pencegahan tetap penting dilakukan setiap tahun," kata Andrew dalam keterangan resmi melansir Antara.
 

Lantas, apa saja yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko tertular influenza A?
 

1. Jaga kondisi tubuh


Langkah pertama adalah menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Pola makan bergizi seimbang, olahraga teratur, tidur yang cukup, dan menjaga kondisi kesehatan dapat membantu tubuh mempertahankan fungsi sistem imun.

Kebiasaan tersebut memang tidak secara khusus membuat seseorang kebal terhadap influenza. Namun, menjaga kondisi tubuh tetap penting agar sistem pertahanan tubuh dapat bekerja dengan baik ketika menghadapi infeksi.
 

2. Jangan lewatkan vaksin influenza


Vaksinasi influenza dianjurkan dilakukan secara berkala, umumnya setiap tahun, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.

Virus influenza terus mengalami perubahan. Karena itu, komposisi vaksin dapat diperbarui untuk menyesuaikan dengan virus yang diperkirakan akan beredar.

Selain itu, perlindungan antibodi setelah vaksinasi juga dapat menurun seiring waktu. Inilah salah satu alasan vaksinasi influenza perlu dilakukan secara berkala sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
 
vaksin influenza
Vaksin Influenza. Ilustrasi Magnific

3. Gunakan masker di situasi berisiko


Masker juga dapat menjadi perlindungan tambahan, terutama ketika berada di tempat ramai atau ruang tertutup dengan sirkulasi udara yang kurang baik.

Andrew yang juga merupakan dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unika Atma Jaya mengatakan penggunaan masker dapat membantu mengurangi penyebaran partikel pernapasan dari orang yang sedang sakit sekaligus memberikan perlindungan bagi orang di sekitarnya.

"Penggunaan masker membantu mengurangi penyebaran partikel pernapasan dari orang yang sedang sakit sekaligus memberikan perlindungan tambahan bagi orang di sekitarnya," ujarnya.

Jika sedang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan, penggunaan masker juga menjadi bagian penting dari upaya melindungi orang lain.
 

4. Terapkan etika batuk dan bersin


Kebiasaan menutup mulut dan hidung menggunakan telapak tangan saat batuk atau bersin sebaiknya dihindari.

Sebagai gantinya, gunakan tisu sekali pakai lalu segera buang ke tempat sampah. Jika tidak memiliki tisu, tutup hidung dan mulut menggunakan bagian dalam siku atau lengan atas.

Cara ini membantu mengurangi kemungkinan virus berpindah ke tangan dan kemudian menyebar melalui benda atau permukaan yang disentuh.
 

5. Rajin cuci tangan


Kebersihan tangan juga tidak kalah penting. Virus influenza dapat berpindah melalui tangan yang terkontaminasi, kemudian masuk ke tubuh ketika seseorang menyentuh hidung, mulut, atau mata.

Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir dapat membantu mengurangi risiko tersebut. Jika air dan sabun tidak tersedia, hand sanitizer berbasis alkohol dapat menjadi alternatif.
 

Kenali gejala dan risiko komplikasi


Influenza dapat menular melalui partikel pernapasan yang keluar ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, berbicara, atau bahkan bernapas, terutama ketika berada dalam jarak dekat.

Setelah masuk ke tubuh, virus menginfeksi sel-sel pada saluran pernapasan dan kemudian berkembang biak.

Gejalanya dapat meliputi demam, menggigil, nyeri tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, dan rasa lelah yang cukup berat. Gejala umumnya muncul sekitar satu hingga empat hari setelah seseorang terpapar virus.

Pada sebagian orang, influenza dapat pulih dengan baik. Namun, kelompok tertentu memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit berat dan komplikasi.

Kelompok tersebut antara lain anak-anak, terutama yang berusia di bawah lima tahun, lansia, ibu hamil, serta pasien dengan kondisi kronis seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit paru, atau gangguan sistem imun.

Salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai adalah pneumonia atau radang paru-paru.

Selain gejala influenza, pneumonia dapat ditandai dengan sesak atau sulit bernapas, nyeri dada, tubuh tampak sangat lemah, kesulitan makan atau minum, dehidrasi, hingga penurunan kesadaran.

Pada lansia atau orang dengan gangguan sistem imun, infeksi berat juga tidak selalu menunjukkan gejala yang khas. Karena itu, perubahan kondisi tubuh perlu diperhatikan, terutama jika gejala semakin berat atau tidak kunjung membaik.
 

Kapan perlu pemeriksaan?


Untuk memastikan infeksi influenza, pemeriksaan dapat dilakukan menggunakan rapid antigen test dengan sampel dari saluran pernapasan yang diambil menggunakan swab hidung atau nasofaring.

Selain itu, pemeriksaan PCR atau metode molekuler lainnya dapat digunakan untuk mendeteksi virus influenza dengan sensitivitas yang lebih tinggi.

Pemeriksaan tersebut terutama dapat dipertimbangkan pada pasien dengan gejala berat, pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit, atau kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH