FITNESS & HEALTH

Zero-Fluoroscopy: Metode Penyakit Jantung Bawaan Tanpa Radiasi untuk Ana

Aulia Putriningtias
Kamis 12 Februari 2026 / 11:15
Ringkasnya gini..
  • Zero-Fluoroscopy sendiri adalah metode penutupan ASD.
  • Diperkirakan 50.000 bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan.
  • Menggunakan sistem 3D mamping.
Jakarta: Penyakit jantung bawaan (PJB) secara global angkanya terus meningkat. Hal ini terutama tidak semua bayi bisa menunjukkan langsung tandanya yang mengidap PJB.

Data internasional mencatat lonjakan signifikan dari 0,6 per 1.000 kelahiran hidup pada 1930 menjadi lebih dari 9 per 1.000 kelahiran hidup pada 2010. Asia menjadi wilayah dengan proporsi tertinggi, hampir 1 dari 100 bayi lahir dengan kelainan jantung bawaan.

Untuk Indonesia sendiri, sekitar 5 juta kelahiran per tahun, diperkirakan 50.000 bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan. Kemudian, sekitar 8.500 di antaranya merupakan Atrial Septal Defect (ASD) tipe sekundum.
Menurut dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K), Dokter Spesialis Jantung dengan Sub Spesialis Kardiologi Pediatrik Heartology Cardiovascular Hospital, tidak semua PJB bisa terlihat sejak bayi baru lahir. Bahkan, memang tidak semua anak memiliki penyakit ini.

"Beberapa anak tampak sehat, tetapi sebenarnya memiliki gangguan pada jantung akibat kelainan genetik atau perkembangan janin yang tidak sempurna," ungkap dr. Radityo kepada tim Medcom.id.

Ia menambahkan bahwa sebagian anak tampak sehat secara kasat mata. Namun,  sebenarnya memiliki gangguan struktural pada jantung akibat kelainan genetik atau proses perkembangan janin yang tidak sempurna.

"Anak tampak biru disertai sesak, mudah ngos-ngosan, minum susu tidak bisa banyak, dan memiliki riwayat prematur. Kondisi ini perlu dicurigai sebagai penyakit jantung bawaan," jelasnya.

Namun, orang tua bisa melihat gejala PJB pada anak yang patut diwaspadai, seperti:
- Warna kebiruan pada kulit, bibir, atau kuku.
- Mudah lelah dan kesulitan bernapas, terutama saat menyusu.
- Berat badan rendah dan pertumbuhan yang melambat.
- Pembengkakan pada tungkai, perut, atau area sekitar mata.

Untuk menangani Atrial Septal Defect (ASD) pada PJB sendiri, Heartology memiliki penanganan teknik Zero-Fluoroscopy. Sebelum itu, ASD sendiri merupakan kondisi adanya lubang di antara atrium jantung dapat dilakukan melalui tindakan intervensi non-bedah atau perkutan.

Zero-Fluoroscopy sendiri adalah metode penutupan ASD tanpa paparan radiasi. Teknik ini memanfaatkan ekokardiografi sebagai alat panduan utama, sehingga dapat menggantikan fungsi radiasi dalam proses tindakan.

Tanpa adanya paparan radiasi, metode ini melindungi bayi, anak, ibu hamil, serta tenaga medis dari risiko yang tidak perlu. Adapun beberapa keunggulan dari menggunakan metode Zero-Fluoroscopy ini, antara lain:

- Keamanan radiasi, karena mengeliminasi risiko efek jangka panjang radiasi sinar-X bagi pasien.
- Mengurangi paparan radiasi kumulatif pada dokter dan tim ruang kateterisasi.
- Menggunakan sistem 3D mamping yang canggih untuk memvisualisasikan pergerakan kateter secara real-time.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH