FITNESS & HEALTH
Bukan Cuma USG Biasa, 3D Echo Bisa Lihat Struktur Jantung Lebih Detail
Aulia Putriningtias
Kamis 29 Januari 2026 / 14:07
- Heartology Cardiovacular Hospital mengadakan workshop.
- Pentingnya 3D echocardiography pada penyakit bawaan atau CHD.
- Ekokardiografi ini krusial untuk mendiagnosis penyakit jantung.
Jakarta: Penyakit jantung bawaan (PJB) atau biasanya disebut congenital heart disease (CHD) adalah kelainan struktur atau fungsi jantung yang terbentuk sejak dalam kandungan. Metode ini bisa diobati dengan 3D echocardiography.
Secara global prevalensi penyakit jantung bawaan terus meningkat. Data internasional menunjukkan lonjakan dari 0,6 per 1.000 kelahiran hidup pada 1930 menjadi 9,1 per 1.000 kelahiran hidup pada 2010. Asia sebagai wilayah dengan proporsi tertinggi.
Heartology Cardiovacular Hospital mengadakan workshop pada 18 Januari 2026 dengan membahas metode ini. Materi mencakup teknik serta tips and tricks 3D imaging untuk penilaian fungsi ventrikel kiri (LV) dan ventrikel kanan (RV), hingga aplikasi 3D echocardiography pada kelainan jantung kongenital dan struktural, khususnya dalam hal diagnosis dan tatalaksana.
Pada sesi ini, dr. Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP(K) menyoroti pentingnya 3D echocardiography pada penyakit bawaan atau CHD. Menurutnya, alat ini dapat membantu mengidentifikasi morfologi vetrikel yang kompleks pada CHD. Ini juga dapat memfasilitasi evaluasi perubahan volume dan fungsi ventrikel.
"(Metode ini) memungkinkan penilaian anatomi dan fungsi katup jantung secara lebih detail. Selain itu, teknologi ini juga berperan sebagai panduan periprocedural dalam tindakan intervensi transkateter,” kata dr. Ario kepada tim Medcom.id.
Workshop ini juga melakukan live demo kasus menggunakan 3D Transthoracic Echocardiography (TTE) dan Transesophageal Echocardiography (TEE), sesi hands-on workstation untuk penilaian 3D secara terarah. Dilanjutkan dengan live intervention cases yang menekankan pentingnya imaging presisi dalam mendukung pengambilan keputusan klinis secara real-time.
Sementara itu, menurut dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K) menekankan peran echocardiography dalam konteks kardiologi pediatrik. Metode ini merupakan metode utama non-ivansif, tanpa radisi, dan akurat mendeteksi perihal struktur dan fungsi jantung.
Ekokardiografi ini krusial untuk mendiagnosis penyakit jantung (seperti gagal jantung, kelainan katup, atau kerusakan pasca serangan jantung) dan memandu terapi pengobatan.
Melalui Mini Workshop CARES 2026 ini, Heartology Cardiovascular Hospital berharap dapat terus mendorong penguatan kompetensi klinis, pemanfaatan teknologi imaging jantung yang presisi, serta kolaborasi ilmiah yang berkelanjutan demi peningkatan kualitas layanan kardiovaskular di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Secara global prevalensi penyakit jantung bawaan terus meningkat. Data internasional menunjukkan lonjakan dari 0,6 per 1.000 kelahiran hidup pada 1930 menjadi 9,1 per 1.000 kelahiran hidup pada 2010. Asia sebagai wilayah dengan proporsi tertinggi.
Heartology Cardiovacular Hospital mengadakan workshop pada 18 Januari 2026 dengan membahas metode ini. Materi mencakup teknik serta tips and tricks 3D imaging untuk penilaian fungsi ventrikel kiri (LV) dan ventrikel kanan (RV), hingga aplikasi 3D echocardiography pada kelainan jantung kongenital dan struktural, khususnya dalam hal diagnosis dan tatalaksana.
Pada sesi ini, dr. Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP(K) menyoroti pentingnya 3D echocardiography pada penyakit bawaan atau CHD. Menurutnya, alat ini dapat membantu mengidentifikasi morfologi vetrikel yang kompleks pada CHD. Ini juga dapat memfasilitasi evaluasi perubahan volume dan fungsi ventrikel.
"(Metode ini) memungkinkan penilaian anatomi dan fungsi katup jantung secara lebih detail. Selain itu, teknologi ini juga berperan sebagai panduan periprocedural dalam tindakan intervensi transkateter,” kata dr. Ario kepada tim Medcom.id.
Workshop ini juga melakukan live demo kasus menggunakan 3D Transthoracic Echocardiography (TTE) dan Transesophageal Echocardiography (TEE), sesi hands-on workstation untuk penilaian 3D secara terarah. Dilanjutkan dengan live intervention cases yang menekankan pentingnya imaging presisi dalam mendukung pengambilan keputusan klinis secara real-time.
Sementara itu, menurut dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K) menekankan peran echocardiography dalam konteks kardiologi pediatrik. Metode ini merupakan metode utama non-ivansif, tanpa radisi, dan akurat mendeteksi perihal struktur dan fungsi jantung.
Ekokardiografi ini krusial untuk mendiagnosis penyakit jantung (seperti gagal jantung, kelainan katup, atau kerusakan pasca serangan jantung) dan memandu terapi pengobatan.
Melalui Mini Workshop CARES 2026 ini, Heartology Cardiovascular Hospital berharap dapat terus mendorong penguatan kompetensi klinis, pemanfaatan teknologi imaging jantung yang presisi, serta kolaborasi ilmiah yang berkelanjutan demi peningkatan kualitas layanan kardiovaskular di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)