FITNESS & HEALTH
Jangan Lagi Termakan Mitos! Dokter Bantah Bedong Bayi Bisa Mengobati Kaki O
Aulia Putriningtias
Kamis 29 Januari 2026 / 13:11
- Membedong bayi tidak masalah.
- Kondisi kaki berbentuk tergantung terhadap genetik.
- Membedong bayi yang terlalu rapat justru akan berbahaya.
Jakarta: Bagi kamu para orang tua, mungkin masih banyak yang termakan mitos bahwa bedong bayi bisa mengobati kasus kaki O. Padahal, hal ini jelas mitos dan dibantah langsung oleh dokter spesialis, loh!
Menurut Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Ortopedia Anak dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Puri Indah, dr. Mohammad Aulia Herdiyana Sp.OT Subsp. A (K), bedong atau menggendong bayi tidak dapat membantu mengurangi kondisi kaki bayi O atau X. Bahkan, jika terlalu rapat, justru membahayakan.
"Justru kita agak peduli bahwa studi-studi menyebut ternyata dengan membedong yang terlalu rapat, justru akan berpengaruh ke panggulnya," kata dr. Aulia dalam temu media bersama RSPI di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.
Pada dasarnya, kondisi kaki berbentuk O dan X bisa berubah atau tidak berubah, tergantung terhadap genetik. Jika merupakan keturunan, bisa tidak berubah dan memengaruhi aktivitas saat beranjak dewasa.
Membedong bayi yang terlalu rapat justru akan berbahaya karena bukan masalah terhadap kaki, melainkan panggul. Pada area bonggol di sekitar panggul dapat bergerak ke arah luar jika bedongnya terlalu rapat.
Ketika area bonggol terkena akibat bedong terlalu rapat ini, dapat memengaruhi keaktifan anak ketika beraktivitas di masa depan. Jadi, bukan hanya bermasalah di area kaki, tetapi juga ditambah dengan permasalahan area panggul.

Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Ortopedia Anak dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Puri Indah, dr. Mohammad Aulia Herdiyana Sp.OT Subsp. A (K). Dok. Aulia/Medcom
"Tapi kalau dibiarin terus, ya tadi, pola jalan juga berubah karena kan ada beda panjang kakinya,” kata dr. Aulia.
Membedong tidak masalah, tetapi perlu diperhatikan tekanannya. Jika orang tua tetap ingin membedong bayi, pastikan ikatan tidak terlalu kuat dan memberikan ruang agar kaki bayi tetap bisa bergerak dengan nyaman.
Kemudian, tak ada salahnya untuk berkonsultasi kepada dokter terkait kasus masalah kaki O dan X. Semakin dini untuk diobati, semakin anak dijauhi dari risiko-risiko seperti osteoarthritis (OA) dan sering terjatuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Menurut Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Ortopedia Anak dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Puri Indah, dr. Mohammad Aulia Herdiyana Sp.OT Subsp. A (K), bedong atau menggendong bayi tidak dapat membantu mengurangi kondisi kaki bayi O atau X. Bahkan, jika terlalu rapat, justru membahayakan.
"Justru kita agak peduli bahwa studi-studi menyebut ternyata dengan membedong yang terlalu rapat, justru akan berpengaruh ke panggulnya," kata dr. Aulia dalam temu media bersama RSPI di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.
Pada dasarnya, kondisi kaki berbentuk O dan X bisa berubah atau tidak berubah, tergantung terhadap genetik. Jika merupakan keturunan, bisa tidak berubah dan memengaruhi aktivitas saat beranjak dewasa.
Membedong bayi yang terlalu rapat justru akan berbahaya karena bukan masalah terhadap kaki, melainkan panggul. Pada area bonggol di sekitar panggul dapat bergerak ke arah luar jika bedongnya terlalu rapat.
Ketika area bonggol terkena akibat bedong terlalu rapat ini, dapat memengaruhi keaktifan anak ketika beraktivitas di masa depan. Jadi, bukan hanya bermasalah di area kaki, tetapi juga ditambah dengan permasalahan area panggul.

Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Ortopedia Anak dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Puri Indah, dr. Mohammad Aulia Herdiyana Sp.OT Subsp. A (K). Dok. Aulia/Medcom
"Tapi kalau dibiarin terus, ya tadi, pola jalan juga berubah karena kan ada beda panjang kakinya,” kata dr. Aulia.
Membedong tidak masalah, tetapi perlu diperhatikan tekanannya. Jika orang tua tetap ingin membedong bayi, pastikan ikatan tidak terlalu kuat dan memberikan ruang agar kaki bayi tetap bisa bergerak dengan nyaman.
Kemudian, tak ada salahnya untuk berkonsultasi kepada dokter terkait kasus masalah kaki O dan X. Semakin dini untuk diobati, semakin anak dijauhi dari risiko-risiko seperti osteoarthritis (OA) dan sering terjatuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)