FITNESS & HEALTH

Bukan Cuma Mandi, Ternyata “Reset” Kulit Penting Banget Setelah Aktivitas Padat

A. Firdaus
Sabtu 30 Mei 2026 / 19:53
Ringkasnya gini..
  • Banyak orang masih menganggap tubuh sudah bersih hanya, karena sudah mandi atau keramas.
  • Kondisi tubuh yang lembap akibat keringat membuat bakteri lebih mudah berkembang biak.
  • Penggunaan antiseptic cleanser, bisa menjadi salah satu cara untuk membantu membersihkan kulit secara lebih maksimal.
Jakarta: Aktivitas yang semakin padat dan mobilitas tinggi ternyata membuat risiko paparan kuman ikut meningkat. Mulai dari naik transportasi umum, workout di gym, sampai bertemu banyak orang setiap hari bisa menjadi pemicu, munculnya masalah kulit jika kebersihan tubuh tidak dijaga dengan benar. 

Banyak orang masih menganggap tubuh sudah bersih hanya, karena sudah mandi atau keramas. Padahal, definisi bersih saat ini sudah berubah karena bakteri, virus, dan jamur terus berevolusi.

“Zaman sekarang kita nggak hanya fokus ke yaudah, udah mandi, udah keramas gitu ya. Tapi kita harus benar-benar membersihkan diri sampai sesuatu yang kita nggak bisa lihat. Salah satunya adalah kuman yang semakin lama semakin berevolusi lagi,” ujar dr. Danar Wicaksono, MSc., SpDVE, Skin Expert & Healthy Lifestyle Enthusiast dalam acara Talkshow Reset, Clean, Repeat: Cara Baru “Be Social-Ready” dengan Betadine Cleanser di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (30/05/26).

 

Keringat dan kuman bisa jadi kombinasi pemicu masalah kulit


Kondisi tubuh yang lembap akibat keringat membuat bakteri lebih mudah berkembang biak. Risiko ini semakin tinggi ketika seseorang sering menggunakan fasilitas umum atau alat secara bergantian, seperti di gym maupun transportasi publik.

Menurutnya, kombinasi antara kulit yang lembap dan paparan kuman berlebih, dapat menjadi awal munculnya infeksi kulit akibat bakteri maupun jamur.
 

Kebiasaan langsung tiduran setelah dari luar jadi sorotan


Salah satu kebiasaan yang paling sering ditemukan dr. Danar pada pasien dengan masalah kulit, adalah langsung naik ke kasur setelah beraktivitas di luar rumah, tanpa membersihkan tubuh terlebih dahulu.

Ia juga menyoroti cara mandi yang sering kali kurang tepat. Banyak orang merasa tubuh sudah bersih hanya karena sabun sudah berbusa, padahal produk pembersih membutuhkan waktu kontak tertentu, agar bekerja maksimal membunuh kuman.

“Kadang orang berpikir bahwa kulit udah kena busanya itu udah cukup. Padahal ada namanya contact time, supaya sabun memberikan efek maksimal untuk membunuh bakteri,” jelas dr. Danar.
 

Handuk lembap bisa jadi sarang bakteri dan jamur


Tak hanya soal mandi, dr. Danar juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan barang-barang pribadi seperti handuk. Menurutnya, handuk yang disimpan dalam kondisi lembap di kamar mandi, bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri, virus, dan jamur.

Ia juga mengingatkan agar tidak membiarkan luka kecil atau lecet pada kulit begitu saja, karena kondisi tersebut dapat menjadi jalur masuk bakteri ke dalam tubuh.
 

Pentingnya “reset” kulit setelah banyak aktivitas


Melihat kondisi saat ini, dr. Danar menilai masyarakat perlu lebih mindful dalam menjaga kebersihan tubuh, terutama setelah melakukan aktivitas dengan risiko paparan kuman tinggi.

“Kalau misalnya sudah bertemu dengan orang banyak, menggunakan alat-alat bersamaan, terus banyak kegiatan outdoor, itu saya sarankan untuk bisa mereset kulitnya,” ujar dr. Danar.

Menurut dr. Danar, penggunaan antiseptic cleanser, bisa menjadi salah satu cara untuk membantu membersihkan kulit secara lebih maksimal, setelah aktivitas padat. Namun penggunaannya tidak perlu dilakukan berlebihan setiap hari.

“Tidak perlu dipakai dengan jangka waktu yang panjang. Cukup kalian biarkan 30 detik saja, ternyata dari tes di laboratorium itu semua bakteri, virus, kuman sudah hilang,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa penggunaan produk antiseptik, sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan tingkat aktivitas masing-masing orang. Saat merasa lebih banyak terpapar lingkungan ramai atau fasilitas umum, tubuh membutuhkan perlindungan ekstra agar kulit tetap bersih dan sehat.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH