FITNESS & HEALTH

Bukan Kutukan! Pesan Menkes dari Kampung Kusta Jongaya untuk Kita Semua

Yatin Suleha
Rabu 15 Juli 2026 / 10:41
Ringkasnya gini..
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Chairman The Nippon Foundation, Yohei Sasakawa, menyambangi Kompleks Kusta Jongaya di Makassar.
  • Kunjungan ini bukan sekadar agenda resmi, melainkan bentuk komitmen nyata untuk mempercepat eliminasi kusta.
  • Ini juga sekaligus memutus rantai stigma yang selama ini menghantui para penyintas.
Jakarta: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Chairman The Nippon Foundation, Yohei Sasakawa, menyambangi Kompleks Kusta Jongaya di Makassar, Sabtu (11/7) lalu. 

Kunjungan ini bukan sekadar agenda resmi, melainkan bentuk komitmen nyata untuk mempercepat eliminasi kusta sekaligus memutus rantai stigma yang selama ini menghantui para penyintas.

Dalam kesempatan tersebut, Menkes sempat berbincang akrab dengan salah satu penyintas, Muhammad Ali, yang kini masih dalam masa pengobatan. 
 
Melalui kisah Ali, Menkes ingin mengingatkan kita semua bahwa kusta bukanlah penyakit yang harus dikucilkan. Kusta bisa disembuhkan, namun kuncinya ada pada deteksi dini agar kecacatan dapat dihindari.

"Kusta bukan kutukan. Ini penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan ada obatnya. Kalau ditemukan sejak dini, bisa sembuh. Bahkan setelah mulai minum obat, penderita sudah tidak menularkan penyakitnya," papar Menkes.

"Jadi masyarakat tidak perlu takut, tetapi segera membawa anggota keluarga yang memiliki gejala untuk diperiksa," ujar Menkes.

Menkes menegaskan, tantangan terbesar dalam penanggulangan kusta saat ini bukan hanya menemukan kasus, tetapi juga menghapus stigma yang membuat penyintas dikucilkan dari keluarga maupun masyarakat.


(Menkes tegaskan kusta bukan kutukan, bisa disembuhkan melalui deteksi dini tanpa harus dikucilkan masyarakat. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

"Kita ingin para penyintas tidak hanya sembuh secara medis, tetapi juga kembali diterima di tengah masyarakat. Tidak boleh ada lagi diskriminasi terhadap penyintas kusta," katanya.

Chairman The Nippon Foundation Yohei Sasakawa mengatakan eliminasi kusta tidak cukup hanya dengan menyediakan pengobatan, tetapi juga memastikan hak-hak penyintas dihormati dan mereka memperoleh kesempatan hidup yang setara tanpa stigma.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat kepada warga Kampung Kusta Jongaya.

"Kehadiran Bapak Menteri menjadi semangat baru bagi warga kami. Mereka membutuhkan dukungan agar kembali percaya diri dan dapat diterima oleh keluarga maupun masyarakat," ujarnya.
 
Dalam kesempatan tersebut Menkes juga menyerahkan bantuan kebutuhan bagi warga Kampung Kusta Jongaya sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas hidup penyintas.

Kunjungan ke Kampung Kusta Jongaya merupakan bagian dari rangkaian Konferensi Nasional Percepatan Eliminasi Kusta Tahun 2026 yang mempertemukan pemerintah, organisasi penyintas, tenaga kesehatan, akademisi, dan mitra pembangunan untuk mempercepat terwujudnya Indonesia bebas kusta pada 2030.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH