FITNESS & HEALTH
Forum PIKI Melahirkan Gagasan Besar Kedaulatan Kesehatan Indonesia
Yatin Suleha
Rabu 15 Juli 2026 / 17:38
- Seminar Nasional dan Deklarasi "Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045" yang diselenggarakan PIKI di Bandung, Jawa Barat, melahirkan sejumlah gagasan.
- Forum ini menegaskan bahwa kedaulatan kesehatan harus menjadi fondasi pembangunan manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
- Melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan kualitas sumber daya manusia, serta keberlanjutan program kesehatan nasional.
Jakarta: Seminar Nasional dan Deklarasi "Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045" yang diselenggarakan Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) di Bandung, Jawa Barat, melahirkan sejumlah gagasan strategis mengenai arah pembangunan kesehatan nasional.
Forum ini menegaskan bahwa kedaulatan kesehatan harus menjadi fondasi pembangunan manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan kualitas sumber daya manusia, serta keberlanjutan program kesehatan nasional.
Dewan Pembina DPP PIKI, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa pembangunan kesehatan merupakan bagian dari strategi besar transformasi bangsa yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Strategi besar pemerintahan Prabowo-Gibran adalah transformasi bangsa yang terdiri dari beberapa unsur, pertama kesehatan, perumahan, dan lingkungan," jelas Hashim.
"Karena kesehatan manusia juga bergantung pada lingkungan, air bersih, rumah layak huni, dan program kesehatan lainnya. Semua itu untuk menciptakan SDM unggul 2045. Tujuan kita adalah Indonesia Emas dengan manusia yang unggul," ujar Hashim.
Menurut Hashim, pembangunan kesehatan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan lingkungan yang sehat, perumahan yang layak, serta peningkatan kualitas pendidikan.
Seluruh aspek tersebut saling berkaitan dalam membentuk manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Dalam kesempatan itu, Hashim juga menegaskan komitmen untuk terus memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu instrumen pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
"MBG adalah program asupan gizi untuk anak-anak yang mungkin makanannya kurang sehat. Ada data sekitar 41 persen anak Indonesia berangkat sekolah tanpa sarapan, dan sekitar 21–22 persen balita mengalami stunting," ujarnya.
"Ini semua memengaruhi perkembangan manusia Indonesia jika tidak kita perbaiki. Karena itu MBG akan dilanjutkan, sementara berbagai kekurangan dalam pelaksanaannya akan terus dibenahi," katanya.

(Board of Experts PRASASTI, DR. Cashtry Meher, menilai Program Makan Bergizi Gratis perlu dikembangkan secara lebih terarah agar mampu memberikan dampak yang optimal terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Foto: Ilustrasi/Dok. Bgn.go.id)
Melengkapi gagasan tersebut, Board of Experts PRASASTI, DR. Cashtry Meher, memaparkan Arsitektur Strategis Pencegahan Stunting Indonesia.
Menurutnya, percepatan penurunan stunting tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian angka nasional, tetapi juga harus mampu mengurangi kesenjangan antarwilayah, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Cashtry menekankan bahwa strategi utama untuk mempercepat penurunan stunting adalah memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan menghilangkan ego sektoral, disertai evaluasi menyeluruh terhadap hambatan implementasi program hingga ke tingkat daerah.
"Strateginya adalah saling berkolaborasi lintas sektor. Kata kuncinya menurunkan ego sektoral, melakukan evaluasi dan monitoring terhadap berbagai hambatan hingga ke daerah 3T, kemudian memperkuat intervensi edukasi agar masyarakat memahami pentingnya perubahan perilaku. Ketika masyarakat paham, mereka akan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," jelas Cashtry.
Cashtry juga menilai Program Makan Bergizi Gratis perlu dikembangkan secara lebih terarah agar mampu memberikan dampak yang optimal terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Menurut Cashtry, intervensi gizi bagi anak usia sekolah penting untuk mengatasi kekurangan energi dan protein.
Namun, upaya pencegahan stunting harus dimulai jauh sebelum kehamilan, yakni dengan mempersiapkan kesehatan dan status gizi remaja putri serta perempuan yang akan memasuki usia pernikahan.
"Stunting merupakan gangguan gizi yang terjadi sejak dalam kandungan. Karena itu, intervensi harus difokuskan kepada perempuan muda sebelum hamil agar melahirkan anak-anak yang sehat. Mereka inilah yang akan menjadi aset sumber daya manusia Indonesia menuju Generasi Emas 2045," ujarnya.
Deklarasi "Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045" dipimpin oleh Hashim Djojohadikusumo bersama Ketua Umum DPP PIKI Maruarar Sirait, didampingi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, tokoh lintas agama, media, dan komunitas untuk menyatukan gagasan mengenai masa depan pembangunan kesehatan nasional.
Melalui forum ini, PIKI berharap lahir kolaborasi yang lebih luas dalam membangun sistem kesehatan nasional yang berdaulat, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta mempercepat terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Forum ini menegaskan bahwa kedaulatan kesehatan harus menjadi fondasi pembangunan manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan kualitas sumber daya manusia, serta keberlanjutan program kesehatan nasional.
Dewan Pembina DPP PIKI, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa pembangunan kesehatan merupakan bagian dari strategi besar transformasi bangsa yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Strategi besar pemerintahan Prabowo-Gibran adalah transformasi bangsa yang terdiri dari beberapa unsur, pertama kesehatan, perumahan, dan lingkungan," jelas Hashim.
"Karena kesehatan manusia juga bergantung pada lingkungan, air bersih, rumah layak huni, dan program kesehatan lainnya. Semua itu untuk menciptakan SDM unggul 2045. Tujuan kita adalah Indonesia Emas dengan manusia yang unggul," ujar Hashim.
Menurut Hashim, pembangunan kesehatan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan lingkungan yang sehat, perumahan yang layak, serta peningkatan kualitas pendidikan.
Seluruh aspek tersebut saling berkaitan dalam membentuk manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Dalam kesempatan itu, Hashim juga menegaskan komitmen untuk terus memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu instrumen pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
"MBG adalah program asupan gizi untuk anak-anak yang mungkin makanannya kurang sehat. Ada data sekitar 41 persen anak Indonesia berangkat sekolah tanpa sarapan, dan sekitar 21–22 persen balita mengalami stunting," ujarnya.
"Ini semua memengaruhi perkembangan manusia Indonesia jika tidak kita perbaiki. Karena itu MBG akan dilanjutkan, sementara berbagai kekurangan dalam pelaksanaannya akan terus dibenahi," katanya.

(Board of Experts PRASASTI, DR. Cashtry Meher, menilai Program Makan Bergizi Gratis perlu dikembangkan secara lebih terarah agar mampu memberikan dampak yang optimal terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Foto: Ilustrasi/Dok. Bgn.go.id)
Melengkapi gagasan tersebut, Board of Experts PRASASTI, DR. Cashtry Meher, memaparkan Arsitektur Strategis Pencegahan Stunting Indonesia.
Menurutnya, percepatan penurunan stunting tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian angka nasional, tetapi juga harus mampu mengurangi kesenjangan antarwilayah, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Cashtry menekankan bahwa strategi utama untuk mempercepat penurunan stunting adalah memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan menghilangkan ego sektoral, disertai evaluasi menyeluruh terhadap hambatan implementasi program hingga ke tingkat daerah.
"Strateginya adalah saling berkolaborasi lintas sektor. Kata kuncinya menurunkan ego sektoral, melakukan evaluasi dan monitoring terhadap berbagai hambatan hingga ke daerah 3T, kemudian memperkuat intervensi edukasi agar masyarakat memahami pentingnya perubahan perilaku. Ketika masyarakat paham, mereka akan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," jelas Cashtry.
Cashtry juga menilai Program Makan Bergizi Gratis perlu dikembangkan secara lebih terarah agar mampu memberikan dampak yang optimal terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Menurut Cashtry, intervensi gizi bagi anak usia sekolah penting untuk mengatasi kekurangan energi dan protein.
Namun, upaya pencegahan stunting harus dimulai jauh sebelum kehamilan, yakni dengan mempersiapkan kesehatan dan status gizi remaja putri serta perempuan yang akan memasuki usia pernikahan.
"Stunting merupakan gangguan gizi yang terjadi sejak dalam kandungan. Karena itu, intervensi harus difokuskan kepada perempuan muda sebelum hamil agar melahirkan anak-anak yang sehat. Mereka inilah yang akan menjadi aset sumber daya manusia Indonesia menuju Generasi Emas 2045," ujarnya.
Deklarasi "Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045" dipimpin oleh Hashim Djojohadikusumo bersama Ketua Umum DPP PIKI Maruarar Sirait, didampingi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, tokoh lintas agama, media, dan komunitas untuk menyatukan gagasan mengenai masa depan pembangunan kesehatan nasional.
Melalui forum ini, PIKI berharap lahir kolaborasi yang lebih luas dalam membangun sistem kesehatan nasional yang berdaulat, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta mempercepat terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)