FITNESS & HEALTH

Menkes Budi Ingatkan WNI Hindari Konsumsi Buah Terbuka untuk Cegah Virus Nipah

A. Firdaus
Jumat 30 Januari 2026 / 16:40
Ringkasnya gini..
  • Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis.
  • Hingga saat ini kasus Virus Nipah paling banyak teridentifikasi di wilayah India
  • Menkes imbau masyarakat untuk menghindari buah yang terbuka.
Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat Indonesia, termasuk jurnalis dan warga negara Indonesia (WNI) yang bepergian ke luar negeri. Khususnya ke wilayah dengan temuan kasus Virus Nipah, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap pola konsumsi makanan, terutama buah-buahan.

Menkes Budi menjelaskan bahwa Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia. Salah satu jalur penularan yang paling sering terjadi adalah melalui buah yang telah terkontaminasi ludah kelelawar.

Di beberapa negara, buah yang telah dimakan atau digigit kelelawar juga dikonsumsi oleh babi, yang kemudian menjadi perantara penularan virus ke manusia.
“Penularannya bisa lewat buah yang sudah digigit kelelawar karena ludahnya kan masuk ke sana,” ujar Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin dalam acara Doorstop Press Conference Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia di Surakarta, Kamis (29/01/26).

Menurut Menkes Budi, hingga saat ini kasus Virus Nipah paling banyak teridentifikasi di wilayah India, meskipun sempat ditemukan juga di beberapa negara lain. Ia menegaskan bahwa sampai sekarang Indonesia belum mencatat adanya kasus Virus Nipah.

Sebagai langkah pencegahan, Menkes Budi menyarankan masyarakat untuk menghindari buah yang terbuka atau tidak diketahui kebersihannya. Ia merekomendasikan buah yang memiliki kulit tebal dan dikupas sendiri, seperti jeruk, atau memilih makanan yang dimasak dengan baik.

“Untuk orang-orang Indonesia termasuk wartawan yang ke daerah-daerah, kalau bisa jangan makan buah yang terbuka. Kalau bisa ya makan jeruk, jeruknya tertutup, dikelupas sendiri, jadi kita bisa lihat. Atau lebih baik lagi, ya nggak usah makan buah deh, makan nasi sama daging yang dimasak,” kata Menkes Budi.

Meski jumlah kasus secara global masih sangat terbatas, Menkes Budi mengingatkan bahwa Virus Nipah memiliki tingkat fatalitas yang tinggi. Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama pencegahan.

Terkait kebijakan perjalanan internasional, Menkes Budi menyatakan bahwa pemerintah belum melihat perlunya penutupan perbatasan negara. Kebijakan tersebut sejalan dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menilai risiko penyebaran masih rendah.

“Kita berdoa mudah-mudahan nggak masuk Indonesia. Tapi memang catatannya fatality rate-nya tinggi. Kalau orang kena, ini kemungkinan meninggalnya tinggi,” tutup Menkes Budi. 

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH