Ilustrasi Freepik
Ilustrasi Freepik

Waspada! Gejala dan Bahaya Virus Nipah yang Bisa Menyebabkan Radang Otak Akut

Muhammad Syahrul Ramadhan • 29 Januari 2026 23:43
Ringkasnya gini..
  • Dunia kesehatan global kini memberikan perhatian ekstra pada ancaman Virus Nipah (NiV).
  • Bahaya utama dari virus ini terletak pada tingkat fatalitasnya yang sangat tinggi serta absennya solusi medis yang spesifik hingga saat ini.
  • Virus ini bersifat zoonosis, yaitu menular dari hewan ke manusia dan dapat menyebabkan peradangan parah pada otak.
Jakarta: Dunia kesehatan global kini memberikan perhatian ekstra pada ancaman virus Nipah (NiV). Meskipun belum menjadi pandemi seperti COVID-19, virus ini dikategorikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai salah satu penyakit prioritas yang berpotensi memicu wabah besar.
 
Virus ini kembali menjadi perhatian dunia setelah muncul kasus baru di India. Walaupun penyakit  ini memiliki kasus yang terbatas, namun tetap dianggap sebagai salah satu ancaman kesehatan global yang berbahaya. Alasannya karena virus ini memiliki persentase kematian yang tinggi dan penularan lintas spesies.
 
Virus Nipah pertama kalinya teridentifikasi pada tahun 1998, sampai saat ini masih termasuk dalam daftar penyakit yang menjadi prioritas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Jika virus ini tidak ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat, akan memunculkan potensi yang semakin parah seperti pandemi.

Tingkat Fatalitas Tinggi

Bahaya utama dari virus ini terletak pada tingkat fatalitasnya yang sangat tinggi serta absennya solusi medis yang spesifik hingga saat ini. Berbeda dengan banyak virus pernapasan lainnya, Virus Nipah jauh lebih mematikan. 

Berdasarkan data klinis, tingkat kematian (Case Fatality Rate) virus ini berkisar antara 40% hingga 75%. Artinya, sebagian besar orang yang terinfeksi berisiko kehilangan nyawa jika tidak mendapatkan perawatan suportif yang sangat intensif.
   

Menyebabkan Peradangan Otak

Bahaya utama virus Nipah terletak pada cara ia menyerang tubuh manusia. Virus ini bersifat zoonosis, yaitu menular dari hewan ke manusia dan dapat menyebabkan peradangan parah pada otak yang mengakibatkan pusing hebat, disorientasi, hingga koma dalam waktu 24–48 jam atau yang dikenal sebagai ensefalitis akut.
 
Selain itu, beberapa pasien juga mengalami gangguan pernapasan akut yang menyerupai gejala pneumonia berat. Adapun efek jangka panjang pada mereka yang berhasil sembuh, yaitu mereka sering kali mengalami gejala sisa saraf permanen, seperti kejang atau perubahan kepribadian.
 
Hingga saat ini, tantangan terbesar dalam menghadapi virus Nipah adalah belum adanya vaksin yang teruji secara klinis untuk manusia maupun obat antivirus khusus untuk menyembuhkannya. Perawatan yang diberikan dokter saat ini hanya bersifat suportif, yakni untuk meringankan gejala dan menjaga stabilitas kondisi tubuh pasien selama masa kritis.
 
(Fany Wirda Putri)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan