Ilustrasi virus. dok medcom
Ilustrasi virus. dok medcom

Virus Nipah Merebak di India, Kemenlu Pastikan Tidak Ada WNI yang Terjangkit

Adri Prima • 29 Januari 2026 20:58
Ringkasnya gini..
  • Pemerintah Indonesia melalui KBRI New Delhi memastikan belum ada laporan WNI yang terinfeksi virus Nipah di India.
  • KBRI New Delhi mengimbau WNI di India meningkatkan kewaspadaan, mematuhi arahan pemerintah setempat, serta terus berkomunikasi dengan perwakilan RI.
  • Otoritas kesehatan India mengonfirmasi dua kasus virus Nipah dan menerapkan langkah pengendalian.
Jakarta: Pemerintah Indonesia menyatakan terus mencermati perkembangan kasus virus Nipah di India, khususnya di wilayah Benggala Barat, India bagian timur. Hingga saat ini, belum terdapat laporan warga negara Indonesia (WNI) yang terinfeksi virus berbahaya tersebut.
 
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di New Delhi telah melakukan koordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Kolkata, Benggala Barat. 
 
Berdasarkan hasil koordinasi, kondisi di lapangan dilaporkan masih terkendali, sementara otoritas kesehatan setempat tengah menerapkan langkah-langkah isolasi guna mencegah meluasnya penularan.

"Hingga kini KBRI belum menerima laporan adanya WNI yang terdampak virus Nipah. Perwakilan Indonesia di India terus menjaga koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait untuk memantau perkembangan kasus secara berkelanjutan," ujar Yvonne.
 
Kementerian Luar Negeri juga memastikan bahwa KBRI New Delhi telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh WNI di India agar meningkatkan kewaspadaan, menjalankan langkah pencegahan, serta mematuhi kebijakan dan arahan pemerintah setempat, khususnya di tengah situasi penyebaran penyakit menular. 
 
Baca juga:
Asal Usul Virus Nipah, Ini Cara Penularan hingga Pencegahannya 

 
KBRI New Delhi secara aktif berkomunikasi dengan simpul-simpul komunitas WNI untuk memastikan pemantauan berjalan optimal apabila terdapat WNI yang membutuhkan bantuan. Saat ini, tercatat sebanyak 38 WNI bermukim di Benggala Barat, wilayah yang dilaporkan menjadi lokasi munculnya kasus virus Nipah.
 
Sementara itu, otoritas kesehatan India telah mengaktifkan berbagai langkah pemantauan, pengendalian, serta respons cepat guna menekan risiko penularan lebih lanjut. Sebelumnya, dilaporkan terdapat dugaan lima kasus infeksi virus Nipah di Benggala Barat. Namun, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India mengklarifikasi bahwa hanya dua kasus yang telah terkonfirmasi secara resmi.
 
India memiliki riwayat wabah virus Nipah, yakni di Benggala Barat pada 2001 dan 2007, serta di negara bagian Kerala pada 2018 dan 2019. Virus Nipah diketahui dapat menyerang paru-paru dan otak, dengan gejala seperti demam, sakit kepala, kantuk, kebingungan, hingga koma. Tingkat kematian akibat virus ini dilaporkan melebihi 40 persen dari total kasus terinfeksi.
 
Sebagai langkah antisipasi di tingkat regional, otoritas bandara di sejumlah negara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Thailand, telah meningkatkan skrining kesehatan bagi penumpang internasional guna mencegah potensi penyebaran lintas negara virus Nipah.
 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan