Virus Nipah. DOK Kemenkes
Virus Nipah. DOK Kemenkes

Asal Usul Virus Nipah, Ini Cara Penularan hingga Pencegahannya

Renatha Swasty • 27 Januari 2026 16:03
Jakarta: Salah satu ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai masyarakat akhir-akhir ini adalah virus Nipah. Ini merupakan infeksi virus berbahaya yang dapat menyebabkan peradangan otak dan berpotensi menular dari hewan ke manusia.
 
Meski belum ada laporan kasus di Indonesia, virus ini tergolong mudah menular sehingga penting untuk mengenali penyebab dan gejalanya. Sebelum membahas lebih lanjut, yuk kenali lebih dalam tentang virus Nipah dan bagaimana cara mencegah penularannya.

Asal usul virus Nipah

Melansir dari laman Ayo Sehat Kemenkes, virus Nipah pertama kali ditemukan di Malaysia pada sebuah peternakan babi. Saat itu, hewan-hewan di peternakan tersebut memperlihatkan gejala demam, gangguan pernapasan, dan kejang.
 
World Health Organization (WHO) mencatat bahwa virus ini berasal dari kelelawar buah yang kemudian menularkannya kepada babi. Kelelawar adalah inang alami virus Nipah.

Artinya, virus ini tidak menimbulkan penyakit pada kelelawar, namun dapat menyebar dari mereka ke hewan lain seperti babi. Penebangan hutan menyebabkan kelelawar kehilangan tempat tinggal mereka, sehingga mereka berpindah mendekati area pemukiman dan peternakan.
 
Kondisi inilah yang memungkinkan virus Nipah berpindah dari kelelawar ke babi, dan selanjutnya dari babi ke manusia. Lantas, bagaimana cara penularan virus ini? Simak selengkapnya.

Cara Penularan dan Faktor Risiko

Virus Nipah termasuk dalam kelompok Paramyxovirus yang merupakan virus RNA. Kelompok virus ini juga dapat menyebabkan penyakit lain seperti pneumonia, gondongan, dan campak.
 
Namun, virus Nipah memiliki karakteristik khusus yang membuatnya menjadi ancaman serius. Penularan virus ini dapat terjadi ketika seseorang bersentuhan langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, dan urine.
 
Melansir dari laman Alodokter, seseorang juga bisa terinfeksi melalui konsumsi daging hewan yang terinfeksi, khususnya apabila daging tersebut tidak dimasak hingga matang sempurna. Selain dari hewan ke manusia, virus Nipah juga dapat menular antarmanusia melalui kontak langsung dengan penderita yang terinfeksi, terutama ketika penderita berada dalam kondisi yang menghasilkan banyak cairan tubuh seperti air liur.
 
Kelompok yang berisiko tinggi tertular meliputi orang yang mengonsumsi cairan nira mentah, bepergian ke daerah wabah, terpapar cairan tubuh hewan atau orang terinfeksi, serta tenaga medis yang melakukan kontak dekat dengan pasien. Setelah terpapar, virus Nipah memiliki masa inkubasi sekitar 4-14 hari sebelum gejala muncul.
 
Gejala infeksi ini dapat bervariasi dari ringan hingga berat, bahkan mengancam jiwa. Beberapa gejala yang mungkin terjadi antara lain:
  1. Demam
  2. Sakit kepala
  3. Batuk
  4. Sakit tenggorokan
  5. Nyeri otot
  6. Sesak napas
  7. Muntah
  8. Kesulitan menelan
  9. Peradangan otak (ensefalitis)
Kondisi ensefalitis yang disebabkan oleh virus Nipah dapat mengakibatkan gejala serius seperti kantuk berlebihan, kesulitan berkonsentrasi, perasaan kebingungan dengan tempat dan waktu (disorientasi), perubahan mood yang signifikan, kejang, hingga koma. Pada kasus yang parah, gejala radang otak ini bisa dengan cepat memburuk dalam 24-48 jam dan infeksi virus Nipah dapat menyebabkan kematian pada 40-75% kasus.

Cara mencegah virus Nipah

Ada berbagai cara mencegah penularan virus nipah, seperti:
  1. Hindari kontak langsung dengan hewan yang berisiko seperti kelelawar dan hewan ternak seperti babi.
  2. Pastikan mencuci sayur dan buah sebelum mengonsumsinya serta hindari makanan yang terkontaminasi oleh hewan.
  3. Gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, sepatu boots, dan pelindung wajah saat membersihkan kotoran atau urine hewan yang berisiko tertular.
  4. Selalu cuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum dan sesudah berinteraksi dengan hewan atau orang yang sakit, terutama yang memiliki gejala infeksi Nipah.
  5. Pastikan daging hewan dimasak dengan baik dan hindari makan daging yang masih mentah.
Nah itulah penjelasan terkait virus nipah yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat ya! (Bramcov Stivens Situmeang)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan