FAMILY

10 Tipe Teman Toksik yang Sebaiknya Dihindari demi Kesehatan Mental

Fatha Annisa
Kamis 29 Januari 2026 / 16:16
Jakarta: Pasangan bukan satu-satunya orang yang mampu menciptakan hubungan toksik. Teman yang seharusnya ada untuk mendukung, menguatkan, dan memberikan rasa nyaman, nyatanya juga bisa membuatmu merasa tidak nyaman dalam sebuah pertemanan.
 
Tidak semua hubungan pertemanan membawa dampak positif. Ada teman-teman tertentu yang justru bisa menguras energi, membuat kamu merasa tidak cukup baik, bahkan menimbulkan stres berkepanjangan jika hubungannya terus dipertahankan.
 
Tipe teman seperti ini sering disebut sebagai teman yang toksik, dan penting untuk dikenali agar bisa menjaga kesehatan mental serta batasan diri. Berikut beberapa tipe teman toksik yang perlu dihindari:
 

1. Selalu Membuat Kita Merasa Bersalah

Teman toksik sering memutarbalikkan keadaan sehingga kita merasa menjadi pihak yang salah, bahkan ketika kamu tidak melakukan kesalahan besar. Mereka menggunakan rasa bersalah sebagai cara untuk mengendalikan hubungan.

 
Baca juga: Ciri-ciri Teman dengan Crab Mentality, Mending Jauhi Saja!

 

2. Hanya Datang Saat Butuh

Mereka muncul ketika sedang butuh bantuan, perhatian, atau keuntungan, tetapi menghilang saat kita membutuhkan dukungan. Pertemanan terasa tidak seimbang karena hanya satu pihak yang memberi.
 

3. Tidak Pernah Mendukung atau Mengapresiasi

Teman toksik sulit merasa senang atas keberhasilan kamu. Mereka bisa meremehkan pencapaianmu atau memberikan komentar yang membuat semangat menurun, alih-alih mendukung dan mengapresiasi kerja kerasmu.
 

4. Sering Mengkritik dan Merendahkan

Jika seorang teman memberikan kritik dengan maksud membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik, tentunya tidak masalah. Namun bagaimana jika kritik yang diberikan justru untuk menjatuhkan?
 
Teman dengan sifat seperti itu sebaiknya dijauhkan saja, karena bisa membuat kamu merasa tidak cukup baik dan perlahan merusak rasa percaya diri.

 
Baca juga: 7 Cara Efektif Menjaga Hubungan dengan Orang yang Bossy
 

5. Bersikap Manipulatif

Ada beberapa orang menggunakan cara-cara halus untuk memaksa orang lain mengikuti keinginan mereka, misalnya dengan ancaman emosional, drama, hingga menunjukkan sikap playing victim atau selalu menempatkan dirinya sebagai korban.
 

6. Cemburu dan Kompetitif Secara Tidak Sehat

Dibanding mendukung, teman yang toksik justru melihat kamu sebagai saingan. Mereka merasa tersaingi ketika kamu punya teman baru, meraih prestasi, atau mengalami kemajuan dalam hidup. Mereka biasanya ingin selalu terlihat lebih baik dari kamu.
 

7. Mengontrol Kehidupan Kita

Teman toksik sering merasa berhak mengatur pilihan kamu, dimulai dari larangan-larangan kecil hingga berakhir menjadi jauh melampau batas. Misalnya, melarang berteman dengan orang lain atau memaksa kamu untuk selalu memprioritaskan mereka.

 
Baca juga: Ini Trik untuk Bisa Berteman dengan Si Introvert

 

8. Suka Membicarakan Orang di Belakang

Jika mereka mudah bergosip dan membicarakan orang lain, besar kemungkinan mereka juga akan melakukan hal yang sama kepada kamu. Ini membuat hubungan tidak dilandasi rasa percaya.
 

9. Melelahkan Secara Emosional

Setiap kali berinteraksi dengan mereka, kamu justru merasa stres, tertekan, bahkan tidak nyaman. Pertemanan bukan lagi memberikan rasa aman dan nyaman, tetapi malah terasa seperti beban hati dan pikiran.
 

10. Tidak Menghargai Batasan

Setiap orang memiliki batas pribadi yang harus dihargai orang lain, tanpa terkecuali teman. Jika mereka tidak peduli ketika kamu butuh ruang, waktu sendiri, atau menolak sesuatu, maka mereka belum memahami konsep batasan. Mereka akan terus memaksa kamu selalu ada demi mereka.
 
Demikian tipe-tipe teman toksik yang sebaiknya dihindari demi kebaikan diri sendiri. Perlu selalu diingat bahwa pertemanan yang sehat seharusnya memberi rasa nyaman dan dukungan, bukan tekanan atau luka batin.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(PRI)

MOST SEARCH