FITNESS & HEALTH

Kurang Minum Bisa Bikin Tubuh “Error”, Ini Pentingnya Hidrasi Setiap Hari

A. Firdaus
Jumat 30 Januari 2026 / 12:56
Ringkasnya gini..
  • Kebutuhan cairan harian bukan hanya soal menghilangkan rasa haus.
  • Selain frekuensi minum, kualitas air juga menjadi hal penting.
  • Produksi air liur berkurang, mulut terasa kering.
Jakarta: Tubuh manusia membutuhkan cairan setiap hari agar tetap berfungsi optimal. Namun, banyak orang masih sering lupa minum air putih secara cukup, terutama saat sibuk bekerja, beraktivitas di luar ruangan, atau terlalu lama berada di ruangan ber-AC.

Menurut Dr. Cynthia Natalia, Sp.PD, AIFO-K, dokter spesialis penyakit dalam, kebutuhan cairan harian bukan hanya soal menghilangkan rasa haus, tetapi juga berperan besar dalam menjaga metabolisme, fungsi organ, hingga konsentrasi.

“Kurang minum air putih bukan hanya soal rasa haus, tapi juga berdampak pada kinerja tubuh secara menyeluruh,” ujarnya melalui laman Tzu Chi Hospital.  

Apa yang Terjadi Jika Tubuh Kurang Terhidrasi?


Dr. Cynthia menjelaskan, tubuh masih mampu beradaptasi pada satu jam pertama tanpa cairan. Namun setelah itu, kadar cairan mulai menurun perlahan. Produksi air liur berkurang, mulut terasa kering, dan otak mulai mengirim sinyal haus.

Pada fase ini, konsentrasi bisa mulai menurun. Terutama jika seseorang sedang beraktivitas fisik atau berada di ruangan berpendingin.

Jika tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama tiga jam, efek dehidrasi ringan mulai terasa lebih jelas. Beberapa orang dapat mengalami sakit kepala ringan, kelelahan, sulit fokus, hingga kulit terasa lebih kering. Warna urine yang semakin pekat juga menjadi salah satu tanda awal tubuh kekurangan cairan.

“Kebiasaan kurang minum air putih dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti batu ginjal akibat penumpukan mineral, serta gangguan konsentrasi dan kelelahan kronis,” tambah dr. Cynthia.

Karena itu, konsumsi air putih sebaiknya dilakukan secara rutin setiap 1–2 jam untuk menghindari dampak buruk dehidrasi, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
 

Pilih Air Minum yang Berkualitas


Selain frekuensi minum, kualitas air juga menjadi hal penting dalam menjaga hidrasi tubuh.

Penelitian yang dilakukan Bint-E-Zahra, ahli biologi molekuler dari Institute of Molecular Biology & Biotechnology, Bahauddin Zakariya University, Pakistan, menyebutkan bahwa konsumsi minuman berperasa dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik.

Dalam studi yang diterbitkan di National Journal of Health Sciences pada 2019, disebutkan bahwa konsumsi air murni dapat menurunkan risiko penurunan fungsi ginjal hingga 11% dibandingkan minuman manis atau berperasa.
 

Amidis sebagai Air Minum Murni untuk Hidrasi Sehari-hari


Menjawab kebutuhan masyarakat akan air minum berkualitas, Amidis hadir sebagai air minum murni (demineral yang sudah dimasak).

Astrid Adelaide Siregar, Head of Marketing Amidis, menjelaskan bahwa Amidis diproses melalui metode multifiltrasi dan distilasi dengan pemanasan hingga 110 derajat Celsius.

“Amidis adalah satu-satunya air murni yang diproses melalui teknologi multifiltrasi dan dimasak dengan pemanasan 110 derajat Celsius. Uap air yang dihasilkan benar-benar murni karena tidak ada kontaminan,” ujar Astrid.

Ia menambahkan, teknologi ini menjadi bentuk keamanan ekstra untuk menjaga kesehatan ginjal. Tak hanya kualitas, Amidis juga menawarkan kepraktisan bagi keluarga modern melalui galon sekali pakai ukuran 15 liter yang sudah BPA Free, sehingga aman dikonsumsi seluruh anggota keluarga tanpa perlu isi ulang.

“Memastikan keluarga Indonesia mendapatkan air minum dengan kualitas terbaik merupakan visi dan misi dari Amidis,” ungkap Susilo Gunadi, Commercial Director PT Amidis Tirta Mulia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH