FITNESS & HEALTH
Liburan Bikin Gula Darah Naik? Ini 5 Penyebab yang Sering Nggak Kamu Sadari
A. Firdaus
Kamis 02 Juli 2026 / 11:13
- Tubuh bekerja lebih optimal ketika memiliki pola makan, tidur, dan aktivitas yang konsisten.
- Perbedaan zona waktu mengganggu kerja insulin.
- Agar kadar gula darah tetap stabil selama bepergian, para ahli menyarankan untuk merencanakan jadwal makan sebelum berangkat.
Jakarta: Liburan atau perjalanan dinas sering kali membuat rutinitas sehari-hari berubah. Mulai dari jadwal makan yang berantakan, waktu tidur yang berkurang, hingga stres selama perjalanan dapat memengaruhi kondisi tubuh, terutama bagi penderita diabetes.
Ahli gizi mengingatkan, perubahan kecil selama bepergian ternyata dapat membuat kadar gula darah menjadi kurang stabil. Karena itu, perencanaan sebelum berangkat menjadi penting agar perjalanan tetap nyaman tanpa mengganggu kesehatan.
Dilansir dari Eating Well, tubuh bekerja lebih optimal ketika memiliki pola makan, tidur, dan aktivitas yang konsisten. Saat rutinitas berubah selama perjalanan, tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi sehingga pengaturan kadar gula darah pun bisa ikut terganggu.
Berikut lima hal yang perlu diwaspadai saat bepergian.
Perjalanan lintas daerah atau negara dengan perbedaan zona waktu dapat mengacaukan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Padahal, ritme ini berperan penting dalam mengatur produksi hormon, termasuk insulin.
Ahli gizi Lisa Young menjelaskan bahwa perubahan jam biologis dapat membuat pengaturan gula darah menjadi lebih sulit, terutama bagi orang yang rutin menggunakan insulin atau obat diabetes dengan jadwal tertentu.
Karena itu, penderita diabetes disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum bepergian jauh agar jadwal penggunaan obat dapat disesuaikan.
Perjalanan sering kali membuat seseorang terlambat makan karena antrean panjang, jadwal penerbangan, atau sulit menemukan makanan yang sesuai.
Lisa Young mengatakan melewatkan waktu makan dapat menyebabkan gula darah turun terlalu rendah. Sebaliknya, memilih makanan cepat saji tinggi karbohidrat karena praktis justru berisiko memicu lonjakan gula darah.
Untuk mengantisipasinya, bawalah camilan sehat seperti kacang-kacangan, keju rendah lemak, atau potongan buah dan sayuran agar kebutuhan energi tetap terpenuhi selama perjalanan.
Macet, penerbangan yang tertunda, atau antrean panjang dapat memicu stres. Menurut ahli gizi Maggie Bell, kondisi ini meningkatkan produksi hormon kortisol yang mendorong hati melepaskan lebih banyak glukosa ke dalam aliran darah.
Akibatnya, kadar gula darah bisa meningkat meski tidak ada perubahan pada pola makan.
Untuk mengurangi stres, Bell menyarankan memberikan waktu cadangan saat bepergian serta melakukan teknik relaksasi sederhana, seperti latihan pernapasan.
Jet lag atau tidur yang tidak nyenyak di tempat baru juga dapat memengaruhi kontrol gula darah.
Ahli gizi Toby Smithson menjelaskan bahwa kurang tidur dapat menurunkan sensitivitas insulin sehingga tubuh lebih sulit mengatur kadar glukosa. Selain itu, kelelahan juga membuat seseorang lebih mudah memilih makanan tinggi gula sebagai sumber energi instan atau lupa memeriksa kadar gula darah.
Menjaga waktu istirahat semaksimal mungkin selama perjalanan menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga kestabilan gula darah.
Selama bepergian, banyak orang lupa minum air putih, terutama saat berada di pesawat yang memiliki kelembapan udara rendah.
Menurut ahli gizi Hennis Tung, kekurangan cairan dapat meningkatkan konsentrasi gula dalam darah. Kondisi ini biasanya disertai gejala seperti mulut kering, sakit kepala, hingga tubuh terasa lemas.
Untuk mencegah dehidrasi, bawalah botol minum yang dapat diisi ulang dan biasakan minum air putih secara berkala sepanjang perjalanan.
Agar kadar gula darah tetap stabil selama bepergian, para ahli menyarankan untuk merencanakan jadwal makan sebelum berangkat, membawa camilan bergizi, mencukupi kebutuhan cairan, tetap aktif bergerak setelah duduk terlalu lama, serta menjaga pola tidur sebisa mungkin.
Bagi penyandang diabetes, berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan perjalanan, terutama perjalanan jarak jauh atau lintas zona waktu, juga dianjurkan. Langkah ini membantu memastikan pengaturan obat, insulin, hingga pemantauan gula darah tetap sesuai kebutuhan sehingga liburan maupun perjalanan kerja dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Ahli gizi mengingatkan, perubahan kecil selama bepergian ternyata dapat membuat kadar gula darah menjadi kurang stabil. Karena itu, perencanaan sebelum berangkat menjadi penting agar perjalanan tetap nyaman tanpa mengganggu kesehatan.
Dilansir dari Eating Well, tubuh bekerja lebih optimal ketika memiliki pola makan, tidur, dan aktivitas yang konsisten. Saat rutinitas berubah selama perjalanan, tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi sehingga pengaturan kadar gula darah pun bisa ikut terganggu.
Berikut lima hal yang perlu diwaspadai saat bepergian.
1. Perbedaan zona waktu mengganggu kerja insulin
Perjalanan lintas daerah atau negara dengan perbedaan zona waktu dapat mengacaukan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Padahal, ritme ini berperan penting dalam mengatur produksi hormon, termasuk insulin.
Ahli gizi Lisa Young menjelaskan bahwa perubahan jam biologis dapat membuat pengaturan gula darah menjadi lebih sulit, terutama bagi orang yang rutin menggunakan insulin atau obat diabetes dengan jadwal tertentu.
Karena itu, penderita diabetes disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum bepergian jauh agar jadwal penggunaan obat dapat disesuaikan.
2. Jadwal makan yang berubah
Perjalanan sering kali membuat seseorang terlambat makan karena antrean panjang, jadwal penerbangan, atau sulit menemukan makanan yang sesuai.
Lisa Young mengatakan melewatkan waktu makan dapat menyebabkan gula darah turun terlalu rendah. Sebaliknya, memilih makanan cepat saji tinggi karbohidrat karena praktis justru berisiko memicu lonjakan gula darah.
Untuk mengantisipasinya, bawalah camilan sehat seperti kacang-kacangan, keju rendah lemak, atau potongan buah dan sayuran agar kebutuhan energi tetap terpenuhi selama perjalanan.
3. Stres saat perjalanan
Macet, penerbangan yang tertunda, atau antrean panjang dapat memicu stres. Menurut ahli gizi Maggie Bell, kondisi ini meningkatkan produksi hormon kortisol yang mendorong hati melepaskan lebih banyak glukosa ke dalam aliran darah.
Akibatnya, kadar gula darah bisa meningkat meski tidak ada perubahan pada pola makan.
Untuk mengurangi stres, Bell menyarankan memberikan waktu cadangan saat bepergian serta melakukan teknik relaksasi sederhana, seperti latihan pernapasan.
4. Kurang tidur
Jet lag atau tidur yang tidak nyenyak di tempat baru juga dapat memengaruhi kontrol gula darah.
Ahli gizi Toby Smithson menjelaskan bahwa kurang tidur dapat menurunkan sensitivitas insulin sehingga tubuh lebih sulit mengatur kadar glukosa. Selain itu, kelelahan juga membuat seseorang lebih mudah memilih makanan tinggi gula sebagai sumber energi instan atau lupa memeriksa kadar gula darah.
Menjaga waktu istirahat semaksimal mungkin selama perjalanan menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga kestabilan gula darah.
5. Dehidrasi
Selama bepergian, banyak orang lupa minum air putih, terutama saat berada di pesawat yang memiliki kelembapan udara rendah.
Menurut ahli gizi Hennis Tung, kekurangan cairan dapat meningkatkan konsentrasi gula dalam darah. Kondisi ini biasanya disertai gejala seperti mulut kering, sakit kepala, hingga tubuh terasa lemas.
Untuk mencegah dehidrasi, bawalah botol minum yang dapat diisi ulang dan biasakan minum air putih secara berkala sepanjang perjalanan.
Persiapan sebelum berangkat juga penting
Agar kadar gula darah tetap stabil selama bepergian, para ahli menyarankan untuk merencanakan jadwal makan sebelum berangkat, membawa camilan bergizi, mencukupi kebutuhan cairan, tetap aktif bergerak setelah duduk terlalu lama, serta menjaga pola tidur sebisa mungkin.
Bagi penyandang diabetes, berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan perjalanan, terutama perjalanan jarak jauh atau lintas zona waktu, juga dianjurkan. Langkah ini membantu memastikan pengaturan obat, insulin, hingga pemantauan gula darah tetap sesuai kebutuhan sehingga liburan maupun perjalanan kerja dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)