FITNESS & HEALTH
10 Manfaat Daun Kelor untuk Perempuan maupun Laki-laki
Kumara Anggita
Kamis 29 Juli 2021 / 08:16
Jakarta: Daun kelor menjadi tanaman yang cukup mudah ditemui di Indonesia. Kamu bisa mengolahnya dalam makanan atau membeli ekstraknya.
Daun yang satu ini memiliki banyak manfaat kesehatan, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Dikutip dari Buku Program Nutri Menu Royco, Masak Lezat dan Bergizi Sesuai Isi Piringku daun kelor kaya akan zat gizi yang baik untuk kesehatan. Dalam 100 gram daun kelor kering mengandung:
- Zat besi 25 kali lebih banyak dari bayam.
- Vitamin C 12 kali lebih banyak daripada jeruk.
- Vitamin A 10 kali lebih banyak dari wortel.
- Kalsium 17 kali lebih banyak dari susu.
- Protein 9 kali lebih banyak dari yogurt.
- Kalium 15 kali lebih banyak dari pisang.
Kandungan luar biasa ini membuat daun kelor bermanfaat bagi kesehatan. Berikut beberapa manfaatnya yang perlu kamu ketahui:
Antioksidan adalah senyawa yang bekerja melawan radikal bebas di tubuhmu. Menurut sebuah sumber, kadar radikal bebas yang tinggi dapat menyebabkan stres oksidatif, yang terkait dengan penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Dan Beberapa senyawa tanaman antioksidan telah ditemukan di daun kelor.
Gula darah tinggi bisa menjadi masalah kesehatan yang serius. Faktanya, itu adalah ciri utama diabetes.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa daun kelor dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Namun, sebagian besar bukti didasarkan pada penelitian pada hewan. Hanya ada sedikit penelitian berbasis manusia, dan umumnya berkualitas rendah.
Selain itu, satu penelitian pada 30 perempuan menunjukkan bahwa, mengonsumsi 1,5 sendok teh (7 gram) bubuk daun kelor setiap hari selama tiga bulan mengurangi kadar gula darah puasa rata-rata sebesar 13,5%.
Peradangan adalah respons alami tubuh terhadap infeksi atau cedera. Ini adalah mekanisme perlindungan yang penting tetapi dapat menjadi masalah kesehatan utama jika terus berlanjut dalam jangka waktu yang lama.
Sebagian besar buah, sayuran, rempah-rempah dan rempah-rempah utuh memiliki sifat anti-inflamasi. Namun, para ilmuwan percaya bahwa isothiocyanate adalah senyawa anti-inflamasi utama dalam daun, polong, dan biji kelor.
Sumber menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor juga dapat membantu menurunkan kolesterol dan meningkatkan kesehatan jantung. Sebuah ulasan yang diterbitkan di Frontiers in Pharmacology pada 2012, meneliti uji klinis pada hewan dampak daun kelor. Penelitian itu menyimpulkan daun kelor mungkin sebagai pengobatan yang efektif untuk dislipidemia,-suatu kondisi yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol, trigliserida (sejenis lemak darah), atau keduanya.
Karena daun kelor mengandung kalium dan antioksidan, tanaman ini juga bisa menurunkan tekanan darah dan menjaganya tetap stabil.
Baca juga: 3 Masalah Kesehatan yang Kerap Dialami Anak selama Pandemi
Studi The Diversity of Chemoprotective Glucosinolates in Moringaceae menunjukkan bahwa daun kelor mengandung glukosinolat. Zat ini dianggap memiliki sifat antikanker. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa glukosinolat mampu menghambat pertumbuhan sel kanker prostat manusia.
Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Food and Chemical Toxicology, daun kelor mampu mengendalikan kadar lipid (lemak) darah. Kadar lipid darah yang berlebihan terjadi pada penderita diabetes atau kolesterol tinggi yang bisa memicu impotensi.
Tak hanya itu, daun kelor juga bisa mencegah penyumbatan arteri. Hal ini membuat jantung bisa mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh dengan lancar. Artinya, penis akan mendapat suplai darah yang cukup untuk mencapai ereksi.
Studi dalam Journal of Ethnopharmacology melakukan pengujian pada kesuburan kelinci jantan setelah mendapat ekstrak daun kelor. Hasilnya, daun kelor secara signifikan mampu meningkatkan volume air mani, jumlah sperma, dan motilitas tergantung dosis penggunaannya.
Dikutip dari klikdokter, dr. Reza Pahlevi menjelaskan bahwa produksi ASI dipengaruhi oleh asupan gizi yang dikonsumsi oleh ibu menyusui. Daun kelor berperan di sini.
“Kandungan dari daun kelor memiliki sifat untuk meningkatkan produksi ASI. Selain itu, daun kelor juga mengandung berbagai vitamin dan mineral. Ada asam amino juga yang bisa menunjang gizi ibu yang sedang menyusui,” kata dr. Reza.
Daun ini juga dapat membantu mengatasi nyeri persalinan karena daun kelor memiliki sifat antiradang dan antibakteri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Daun yang satu ini memiliki banyak manfaat kesehatan, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Dikutip dari Buku Program Nutri Menu Royco, Masak Lezat dan Bergizi Sesuai Isi Piringku daun kelor kaya akan zat gizi yang baik untuk kesehatan. Dalam 100 gram daun kelor kering mengandung:
- Zat besi 25 kali lebih banyak dari bayam.
- Vitamin C 12 kali lebih banyak daripada jeruk.
- Vitamin A 10 kali lebih banyak dari wortel.
- Kalsium 17 kali lebih banyak dari susu.
- Protein 9 kali lebih banyak dari yogurt.
- Kalium 15 kali lebih banyak dari pisang.
Kandungan luar biasa ini membuat daun kelor bermanfaat bagi kesehatan. Berikut beberapa manfaatnya yang perlu kamu ketahui:
1. Daun kelor kaya antioksidan
Antioksidan adalah senyawa yang bekerja melawan radikal bebas di tubuhmu. Menurut sebuah sumber, kadar radikal bebas yang tinggi dapat menyebabkan stres oksidatif, yang terkait dengan penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Dan Beberapa senyawa tanaman antioksidan telah ditemukan di daun kelor.
2. Daun kelor dapat menurunkan kadar gula darah
Gula darah tinggi bisa menjadi masalah kesehatan yang serius. Faktanya, itu adalah ciri utama diabetes.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa daun kelor dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Namun, sebagian besar bukti didasarkan pada penelitian pada hewan. Hanya ada sedikit penelitian berbasis manusia, dan umumnya berkualitas rendah.
Selain itu, satu penelitian pada 30 perempuan menunjukkan bahwa, mengonsumsi 1,5 sendok teh (7 gram) bubuk daun kelor setiap hari selama tiga bulan mengurangi kadar gula darah puasa rata-rata sebesar 13,5%.
3. Daun kelor mampu mengurangi peradangan
Peradangan adalah respons alami tubuh terhadap infeksi atau cedera. Ini adalah mekanisme perlindungan yang penting tetapi dapat menjadi masalah kesehatan utama jika terus berlanjut dalam jangka waktu yang lama.
Sebagian besar buah, sayuran, rempah-rempah dan rempah-rempah utuh memiliki sifat anti-inflamasi. Namun, para ilmuwan percaya bahwa isothiocyanate adalah senyawa anti-inflamasi utama dalam daun, polong, dan biji kelor.
4. Mencegah penyakit kardiovaskular
Sumber menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor juga dapat membantu menurunkan kolesterol dan meningkatkan kesehatan jantung. Sebuah ulasan yang diterbitkan di Frontiers in Pharmacology pada 2012, meneliti uji klinis pada hewan dampak daun kelor. Penelitian itu menyimpulkan daun kelor mungkin sebagai pengobatan yang efektif untuk dislipidemia,-suatu kondisi yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol, trigliserida (sejenis lemak darah), atau keduanya.
5. Mengontrol tekanan darah
Karena daun kelor mengandung kalium dan antioksidan, tanaman ini juga bisa menurunkan tekanan darah dan menjaganya tetap stabil.
Baca juga: 3 Masalah Kesehatan yang Kerap Dialami Anak selama Pandemi
6. Meningkatkan kesehatan prostat
Studi The Diversity of Chemoprotective Glucosinolates in Moringaceae menunjukkan bahwa daun kelor mengandung glukosinolat. Zat ini dianggap memiliki sifat antikanker. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa glukosinolat mampu menghambat pertumbuhan sel kanker prostat manusia.
7. Mencegah impotensi
Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Food and Chemical Toxicology, daun kelor mampu mengendalikan kadar lipid (lemak) darah. Kadar lipid darah yang berlebihan terjadi pada penderita diabetes atau kolesterol tinggi yang bisa memicu impotensi.
Tak hanya itu, daun kelor juga bisa mencegah penyumbatan arteri. Hal ini membuat jantung bisa mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh dengan lancar. Artinya, penis akan mendapat suplai darah yang cukup untuk mencapai ereksi.
8. Meningkatkan kesuburan pria
Studi dalam Journal of Ethnopharmacology melakukan pengujian pada kesuburan kelinci jantan setelah mendapat ekstrak daun kelor. Hasilnya, daun kelor secara signifikan mampu meningkatkan volume air mani, jumlah sperma, dan motilitas tergantung dosis penggunaannya.
9. Perbanyak ASI
Dikutip dari klikdokter, dr. Reza Pahlevi menjelaskan bahwa produksi ASI dipengaruhi oleh asupan gizi yang dikonsumsi oleh ibu menyusui. Daun kelor berperan di sini.
“Kandungan dari daun kelor memiliki sifat untuk meningkatkan produksi ASI. Selain itu, daun kelor juga mengandung berbagai vitamin dan mineral. Ada asam amino juga yang bisa menunjang gizi ibu yang sedang menyusui,” kata dr. Reza.
10. Menjaga kesehatan rahim
Daun ini juga dapat membantu mengatasi nyeri persalinan karena daun kelor memiliki sifat antiradang dan antibakteri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)