FITNESS & HEALTH

Sering Dialami Usia 50-an, Ini Penyebab Kanker Prostat

Aulia Putriningtias
Selasa 15 September 2026 / 15:40
Ringkasnya gini..
  • Kanker prostat merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh pria usia lanjut.
  • dr. Andar R. Siregar, Sp. U, Subsp. Onk. (K), MARS, penyebab kanker prostat mudah ditemukan pada pria yang telah berusia 50 tahun ke atas.
  • Andar mengatakan peluang pria terkena pembesaran kelenjar prostat dan kanker prostat akan meningkat seiring bertambahnya usia.
 
Jakarta: Kanker prostat merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh pria usia lanjut. Apa alasannya hal ini terjadi di usia 50-an?

 
 
Menurut Dokter Spesialis Urologi Subspesialis Onkologi dr. Andar R. Siregar, Sp. U, Subsp. Onk. (K), MARS, penyebab kanker prostat mudah ditemukan pada pria yang telah berusia 50 tahun ke atas.

 
 
"Jadi memang semakin tua, kita laki-laki sudah dikasih Tuhan akan ada kecenderungan untuk membesar prostatnya dan risiko menjadi kankernya memang makin besar, semakin tua," kata dr. Andar dalam temu media bersama RSPI di Jakarta, Kamis lalu.

 
 
Andar mengatakan peluang pria terkena pembesaran kelenjar prostat dan kanker prostat akan meningkat seiring bertambahnya usia. Dalam hal ini, adanya riwayat keluarga yang pernah terkena kanker prostat dapat menurun pada generasi berikutnya.

 
 
Salah satu faktor genetik adalah terjadinya mutasi gen BRCA; disebutnya dapat meningkatkan angka kejadian dan keparahan penyakit. Jika seorang ayah terkena kanker prostat, sang anak perlu waspada.

 
 
Faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat adalah gaya hidup pasif, obesitas, penyakit kardiovaskular hingga hipertensi. Perilaku tidak sehat seperti merokok, banyak mengonsumsi makanan tidak sehat seperti seblak dan meminum alkohol.

 
 
Ia melanjutkan bahwa pada usia lanjut, kebanyakan pria akan mengalami benign prostatic hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak. Menurut dr. Andar, kondisi ini tidak termasuk dalam penyakit kanker, tetapi mengganggu aliran urine.

 

Gejala yang dirasakan oleh pasien kanker prostat
 

Gejala yang dapat dirasakan dibagi menjadi dua. Pada gejala iritasi yang dirasakan berupa frekuensi buang air kecil tidak normal, terjadi secara terus menerus sepanjang hari, terbangun beberapa kali di malam hari hanya untuk buang air kecil dan kesulitan menahan urine yang tiba-tiba atau tak terkendali.

 
Sementara pada gejala obstruktif seperti aliran urine melambat dan tersendat, terpaksa mengejan menggunakan otot perut untuk mengeluarkan urine, hingga merasa kandung kemih penuh meski telah buang air kecil.

 
"Padahal si otot kandung kemih itu dia punya otot, jadi enggak perlu otot perut buat kencing. Buat perempuan juga sebenarnya, jadi kita enggak perlu mengejan buat kencing," jelas dr. Andar.

 
Beberapa teknologi seperti operasi menggunakan bantuan robot, radioterapi, focal therapy seperti HIFU dan cryoablasi dapat berfokus pada menjaga kualitas hidup pasien, fungsi seksual serta kemampuan untuk menahan air kencing pasca operasi.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH