FITNESS & HEALTH
Mengenal Terapi Rezum untuk Atasi Pembesaran Prostat pada Pria
Elang Riki Yanuar
Kamis 01 Oktober 2026 / 08:00
- Pembesaran prostat dapat mengganggu aktivitas dan tidur, terutama pada pria lanjut usia, dengan keluhan seperti sulit buang air kecil dan pancaran urine melemah.
- Terapi Rezum menggunakan uap air untuk mengecilkan jaringan prostat yang membesar tanpa sayatan dan dirancang tetap mempertimbangkan fungsi seksual pasien.
- RS Mandaya Royal Puri telah melakukan lebih dari 100 tindakan Rezum, termasuk pada pasien dengan ukuran prostat mencapai 140 cc.
Jakarta: Pembesaran prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH) menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami pria, terutama ketika memasuki usia lanjut. Kondisi ini dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari karena pembesaran prostat bisa menekan saluran urine.
Tekanan tersebut dapat membuat aliran urine terganggu. Keluhan yang muncul antara lain sulit buang air kecil, pancaran urine melemah, lebih sering berkemih, hingga terbangun pada malam hari untuk buang air kecil.
BPH juga cukup banyak ditemukan pada kelompok usia tertentu. Prevalensinya sekitar 5 hingga 6 persen pada pria berusia 40 sampai 64 tahun dan meningkat menjadi 29 hingga 33 persen pada pria berusia 65 tahun ke atas.
Selain mengganggu aktivitas dan waktu istirahat, persoalan lain yang kerap menjadi pertimbangan pasien adalah dampak pengobatan BPH terhadap kehidupan seksual. Sejumlah obat maupun tindakan untuk mengatasi pembesaran prostat dapat menimbulkan gangguan seksual, termasuk gangguan ereksi.
Kondisi tersebut membuat pilihan terapi yang dapat membantu mengatasi pembesaran prostat sekaligus mempertahankan fungsi seksual menjadi salah satu pertimbangan dalam penanganan BPH. Salah satu metode yang tersedia adalah terapi Rezum yang menggunakan energi uap air untuk menangani jaringan prostat yang membesar.
Terapi Rezum dilakukan dengan memasukkan alat khusus melalui saluran kencing. Alat tersebut kemudian mengalirkan uap air langsung ke jaringan prostat yang mengalami pembesaran.
Jaringan prostat yang mendapat terapi selanjutnya akan menyusut secara bertahap. Proses tersebut diharapkan membantu mengurangi hambatan pada saluran urine sehingga alirannya dapat menjadi lebih baik.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dari terapi Rezum adalah fungsi seksual. Terapi ini dirancang untuk membantu menangani pembesaran prostat tanpa mengganggu kemampuan ereksi maupun ejakulasi, sehingga fungsi seksual tetap menjadi bagian yang dipertimbangkan dalam proses penanganan pasien.
Dari sisi prosedur, terapi Rezum juga tidak memerlukan sayatan pada kulit maupun bius total. Tindakan umumnya dapat dilakukan dengan bius lokal atau sedasi dan berlangsung sekitar 30 menit.
Perbaikan gejala setelah terapi dapat mulai dirasakan sebagian besar pasien dalam waktu sekitar dua minggu. Manfaat terapi kemudian dapat terus berkembang selama beberapa bulan hingga mencapai hasil maksimal. Pasien juga dapat kembali menjalani aktivitas dalam waktu yang relatif singkat setelah tindakan.
Public Relation Manager Mandaya Hospital Group, Erwin Suyanto, mengatakan pihaknya pernah menangani pasien dengan pembesaran prostat berukuran cukup besar melalui terapi Rezum.
“Sebagai gambaran, ukuran prostat normal pria umumnya hanya sekitar 15–25 cc. Di RS Mandaya Royal Puri, kami pernah menangani pasien berusia 77 tahun dengan ukuran prostat yang mencapai 140 cc, sekitar 5 hingga 7 kali lebih besar dari ukuran prostat normal. Setelah menjalani terapi Rezum, ukuran prostat pasien tersebut berhasil menyusut hingga lebih dari separuh ukuran awalnya. Ini menjadi salah satu pengalaman kami dalam menangani pembesaran prostat berukuran besar dan bukti efektivitas dari terapi Rezum. Di RS Mandaya Royal Puri, terapi Rezum tersedia dengan harga mulai dari Rp85 juta,” ujar Erwin Suyanto, Public Relation Manager Mandaya Hospital Group.
Terapi Rezum di RS Mandaya Royal Puri disebut telah digunakan dalam lebih dari 100 tindakan. Atas pencapaian tersebut, rumah sakit itu menerima penghargaan “Rezum Center of Excellence ASEAN” dari Boston Scientific.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Head of Country Boston Scientific Indonesia, Alphons Festus, kepada dr. Maruto Harjanggi, BSc(Hons), Sp.U, FICS, selaku dokter spesialis urologi di Mandaya yang telah melakukan tindakan Rezum terbanyak.
Terapi Rezum menjadi salah satu layanan yang tersedia di Pusat Urologi Mandaya. Pusat layanan tersebut menangani berbagai masalah urologi, baik yang umum maupun kompleks, untuk pasien dari kelompok usia bayi, anak-anak, hingga dewasa.
Kondisi yang ditangani mencakup batu ginjal, tumor ginjal dan adrenal, kanker prostat, transplantasi ginjal, inkontinensia urine atau beser, hipospadia, hidronefrosis, hidrokel, kriptorkismus, hingga gangguan berkemih.
Layanan tersebut didukung dokter spesialis dan profesor di bidang urologi dengan berbagai subspesialisasi. Bidang yang tersedia mencakup urologi onkologi, andrologi, pediatrik, urologi fungsional, urologi perempuan, dan neurourologi.
Untuk menangani berbagai kondisi tersebut, Pusat Urologi Mandaya juga menggunakan teknologi robotik dan metode minimal invasif. Pada kasus batu ginjal, misalnya, tersedia Zamenix untuk membantu menghancurkan batu ginjal tanpa operasi terbuka.
Teknologi Da Vinci Xi juga digunakan untuk sejumlah prosedur urologi kompleks, termasuk pengangkatan kanker prostat dan kanker ginjal hingga transplantasi ginjal. Selain itu, Robot Biobot MonaLisa digunakan untuk membantu dokter melakukan biopsi prostat secara lebih presisi.
Bagi pasien kanker prostat stadium lanjut, tersedia pula Lutetium-177 PSMA sebagai salah satu pilihan terapi. Dengan berbagai layanan tersebut, Pusat Urologi Mandaya mencakup penanganan mulai dari diagnosis, terapi minimal invasif, prosedur robotik, hingga terapi lanjutan untuk beragam kondisi urologi.
(ELG)
Tekanan tersebut dapat membuat aliran urine terganggu. Keluhan yang muncul antara lain sulit buang air kecil, pancaran urine melemah, lebih sering berkemih, hingga terbangun pada malam hari untuk buang air kecil.
BPH juga cukup banyak ditemukan pada kelompok usia tertentu. Prevalensinya sekitar 5 hingga 6 persen pada pria berusia 40 sampai 64 tahun dan meningkat menjadi 29 hingga 33 persen pada pria berusia 65 tahun ke atas.
Selain mengganggu aktivitas dan waktu istirahat, persoalan lain yang kerap menjadi pertimbangan pasien adalah dampak pengobatan BPH terhadap kehidupan seksual. Sejumlah obat maupun tindakan untuk mengatasi pembesaran prostat dapat menimbulkan gangguan seksual, termasuk gangguan ereksi.
Kondisi tersebut membuat pilihan terapi yang dapat membantu mengatasi pembesaran prostat sekaligus mempertahankan fungsi seksual menjadi salah satu pertimbangan dalam penanganan BPH. Salah satu metode yang tersedia adalah terapi Rezum yang menggunakan energi uap air untuk menangani jaringan prostat yang membesar.
Terapi Rezum dilakukan dengan memasukkan alat khusus melalui saluran kencing. Alat tersebut kemudian mengalirkan uap air langsung ke jaringan prostat yang mengalami pembesaran.
Jaringan prostat yang mendapat terapi selanjutnya akan menyusut secara bertahap. Proses tersebut diharapkan membantu mengurangi hambatan pada saluran urine sehingga alirannya dapat menjadi lebih baik.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dari terapi Rezum adalah fungsi seksual. Terapi ini dirancang untuk membantu menangani pembesaran prostat tanpa mengganggu kemampuan ereksi maupun ejakulasi, sehingga fungsi seksual tetap menjadi bagian yang dipertimbangkan dalam proses penanganan pasien.
Dari sisi prosedur, terapi Rezum juga tidak memerlukan sayatan pada kulit maupun bius total. Tindakan umumnya dapat dilakukan dengan bius lokal atau sedasi dan berlangsung sekitar 30 menit.
Perbaikan gejala setelah terapi dapat mulai dirasakan sebagian besar pasien dalam waktu sekitar dua minggu. Manfaat terapi kemudian dapat terus berkembang selama beberapa bulan hingga mencapai hasil maksimal. Pasien juga dapat kembali menjalani aktivitas dalam waktu yang relatif singkat setelah tindakan.
Public Relation Manager Mandaya Hospital Group, Erwin Suyanto, mengatakan pihaknya pernah menangani pasien dengan pembesaran prostat berukuran cukup besar melalui terapi Rezum.
“Sebagai gambaran, ukuran prostat normal pria umumnya hanya sekitar 15–25 cc. Di RS Mandaya Royal Puri, kami pernah menangani pasien berusia 77 tahun dengan ukuran prostat yang mencapai 140 cc, sekitar 5 hingga 7 kali lebih besar dari ukuran prostat normal. Setelah menjalani terapi Rezum, ukuran prostat pasien tersebut berhasil menyusut hingga lebih dari separuh ukuran awalnya. Ini menjadi salah satu pengalaman kami dalam menangani pembesaran prostat berukuran besar dan bukti efektivitas dari terapi Rezum. Di RS Mandaya Royal Puri, terapi Rezum tersedia dengan harga mulai dari Rp85 juta,” ujar Erwin Suyanto, Public Relation Manager Mandaya Hospital Group.
Terapi Rezum di RS Mandaya Royal Puri disebut telah digunakan dalam lebih dari 100 tindakan. Atas pencapaian tersebut, rumah sakit itu menerima penghargaan “Rezum Center of Excellence ASEAN” dari Boston Scientific.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Head of Country Boston Scientific Indonesia, Alphons Festus, kepada dr. Maruto Harjanggi, BSc(Hons), Sp.U, FICS, selaku dokter spesialis urologi di Mandaya yang telah melakukan tindakan Rezum terbanyak.
Terapi Rezum menjadi salah satu layanan yang tersedia di Pusat Urologi Mandaya. Pusat layanan tersebut menangani berbagai masalah urologi, baik yang umum maupun kompleks, untuk pasien dari kelompok usia bayi, anak-anak, hingga dewasa.
Kondisi yang ditangani mencakup batu ginjal, tumor ginjal dan adrenal, kanker prostat, transplantasi ginjal, inkontinensia urine atau beser, hipospadia, hidronefrosis, hidrokel, kriptorkismus, hingga gangguan berkemih.
Layanan tersebut didukung dokter spesialis dan profesor di bidang urologi dengan berbagai subspesialisasi. Bidang yang tersedia mencakup urologi onkologi, andrologi, pediatrik, urologi fungsional, urologi perempuan, dan neurourologi.
Untuk menangani berbagai kondisi tersebut, Pusat Urologi Mandaya juga menggunakan teknologi robotik dan metode minimal invasif. Pada kasus batu ginjal, misalnya, tersedia Zamenix untuk membantu menghancurkan batu ginjal tanpa operasi terbuka.
Teknologi Da Vinci Xi juga digunakan untuk sejumlah prosedur urologi kompleks, termasuk pengangkatan kanker prostat dan kanker ginjal hingga transplantasi ginjal. Selain itu, Robot Biobot MonaLisa digunakan untuk membantu dokter melakukan biopsi prostat secara lebih presisi.
Bagi pasien kanker prostat stadium lanjut, tersedia pula Lutetium-177 PSMA sebagai salah satu pilihan terapi. Dengan berbagai layanan tersebut, Pusat Urologi Mandaya mencakup penanganan mulai dari diagnosis, terapi minimal invasif, prosedur robotik, hingga terapi lanjutan untuk beragam kondisi urologi.
(ELG)