FITNESS & HEALTH
Teknologi HIFU Jadi Pilihan Baru untuk Terapi Prostat Tanpa Sayatan
Elang Riki Yanuar
Senin 07 September 2026 / 16:00
- Teknologi HIFU menawarkan alternatif terapi prostat tanpa sayatan dengan proses pemulihan yang relatif lebih cepat.
- HIFU menggunakan gelombang ultrasound berintensitas tinggi untuk menangani jaringan prostat bermasalah secara presisi tanpa operasi terbuka.
- Meski minim invasif, terapi HIFU tidak cocok untuk semua pasien sehingga perlu pemeriksaan dan evaluasi dokter spesialis urologi.
Jakarta: Pengobatan untuk masalah prostat kini semakin berkembang dengan hadirnya teknologi yang memungkinkan tindakan dilakukan tanpa operasi terbuka. Salah satunya adalah Sonablate High-Intensity Focused Ultrasound atau HIFU yang menggunakan gelombang ultrasound untuk menangani jaringan prostat bermasalah.
Teknologi tersebut kini tersedia di Sunway Medical Centre Ipoh (SMCI), Malaysia. Rumah sakit tersebut menjadi rumah sakit pertama di Asia Tenggara yang menghadirkan Sonablate® HIFU untuk terapi kondisi prostat tertentu.
Kehadiran metode ini menjadi alternatif bagi pasien yang membutuhkan penanganan prostat dengan pendekatan minim invasif. Prosedurnya tidak membutuhkan sayatan, jahitan, maupun meninggalkan bekas luka seperti pada tindakan pembedahan terbuka.
"Banyak pria tidak hanya ingin mengatasi kondisi prostatnya, tetapi juga ingin tetap memiliki kualitas hidup yang baik setelah menjalani pengobatan," ujar Dr. L. Sivaneswaran P.M.P., Consultant Urologist Sunway Medical Centre Ipoh.
Sonablate® HIFU bekerja dengan memfokuskan energi ultrasound berintensitas tinggi ke jaringan yang menjadi target terapi. Energi tersebut digunakan untuk menghancurkan jaringan prostat yang bermasalah dengan tetap mempertahankan jaringan sehat di sekitarnya.
"Sonablate® High-Intensity Focused Ultrasound memungkinkan kami menangani jaringan prostat secara sangat presisi tanpa perlu pembedahan. Bagi pasien yang memenuhi kriteria, teknologi ini memberikan nyeri yang lebih minimal, pemulihan lebih cepat, resiko komplikasi yang lebih rendah, serta memungkinkan pasien kembali beraktivitas lebih cepat," lanjutnya.
Prosedur ini juga menggunakan pencitraan ultrasound secara real-time. Dengan teknologi tersebut, dokter dapat melihat kondisi jaringan selama tindakan sekaligus menentukan area yang menjadi sasaran terapi.
Dari sisi pemulihan, Sonablate® HIFU merupakan prosedur day care. Pasien umumnya dapat kembali melakukan aktivitas ringan dalam waktu sekitar satu hingga dua hari, meski waktu pemulihan tetap bergantung pada kondisi masing-masing pasien.
Metode tersebut juga dikaitkan dengan potensi risiko yang lebih rendah terhadap sejumlah komplikasi dibandingkan prosedur tertentu yang membutuhkan pembedahan terbuka. Beberapa di antaranya adalah perdarahan, infeksi, rawat inap berkepanjangan, inkontinensia urine, serta gangguan fungsi ereksi pada pasien yang memenuhi kriteria.
Namun, HIFU bukan pilihan terapi yang dapat diberikan kepada seluruh pasien dengan masalah prostat. Dokter perlu melakukan pemeriksaan dan evaluasi terlebih dahulu untuk menentukan apakah pasien memenuhi persyaratan menjalani prosedur tersebut.
"Memilih terapi yang tepat selalu dimulai dengan memilih pasien yang tepat. Setiap rekomendasi pengobatan kami sesuaikan dengan diagnosis, kondisi kesehatan, serta harapan pasien," jelas Dr. Sivaneswaran.
Malaysia sendiri selama ini menjadi salah satu tujuan wisata medis bagi masyarakat Indonesia. Selain Kuala Lumpur, Ipoh juga dapat menjadi pilihan karena aksesnya bisa ditempuh melalui penerbangan menuju Penang yang kemudian dilanjutkan perjalanan darat sekitar 1,5 hingga 2 jam.
Bagi pasien dari luar Malaysia, layanan International Patient Centre di Sunway Medical Centre Ipoh juga menyediakan pendampingan terkait kebutuhan perawatan. Layanan tersebut mencakup koordinasi konsultasi, bantuan bahasa, hingga tindak lanjut pengobatan.
Dengan hadirnya teknologi HIFU, pilihan terapi untuk kondisi prostat tertentu semakin beragam. Namun, keputusan penggunaan metode tersebut tetap perlu didasarkan pada diagnosis, kondisi kesehatan, hasil pemeriksaan, serta pertimbangan dokter spesialis urologi.
(ELG)
Teknologi tersebut kini tersedia di Sunway Medical Centre Ipoh (SMCI), Malaysia. Rumah sakit tersebut menjadi rumah sakit pertama di Asia Tenggara yang menghadirkan Sonablate® HIFU untuk terapi kondisi prostat tertentu.
Kehadiran metode ini menjadi alternatif bagi pasien yang membutuhkan penanganan prostat dengan pendekatan minim invasif. Prosedurnya tidak membutuhkan sayatan, jahitan, maupun meninggalkan bekas luka seperti pada tindakan pembedahan terbuka.
"Banyak pria tidak hanya ingin mengatasi kondisi prostatnya, tetapi juga ingin tetap memiliki kualitas hidup yang baik setelah menjalani pengobatan," ujar Dr. L. Sivaneswaran P.M.P., Consultant Urologist Sunway Medical Centre Ipoh.
Sonablate® HIFU bekerja dengan memfokuskan energi ultrasound berintensitas tinggi ke jaringan yang menjadi target terapi. Energi tersebut digunakan untuk menghancurkan jaringan prostat yang bermasalah dengan tetap mempertahankan jaringan sehat di sekitarnya.
"Sonablate® High-Intensity Focused Ultrasound memungkinkan kami menangani jaringan prostat secara sangat presisi tanpa perlu pembedahan. Bagi pasien yang memenuhi kriteria, teknologi ini memberikan nyeri yang lebih minimal, pemulihan lebih cepat, resiko komplikasi yang lebih rendah, serta memungkinkan pasien kembali beraktivitas lebih cepat," lanjutnya.
Prosedur ini juga menggunakan pencitraan ultrasound secara real-time. Dengan teknologi tersebut, dokter dapat melihat kondisi jaringan selama tindakan sekaligus menentukan area yang menjadi sasaran terapi.
Dari sisi pemulihan, Sonablate® HIFU merupakan prosedur day care. Pasien umumnya dapat kembali melakukan aktivitas ringan dalam waktu sekitar satu hingga dua hari, meski waktu pemulihan tetap bergantung pada kondisi masing-masing pasien.
Metode tersebut juga dikaitkan dengan potensi risiko yang lebih rendah terhadap sejumlah komplikasi dibandingkan prosedur tertentu yang membutuhkan pembedahan terbuka. Beberapa di antaranya adalah perdarahan, infeksi, rawat inap berkepanjangan, inkontinensia urine, serta gangguan fungsi ereksi pada pasien yang memenuhi kriteria.
Namun, HIFU bukan pilihan terapi yang dapat diberikan kepada seluruh pasien dengan masalah prostat. Dokter perlu melakukan pemeriksaan dan evaluasi terlebih dahulu untuk menentukan apakah pasien memenuhi persyaratan menjalani prosedur tersebut.
"Memilih terapi yang tepat selalu dimulai dengan memilih pasien yang tepat. Setiap rekomendasi pengobatan kami sesuaikan dengan diagnosis, kondisi kesehatan, serta harapan pasien," jelas Dr. Sivaneswaran.
Malaysia sendiri selama ini menjadi salah satu tujuan wisata medis bagi masyarakat Indonesia. Selain Kuala Lumpur, Ipoh juga dapat menjadi pilihan karena aksesnya bisa ditempuh melalui penerbangan menuju Penang yang kemudian dilanjutkan perjalanan darat sekitar 1,5 hingga 2 jam.
Bagi pasien dari luar Malaysia, layanan International Patient Centre di Sunway Medical Centre Ipoh juga menyediakan pendampingan terkait kebutuhan perawatan. Layanan tersebut mencakup koordinasi konsultasi, bantuan bahasa, hingga tindak lanjut pengobatan.
Dengan hadirnya teknologi HIFU, pilihan terapi untuk kondisi prostat tertentu semakin beragam. Namun, keputusan penggunaan metode tersebut tetap perlu didasarkan pada diagnosis, kondisi kesehatan, hasil pemeriksaan, serta pertimbangan dokter spesialis urologi.
(ELG)