FITNESS & HEALTH

Prosedur Teknologi Robotik Da Vinci XI untuk Pengobatan Kanker Prostat

Aulia Putriningtias
Rabu 14 Januari 2026 / 13:16
Jakarta: Kanker prostat merupakan pertumbuhan sel abnormal pada kelenjar prostat pria. Salah satu pengobatan yang dapat membantu penanganan kanker prostat adalah teknologi robotik Da Vinci XI.

Kamu perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu prostat. Prostat merupakan kelenjar kecil yang terletak di bagian dasar kandung kemih. Kelenjar ini adalah bagian dari sistem reporduksi dan berfungsi sebagai penghasil semen, yaitu cairan yang dikeluarkan bersama sperma saat ejakulasi.

Prof. Dr. dr. Agus Rizal A.H. Hamid, Sp.U (K) Onk, FICRS selaku Konsultan Urologi Onkologi Eka Hospital MT Haryono menjelaskan bahwa, kanker prostat biasanya hadir pada pria lanjut usia, sekitar di atas 50 tahun. Penyebabnya belum benar-benar dipastikan, tetapi ada beberapa faktor seperti pertambahan usia, obesitas, dan pola hidup tidak sehat.
 

Da Vinci XI, teknologi robotik untuk pengobatan kanker prostat


Salah satu pengobatan dunia yang sudah hadir di Indonesia untuk mengobati kanker prostat adalah Da Vinci XI. Alat ini dapat membantu dokter untuk melakukan tindakan operasi pada tempat-tempat yang sulit dijangkau tanpa harus banyak sayatan.
 
Sistem Da Vinci sendiri memiliki tiga komponen utama. Pertama, sistem audiovisul, di mana pusat kontrol kamera yang membantu dokter melihat area operasi dengan sangat jelas.

Kedua, patient cart, di mana unit dengan empat lengan robot berada langsung di atas pasien untuk melakukan tindakan. Ketiga, surgical console, yaitu tempat dokter bedah duduk dan mengendalikan pergerakan tangan robot tersebut secara ergonomis.

Konsol tersebut juga dapat melihat kondisi dalam tubuh pasien secara tiga dimensi atau 3D. Alhasil, alat ini dapat menggerakkan alat dengan sangat efektif tanpa mengalami tremor.


Prof. Dr. dr. Agus Rizal A.H. Hamid, Sp.U (K) Onk, FICRS selaku Konsultan Urologi Onkologi Eka Hospital MT Haryono. Dok. Ist

Jika dibandingkan dengan laproskopi konvensional, perbedaannya terletak pada kestabilan dan manuver tangan saat operasi. Lengan robot ini stabil dan ujungnya dapat berputar dan meliuk, memungkinkan menghasilkan sayatan yang lebih akurat.

Da Vinci XI ini sudah hadir di Eka Hospital MT Haryono. Prof. Dr. dr. Agus Rizal A.H. Hamid, Sp.U (K) Onk, FICRS dan Tim telah mengerjakan operasi robotik  lebih dari 50 kasus sejak tahun 2021. Berdasarkan data dan pengalaman lapangan, hasil operasi robotik terbukti jauh lebih baik dibandingkan laparoskopi atau operasi terbuka.

Manfaat bagi pasien pun sangat berdampak pada kehidupannya. Karena prosedurnya sangat presisi dan minim sayatan, pasien dapat pulih jauh lebih cepat dibandingkan operasi konvensional biasa.

Selain itu, dengan melakukan teknologi robotik untuk menangani kanker prostat ini, angka komplikasi rendah setelah operasi, berdasakan pengalaman dr. Agus. Alhasil, pasien dapat keluar dari rumah sakit dengan cepat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH