FITNESS & HEALTH

Hobi Dengerin Musik Pakai Headphone? Dokter Saran Terapkan Aturan 60-60

A. Firdaus
Sabtu 07 Maret 2026 / 16:15
Ringkasnya gini..
  • Gangguan yang ditimbulkan bukan tipe konduktif.
  • Aturan penggunaan perangkat audio yang dikenal sebagai prinsip 60–60.
  • Teknologi bone conduction earphone dapat menjadi alternatif yang relatif lebih aman.
Jakarta: Penggunaan perangkat audio seperti earphone dan headphone sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran.

Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher Dr. dr. Harim Priyono, SpTHTBKL, Subsp. Oto (K) mengingatkan bahwa, paparan suara keras dalam waktu lama dapat memicu gangguan pendengaran akibat bising atau noise induced hearing loss.

“Kalau kita menggunakan earphone atau headphone akan ada paparan bising. Gangguan yang ditimbulkan bukan tipe konduktif, tetapi sensori neural dan sifatnya permanen,” kata Dr. Harim dalam diskusi daring yang diselenggarakan oleh RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo, melansir Antara.
 
Dr. Harim menjelaskan bahwa gangguan sensori neural terjadi pada sel rambut di koklea atau rumah siput yang berada di telinga bagian dalam. Kerusakan pada bagian tersebut tidak dapat diperbaiki sehingga penurunan pendengaran yang terjadi bersifat permanen.
 

Terapkan Aturan 60–60


Untuk mengurangi risiko gangguan pendengaran, Dr. Harim menyarankan kamu mengikuti aturan penggunaan perangkat audio yang dikenal sebagai prinsip 60–60.

Aturan ini berarti volume maksimal yang digunakan sebaiknya tidak lebih dari 60 persen dari kapasitas perangkat. Selain itu, durasi penggunaan juga disarankan tidak lebih dari 60 menit secara terus-menerus.

“Setelah 60 menit sebaiknya diberi waktu istirahat sekitar 15 menit atau lebih sebelum digunakan kembali,” ujar Dr. Harim.
 

Alternatif Earphone yang Lebih Aman


Selain mengatur volume dan durasi penggunaan, Dr. Harim juga menilai teknologi bone conduction earphone dapat menjadi alternatif yang relatif lebih aman. Perangkat ini bekerja dengan menghantarkan suara melalui getaran tulang sehingga suara tidak langsung masuk melalui liang telinga.

Dengan mekanisme tersebut, suara tidak mengalami proses penguatan alami yang biasanya terjadi pada liang telinga, gendang telinga, dan tulang pendengaran. Hal ini dinilai dapat membantu mengurangi risiko kerusakan akibat paparan suara keras dibandingkan penggunaan earphone biasa.

Meski demikian, Dr. Harim menegaskan bahwa penggunaan perangkat audio tetap perlu dibatasi agar kesehatan pendengaran tetap terjaga dalam jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH