FITNESS & HEALTH

Jangan Asal Ikut Race! Persiapan yang Tepat Bisa Cegah Cedera Serius

A. Firdaus
Selasa 21 Juli 2026 / 17:08
Ringkasnya gini..
  • Para ahli mengingatkan pentingnya persiapan yang matang agar aktivitas fisik tidak berujung cedera.
  • Olahraga dengan intensitas tinggi membutuhkan persiapan yang tidak bisa dilakukan secara instan.
  • Pemeriksaan kesehatan dapat membantu mendeteksi kondisi medis yang belum menimbulkan gejala.
Jakarta: Tren olahraga berintensitas tinggi seperti marathon, trail run, hingga Hyrox semakin diminati masyarakat Indonesia. Selain menjadi ajang kompetisi, olahraga tersebut kini juga menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Namun, di balik antusiasme itu, para ahli mengingatkan pentingnya persiapan yang matang agar aktivitas fisik tidak berujung cedera.

Data Allianz Indonesia menunjukkan cedera muskuloskeletal masih menjadi salah satu masalah yang banyak dialami masyarakat yang beraktivitas fisik. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, perusahaan mencatat lebih dari 20.247 klaim terkait cedera atau kecelakaan dengan nilai pembayaran mencapai lebih dari Rp176,4 miliar.

Cedera yang paling banyak diklaim didominasi pada area tungkai bawah. Robekan bantalan tulang rawan lutut atau meniskus menempati urutan pertama dengan 2.119 kasus, disusul cedera ligamen lutut seperti ACL dan PCL sebanyak 2.027 kasus, serta keseleo atau cedera ligamen dan otot pergelangan kaki sebanyak 1.468 kasus.
 

Selain itu, terdapat 582 kasus patah tulang pergelangan tangan bagian bawah dan 519 kasus cedera otot maupun tendon bahu.

Cedera muskuloskeletal sendiri merupakan cedera yang menyerang sistem gerak tubuh, meliputi otot, tulang, sendi, ligamen, hingga tendon. Kondisi ini umumnya dipicu oleh aktivitas fisik berulang, benturan saat berolahraga, atau penggunaan otot yang melebihi kemampuan tubuh.
 

Jangan hanya fokus latihan


Head of Health Analytics Allianz Life Indonesia, dr. Tubagus Argie, mengatakan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga merupakan tren yang positif karena menunjukkan semakin banyak orang menjalani gaya hidup aktif. Meski demikian, olahraga dengan intensitas tinggi membutuhkan persiapan yang tidak bisa dilakukan secara instan.

Menurutnya, latihan bertahap (progressive training), latihan kekuatan otot, pemulihan (recovery) yang cukup, asupan nutrisi dan hidrasi yang seimbang, serta kemampuan mengenali batas kemampuan tubuh menjadi faktor penting untuk menekan risiko cedera.

"Jangan sampai semangat berolahraga justru berujung pada cedera yang sebenarnya dapat dicegah," ujarnya.

Ia menambahkan, persiapan fisik yang baik bukan hanya membantu meningkatkan performa saat berolahraga, tetapi juga membuat tubuh lebih siap menghadapi aktivitas dengan intensitas tinggi.
 

Pertimbangkan medical check-up sebelum mulai


Bagi masyarakat yang baru ingin mencoba olahraga seperti marathon, trail run, atau Hyrox, terutama yang memiliki faktor risiko kesehatan tertentu, dr. Argie menyarankan untuk melakukan medical check-up sebelum memulai program latihan.

Pemeriksaan kesehatan dapat membantu mendeteksi kondisi medis yang belum menimbulkan gejala sekaligus memastikan tubuh cukup siap menjalani latihan secara aman.

"Olahraga merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat. Namun manfaatnya akan lebih optimal jika diimbangi dengan persiapan yang baik, pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan, serta menjaga kesehatan secara berkelanjutan," kata dr. Argie.

Ia berharap masyarakat tidak hanya berfokus pada target menyelesaikan lomba atau meningkatkan performa, tetapi juga menjadikan keselamatan dan kesehatan sebagai prioritas utama. Dengan persiapan yang tepat, manfaat olahraga dapat dirasakan secara maksimal tanpa harus dibayangi risiko cedera yang sebenarnya bisa dicegah.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH