FITNESS & HEALTH

Usia 40-an Mau Diet tapi Gak Mau Tersiksa? Ini 5 Rahasianya

Yatin Suleha
Kamis 03 September 2026 / 19:55
Ringkasnya gini..
  • Diet setelah usia 40 tahun gak harus berarti mengurangi makan secara ekstrem.
  • Protein, sayur, buah, karbohidrat berkualitas, dan lemak sehat tetap perlu masuk menu harian.
  • Gula, garam, dan makanan ultra-proses sebaiknya gak dikonsumsi berlebihan.
Jakarta: Masuk usia 40-an, berat badan kok rasanya makin susah diajak kompromi? Tenang, bukan berarti kamu harus langsung menjalani diet superketat atau goodbye nasi setiap hari.

Justru, pola makan yang seimbang lebih penting untuk menjaga asupan nutrisi sekaligus membantu mengontrol berat badan.

World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia menyebut pola makan sehat perlu memenuhi prinsip kecukupan, keseimbangan, moderasi, dan keberagaman.

 

Nah, kalau sudah memasuki usia 40-an, apa saja yang perlu diperhatikan?

 

1. Jangan pelit sayur dan buah



Sayur dan buah bukan sekadar pelengkap di pinggir piring. Keduanya menyediakan vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan tubuh.

WHO merekomendasikan orang dewasa mengonsumsi setidaknya 400 gram sayur dan buah per hari.

Buah utuh juga bisa jadi pilihan camilan saat ingin ngemil tanpa harus selalu mengandalkan makanan tinggi gula.

 

2. Protein jangan sampai ketinggalan



protein
(Wanita usia 40 tahunan membutuhkan lebih banyak protein karena tubuh mengalami penurunan massa otot. Foto: Dok. AI Generated)


Kalau sedang diet, jangan sampai fokus memangkas makanan malah membuat asupan protein terabaikan.

Protein bisa didapat dari ikan, telur, ayam, tahu, tempe, kacang-kacangan, biji-bijian, hingga produk susu.

National Institute on Aging (NIA), lembaga di bawah National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat yang berfokus pada kesehatan dan proses penuaan, juga menganjurkan variasi sumber protein dalam pola makan.

Jadi, gak harus tiap hari makan dada ayam dan salad. Tempe atau ikan juga bisa masuk menu.

 

3. Nasi gak perlu jadi musuh



Siapa bilang diet usia 40 tahun harus bebas karbohidrat? Nasi masih boleh, kok.

Yang penting, perhatikan jenis dan porsinya. WHO merekomendasikan karbohidrat terutama berasal dari biji-bijian utuh, sayuran, buah, dan kacang-kacangan.

Beras merah, oatmeal, jagung, atau kentang juga bisa menjadi variasi sumber karbohidrat.

 

4. Pilih lemak yang lebih oke



Diet bukan berarti semua makanan berlemak harus dicoret. Tubuh tetap membutuhkan lemak, tetapi jenisnya perlu diperhatikan.

WHO menganjurkan mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh yang bisa ditemukan dalam ikan, kacang-kacangan, alpukat, dan sejumlah minyak nabati.

 

 

5. Gak perlu tiap hari minum manis


Es kopi susu, teh manis, minuman kemasan, atau dessert memang susah ditolak. Tapi kalau terlalu sering, asupan gula bisa ikut menumpuk.

WHO merekomendasikan gula bebas kurang dari 10 persen kebutuhan energi harian dan garam kurang dari 5 gram per hari.

Makanan ultra-proses yang tinggi gula, garam, atau lemak tidak sehat juga sebaiknya gak mendominasi menu sehari-hari.

Jadi, diet setelah usia 40 tahun gak harus penuh pantangan. Fokus saja pada makanan yang lebih bernutrisi, porsi yang sesuai, dan pola makan yang realistis untuk dijalani terus.


Desi Indasari

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH