FITNESS & HEALTH
Diet Cuma Makan Daging? Yuk, Bedah Plus Minus Diet Karnivora!
Mia Vale
Rabu 28 Januari 2026 / 20:15
- Diet karnivora hanya memakan daging dan menghilangkan semua karbohidrat.
- Diet karnivora ada klaim belum didukung oleh penelitian ilmiah jangka panjang.
- Selain memiliki manfaat, mengikuti diet berbasis daging juga bisa menimbulkan efek samping.
Jakarta: Melakukan diet bisa menjadi salah satu cara untuk menurunkan berat badan. Namun, apakah kamu pernah mendengar metode diet karnivora? Bila belum, rasanya kamu perlu membaca pembahasan ini sampai habis deh.
Perlu kamu ketahui, diet karnivora ini cukup populer di media sosial. Diet ini diklaim efektif untuk menurunkan berat badan lho.
Para pendukung diet tinggi protein (dan tinggi lemak) ini berpendapat bahwa diet ini dapat membantu menurunkan berat badan dan melindungi dari penyakit kronis dengan menghilangkan karbohidrat dan makanan nabati.
"Diet karnivora bertujuan untuk menghindari semua karbohidrat dengan hanya mengisi piring kamu dengan makanan yang berasal dari hewan," jelas ahli gizi terdaftar Kate Patton, RD, LD melalui laman Cleveland Clinic. Benarkah demikian?
Dalam diet karnivora, segala yang kamu konsumsi adalah daging dan produk hewani. Adapun menu diet karnivora yang disarankan meliputi:
- Daging sapi, unggas, dan daging ternak lainnya
- Ikan dan makanan laut
- Daging buruan (seperti rusa)
- Telur
- Produk susu berlemak penuh dalam jumlah terbatas (seperti keju dan mentega)
- Air
Sementara, buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian, di mana mencakup banyak pujian karena nilai gizinya, kerap diabaikan.
Diet karnivora juga menyarankan untuk menghindari daging olahan, seperti sosis atau daging olahan siap saji, karena kandungan aditifnya.
.jpg)
(Diet karnivora ada klaim belum didukung oleh penelitian ilmiah jangka panjang yang kuat. Kalau kamu ada rencana melakukan diet karnivora ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ya. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Beberapa penelitian sudah menunjukkan bahwa diet tinggi protein dan rendah karbohidrat bisa meningkatkan penurunan berat badan. Dan berikut beberapa manfaat kesehatan yang bisa kamu peroleh dari menjalani diet karnivora, di antaranya:
Tubuh menggunakan karbohidrat untuk energi. Jika kamu tidak mengonsumsi karbohidrat, tubuh akan membakar lemak tubuh sebagai bahan bakar dalam proses yang dikenal sebagai ketosis. Ini dapat menyebabkan peningkatan metabolisme dan penurunan berat badan.
Diet karnivora dapat menstabilkan kadar gula darah (glukosa) dengan mencegah lonjakan gula darah setelah kamu mengonsumsi karbohidrat atau makanan manis.
Penelitian mengaitkan diet tinggi karbohidrat — terutama dari gula — dengan berbagai penyakit kronis. Mengurangi asupan karbohidrat hingga nol mengatasi faktor risiko spesifik tersebut.
Beberapa penelitian menghubungkan konsumsi daging dengan tingkat depresi dan kecemasan yang lebih rendah. Banyak juga yang berbicara tentang peningkatan kejernihan mental saat menjalani diet karnivora.
Selain memiliki manfaat, mengikuti diet berbasis daging juga bisa menimbulkan efek samping yang berdampak negatif pada kesehatan orang yang menjalani diet karnivora.
Masalah-masalah tersebut meliputi:
- Penyakit jantung, di mana diet karnivora tinggi lemak jenuh, dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
- Kanker, konsumsi daging merah dalam jumlah besar telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal, yang dapat dibagi menjadi kanker usus besar dan kanker rektum, serta beberapa jenis kanker lainnya.
- Masalah pencernaan, karena mengonsumsi daging membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, dan memperlambat proses tersebut dapat menyebabkan sembelit, akibat kekurangan serat untuk membantu melancarkan pencernaan.
- Kram otot, di mana kekurangan nutrisi penting dalam diet berbasis daging dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit yang menyebabkan kram otot, serta pusing, kelelahan, dan kelemahan umum.
- Fungsi ginjal, akibat mengonsumsi makanan tinggi protein hewani, beban kerja ginjal, bisa bertambah, dan ini akan memengaruhi fungsi penyaringannya dalam jangka panjang. Mengonsumsi lebih banyak daging juga dapat berkontribusi pada pembentukan batu ginjal.
Melihat dari risiko yang ditimbulkan, Patton tidak menyarankan untuk melakukan diet karnivora. Sebagai gantinya, ia merekomendasikan makan dengan cara yang memaksimalkan manfaat dari berbagai kelompok makanan.
Fokuslah untuk mengisi piring kamu dengan berbagai makanan utuh seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan daging tanpa lemak. Tidak ideal bagi tubuh untuk menghilangkan semua karbohidrat.
“Kuncinya adalah moderasi!” tegas Patton. Ya, ini benar-benar tentang menemukan keseimbangan yang tepat untuk tubuh kamu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Perlu kamu ketahui, diet karnivora ini cukup populer di media sosial. Diet ini diklaim efektif untuk menurunkan berat badan lho.
Para pendukung diet tinggi protein (dan tinggi lemak) ini berpendapat bahwa diet ini dapat membantu menurunkan berat badan dan melindungi dari penyakit kronis dengan menghilangkan karbohidrat dan makanan nabati.
"Diet karnivora bertujuan untuk menghindari semua karbohidrat dengan hanya mengisi piring kamu dengan makanan yang berasal dari hewan," jelas ahli gizi terdaftar Kate Patton, RD, LD melalui laman Cleveland Clinic. Benarkah demikian?
Makanan dalam diet karnivora
Dalam diet karnivora, segala yang kamu konsumsi adalah daging dan produk hewani. Adapun menu diet karnivora yang disarankan meliputi:
- Daging sapi, unggas, dan daging ternak lainnya
- Ikan dan makanan laut
- Daging buruan (seperti rusa)
- Telur
- Produk susu berlemak penuh dalam jumlah terbatas (seperti keju dan mentega)
- Air
Sementara, buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian, di mana mencakup banyak pujian karena nilai gizinya, kerap diabaikan.
Diet karnivora juga menyarankan untuk menghindari daging olahan, seperti sosis atau daging olahan siap saji, karena kandungan aditifnya.
Manfaat diet karnivora
.jpg)
(Diet karnivora ada klaim belum didukung oleh penelitian ilmiah jangka panjang yang kuat. Kalau kamu ada rencana melakukan diet karnivora ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ya. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Beberapa penelitian sudah menunjukkan bahwa diet tinggi protein dan rendah karbohidrat bisa meningkatkan penurunan berat badan. Dan berikut beberapa manfaat kesehatan yang bisa kamu peroleh dari menjalani diet karnivora, di antaranya:
Penurunan berat badan
Tubuh menggunakan karbohidrat untuk energi. Jika kamu tidak mengonsumsi karbohidrat, tubuh akan membakar lemak tubuh sebagai bahan bakar dalam proses yang dikenal sebagai ketosis. Ini dapat menyebabkan peningkatan metabolisme dan penurunan berat badan.
Pengelolaan gula darah
Diet karnivora dapat menstabilkan kadar gula darah (glukosa) dengan mencegah lonjakan gula darah setelah kamu mengonsumsi karbohidrat atau makanan manis.
Pengendalian penyakit kronis
Penelitian mengaitkan diet tinggi karbohidrat — terutama dari gula — dengan berbagai penyakit kronis. Mengurangi asupan karbohidrat hingga nol mengatasi faktor risiko spesifik tersebut.
Kesehatan mental yang lebih baik
Beberapa penelitian menghubungkan konsumsi daging dengan tingkat depresi dan kecemasan yang lebih rendah. Banyak juga yang berbicara tentang peningkatan kejernihan mental saat menjalani diet karnivora.
Baca Juga :
5 Tanda Kamu Perlu Diet Turunkan Berat Badan
Risiko diet karnivora
Selain memiliki manfaat, mengikuti diet berbasis daging juga bisa menimbulkan efek samping yang berdampak negatif pada kesehatan orang yang menjalani diet karnivora.
Masalah-masalah tersebut meliputi:
- Penyakit jantung, di mana diet karnivora tinggi lemak jenuh, dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
- Kanker, konsumsi daging merah dalam jumlah besar telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal, yang dapat dibagi menjadi kanker usus besar dan kanker rektum, serta beberapa jenis kanker lainnya.
- Masalah pencernaan, karena mengonsumsi daging membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, dan memperlambat proses tersebut dapat menyebabkan sembelit, akibat kekurangan serat untuk membantu melancarkan pencernaan.
- Kram otot, di mana kekurangan nutrisi penting dalam diet berbasis daging dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit yang menyebabkan kram otot, serta pusing, kelelahan, dan kelemahan umum.
- Fungsi ginjal, akibat mengonsumsi makanan tinggi protein hewani, beban kerja ginjal, bisa bertambah, dan ini akan memengaruhi fungsi penyaringannya dalam jangka panjang. Mengonsumsi lebih banyak daging juga dapat berkontribusi pada pembentukan batu ginjal.
Melihat dari risiko yang ditimbulkan, Patton tidak menyarankan untuk melakukan diet karnivora. Sebagai gantinya, ia merekomendasikan makan dengan cara yang memaksimalkan manfaat dari berbagai kelompok makanan.
Fokuslah untuk mengisi piring kamu dengan berbagai makanan utuh seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan daging tanpa lemak. Tidak ideal bagi tubuh untuk menghilangkan semua karbohidrat.
“Kuncinya adalah moderasi!” tegas Patton. Ya, ini benar-benar tentang menemukan keseimbangan yang tepat untuk tubuh kamu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)