FITNESS & HEALTH

Healing Dulu dari Santan! 3 Penyakit Ini Wajib Diwaspadai Setelah Lebaran

Yatin Suleha
Rabu 01 April 2026 / 17:47
Ringkasnya gini..
  • Lebaran itu core memory-nya emang di kumpul bareng sambil war opor ayam, rendang, sampe stok kue kering.
  • Namun di balik euforia tersebut, perubahan pola makan yang drastis setelah satu bulan berpuasa juga dapat memicu berbagai risiko kesehatan.
  • Setelah Opor terbitlah penyakit, tapi kalau makannya berlebihan ya Sobat Medcom.
Jakarta: Lebaran itu core memory-nya emang di kumpul bareng sambil war opor ayam, rendang, sampe stok kue kering dan minuman manis yang bener-bener bikin sugar rush.

Namun di balik euforia tersebut, perubahan pola makan yang drastis setelah satu bulan berpuasa juga dapat memicu berbagai risiko kesehatan. Beberapa penyakit yang sering muncul mulai dari diare, asam urat, hingga hipertensi.

Data rilis yang dikemukakan oleh Allianz Indonesia mencatat bahwa dalam periode pasca-Lebaran, klaim kesehatan didominasi oleh sejumlah penyakit yang berkaitan dengan perubahan pola makan dan gaya hidup masyarakat. 
 
Berdasarkan data klaim yang dibayarkan selama periode pasca-Lebaran 2025 hingga tiga bulan setelahnya, antara lain adalah:


(Hipertensi pasca-Lebaran sering dipicu oleh konsumsi berlebihan makanan tinggi garam (natrium), lemak jenuh (santan/gorengan), dan gula. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

1. Hipertensi atau tekanan darah tinggi mencatat jumlah klaim dengan 718 kasus

2. Sembelit sebanyak 284 kasus

3. Gastritis atau mag sebanyak 141 kasus
 

Terjadinya perubahan pola konsumsi


Selain itu, klaim untuk kondisi lain seperti diare, kolesterol tinggi, asam urat, gula darah tinggi juga tetap muncul dalam periode tersebut, meskipun dengan proporsi yang lebih rendah.

Dr. Argie, Head of Claim Cashless, Credentialing, Payment, and Data Analytics Allianz Life Indonesia mengungkapkan “Pola klaim tersebut mencerminkan bagaimana tubuh merespons perubahan pola konsumsi setelah Ramadan”. 

Ia juga menambahkan bahwa kondisi kesehatan yang tidak terjaga tidak hanya berdampak pada kualitas hidup, tetapi juga berpotensi menambah beban finansial jika tidak diantisipasi sejak dini.

Perubahan pola konsumsi yang terjadi secara tiba-tiba dari pola makan yang lebih terkontrol selama puasa menjadi konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam, dapat memengaruhi keseimbangan metabolisme tubuh. Kondisi ini kemudian memicu munculnya berbagai gangguan kesehatan setelah Lebaran.

Sejumlah penyakit yang muncul setelah Lebaran umumnya berkaitan dengan pola makan berlebih dan minimnya aktivitas fisik. 
 
Hipertensi, misalnya, dapat dipicu oleh konsumsi makanan tinggi garam dan lemak. Sementara itu, gastritis atau mag sering terjadi akibat pola makan yang tidak teratur, dan hiperglikemia berkaitan dengan konsumsi makanan serta minuman manis secara berlebihan.

Gangguan pencernaan seperti diare dan sembelit juga kerap terjadi, terutama akibat makanan yang kurang higienis atau rendah serat. Selain itu, kolesterol tinggi dan asam urat menjadi kondisi lain yang perlu diwaspadai, khususnya bagi individu dengan faktor risiko tertentu.


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH