FITNESS & HEALTH
Tensi Lagi Tinggi? Fix, Kamu Butuh 5 Makanan Ini Sekarang Juga!
Mia Vale
Rabu 15 April 2026 / 11:18
- Kalau hasil cek tensi kamu menunjukkan angka di atas 130/80 mmHg dalam 2 kali pemeriksaan (dengan jeda seminggu) itu artinya kamu hipertensi.
- Angka ini memang perlu diwaspadai karena kalau dibiarkan bisa memicu komplikasi serius, seperti serangan jantung.
- Awalnya, dokter akan menyarankan untuk mengubah pola hidup, termasuk menerapkan pola makan sehat.
Jakarta: Kalau hasil cek tensi kamu menunjukkan angka di atas 130/80 mmHg dalam 2 kali pemeriksaan (dengan jeda seminggu), itu tandanya kamu sudah masuk kategori hipertensi.
Angka ini memang perlu diwaspadai karena kalau dibiarkan bisa memicu komplikasi serius, seperti serangan jantung.
Tapi tenang saja, menurut para spesialis jantung di RS Pondok Indah, kamu enggak harus langsung bergantung pada obat-obatan.
Selama belum ada tanda-tanda komplikasi, dokter biasanya akan menyarankan langkah lain dulu sebelum meresepkan obat penurun tensi.
Awalnya, dokter akan menyarankan untuk mengubah pola hidup, termasuk menerapkan pola makan sehat. Umumnya, dokter menyarankan terlebih dulu untuk mengonsumsi beberapa jenis makanan bagi penderita hipertensi.
Ini bertujuan untuk menurunkan tekanan darah, sekaligus mengoptimalkan pengobatan yang diberikan. Dan berikut adalah beberapa pilihan makanannya!
.jpg)
(Mengonsumsi melon secara rutin dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
Buah ini merupakan salah satu jenis makanan penurun darah tinggi. Ya, manfaat pisang sebagai buah untuk menurunkan tekanan darah diperoleh dari kandungan kaliumnya yang tinggi.
Kalium akan mengendalikan tekanan darah dengan mengurangi kekakuan di dinding pembuluh darah dan mempercepat proses pembuangan garam.
“Ketika tekanan darah tinggi, tubuh bekerja untuk mengeluarkan lebih banyak natrium. Mengonsumsi lebih banyak makanan kaya kalium mendorong hal ini, dan pada gilirannya, menyebabkan pembuluh darah rileks," ujar Liz Weinandy, MPH, RDN, LD, seorang ahli gizi terdaftar dan instruktur praktik di The Ohio State University Wexner Medical Center, kepada Health. Adapun buah-buahan lainnya yang mengandung kalium, seperti kiwi, alpukat, dan melon.
Sayuran hijau kayak bayam dan kale itu juara banget karena kaya akan nitrat alami. Di dalam tubuh, nitrat ini berubah jadi oksida nitrat yang bikin pembuluh darah kamu jadi lebih rileks dan lebar.
Efeknya? Aliran darah makin lancar dan tensi pun turun. Plus, kalau kamu rajin makan sayur, otomatis kamu bakal ngurangin asupan makanan tinggi garam atau makanan instan yang biasanya jadi biang kerok darah tinggi.
Ikan berlemak yang kaya akan asam lemak Omega-3, khususnya EPA dan DHA, bisa membantu mengurangi peradangan dan melebarkan pembuluh darah, sehingga memudahkan aliran darah.
Konsumsi ikan berlemak secara teratur, atau setidaknya dua hingga tiga porsi per minggu, dikaitkan dengan penurunan risiko kardiovaskular, peningkatan profil lipid, dan tekanan darah yang lebih sehat.
Kandungan Omega-3 dalam ikan salmon bermanfaat dalam menjaga kesehatan pembuluh darah. Selain ikan salmon, ikan berlemak lainnya, termasuk ikan teri, sarden dan makarel.
Salah satu alternatif karbohidrat ini sangat disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita hipertensi. Salah duanya adalah kentang dan ubi. Dari berbagai kandungan alami yang dapat membantu menurunkan tekanan darah, kalium dalam kentang memegang peran penting sebagai sumber karbohidrat untuk penderita hipertensi.
Kandungan mineral ini bahkan akan lebih tinggi jika mengonsumsi kentang beserta kulitnya. Sementara ubi, penderita tensi tinggi bisa mengonsumsi ubi sebagai makanan untuk menjaga tekanan darah tetap terkontrol, bahkan menurunkannya.
Manfaat ini diperoleh berkat kandungan kalium dan magnesium di dalamnya. Namun, pastikan mengolah keduanya dengan benar, ya!
Konsumsi cokelat hitam dalam jumlah sedang, utamanya varietas dengan kandungan kakao 70 persen atau lebih tinggi. Flavonoid yang terkandung dalam coklat hitam merupakan antioksidan.
Dengan mengonsumsi coklat hitam, produksi oksida nitrat dalam darah akan meningkat dan menyebabkan pembuluh darah melebar, sehingga tekanan darah dapat dikurangi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Angka ini memang perlu diwaspadai karena kalau dibiarkan bisa memicu komplikasi serius, seperti serangan jantung.
Tapi tenang saja, menurut para spesialis jantung di RS Pondok Indah, kamu enggak harus langsung bergantung pada obat-obatan.
Selama belum ada tanda-tanda komplikasi, dokter biasanya akan menyarankan langkah lain dulu sebelum meresepkan obat penurun tensi.
Awalnya, dokter akan menyarankan untuk mengubah pola hidup, termasuk menerapkan pola makan sehat. Umumnya, dokter menyarankan terlebih dulu untuk mengonsumsi beberapa jenis makanan bagi penderita hipertensi.
Ini bertujuan untuk menurunkan tekanan darah, sekaligus mengoptimalkan pengobatan yang diberikan. Dan berikut adalah beberapa pilihan makanannya!
Pisang, kiwi, alpukat, dan melon
.jpg)
(Mengonsumsi melon secara rutin dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
Buah ini merupakan salah satu jenis makanan penurun darah tinggi. Ya, manfaat pisang sebagai buah untuk menurunkan tekanan darah diperoleh dari kandungan kaliumnya yang tinggi.
Kalium akan mengendalikan tekanan darah dengan mengurangi kekakuan di dinding pembuluh darah dan mempercepat proses pembuangan garam.
“Ketika tekanan darah tinggi, tubuh bekerja untuk mengeluarkan lebih banyak natrium. Mengonsumsi lebih banyak makanan kaya kalium mendorong hal ini, dan pada gilirannya, menyebabkan pembuluh darah rileks," ujar Liz Weinandy, MPH, RDN, LD, seorang ahli gizi terdaftar dan instruktur praktik di The Ohio State University Wexner Medical Center, kepada Health. Adapun buah-buahan lainnya yang mengandung kalium, seperti kiwi, alpukat, dan melon.
Sayuran berdaun hijau
Sayuran hijau kayak bayam dan kale itu juara banget karena kaya akan nitrat alami. Di dalam tubuh, nitrat ini berubah jadi oksida nitrat yang bikin pembuluh darah kamu jadi lebih rileks dan lebar.
Efeknya? Aliran darah makin lancar dan tensi pun turun. Plus, kalau kamu rajin makan sayur, otomatis kamu bakal ngurangin asupan makanan tinggi garam atau makanan instan yang biasanya jadi biang kerok darah tinggi.
Ikan salmon
Ikan berlemak yang kaya akan asam lemak Omega-3, khususnya EPA dan DHA, bisa membantu mengurangi peradangan dan melebarkan pembuluh darah, sehingga memudahkan aliran darah.
Konsumsi ikan berlemak secara teratur, atau setidaknya dua hingga tiga porsi per minggu, dikaitkan dengan penurunan risiko kardiovaskular, peningkatan profil lipid, dan tekanan darah yang lebih sehat.
Kandungan Omega-3 dalam ikan salmon bermanfaat dalam menjaga kesehatan pembuluh darah. Selain ikan salmon, ikan berlemak lainnya, termasuk ikan teri, sarden dan makarel.
Umbi-umbian
Salah satu alternatif karbohidrat ini sangat disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita hipertensi. Salah duanya adalah kentang dan ubi. Dari berbagai kandungan alami yang dapat membantu menurunkan tekanan darah, kalium dalam kentang memegang peran penting sebagai sumber karbohidrat untuk penderita hipertensi.
Kandungan mineral ini bahkan akan lebih tinggi jika mengonsumsi kentang beserta kulitnya. Sementara ubi, penderita tensi tinggi bisa mengonsumsi ubi sebagai makanan untuk menjaga tekanan darah tetap terkontrol, bahkan menurunkannya.
Manfaat ini diperoleh berkat kandungan kalium dan magnesium di dalamnya. Namun, pastikan mengolah keduanya dengan benar, ya!
Cokelat hitam
Konsumsi cokelat hitam dalam jumlah sedang, utamanya varietas dengan kandungan kakao 70 persen atau lebih tinggi. Flavonoid yang terkandung dalam coklat hitam merupakan antioksidan.
Dengan mengonsumsi coklat hitam, produksi oksida nitrat dalam darah akan meningkat dan menyebabkan pembuluh darah melebar, sehingga tekanan darah dapat dikurangi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)