5 Makanan yang Wajib Dihindari saat Asam Lambung Naik
Jakarta: Asam lambung yang naik biasanya akan menyebabkan heartburn. Hal ini ditandai dengan sensasi terbakar yang tidak nyaman di dada atau rasa pahit atau asam di kerongkongan. Ketika hal ini terjadi, penting bagi kamu untuk memerhatikan pola makan yang tepat. Namun, ada beberapa makanan yang justru bisa menyebabkan heartburn bertambah parah. Seperti:
Kopi
Menurut Gale Pearson, seorang ahli diet terdaftar di Physicians di Newport News, mengatakan bahwa beberapa stimulan seperti kafein dapat melemahkan otot pada katup kerongkongan bagian bawah (LES) yang menyebabkannya tidak menutup dengan benar. “Asam lambung akan naik ke kerongkongan dan kembali ke perut sehingga menyebabkan rasa mulas,” kata Pearson.
Makanan pedas
Mengonsumsi makanan pedas sebaiknya dihindari ketika kamu sedang mengalami heartburn. Namun, jika kamu tidak sengaja mengonsumsinya, sebaiknya kamu jangan sampai tertidur ya. University of Pittsburgh Medical Center merekomendasikan untuk tidak tidur setidaknya dua jam setelah makan sehingga makanan bisa turun ke dalam perut dengan sempurna.
Makanan asam
Makanan asam seperti jeruk dan lemon mengandung banyak asam sitrat. Lapisan perut kita dapat menangani asam, tetapi kerongkongan tidak bisa mengatasinya. Asam lambung yang naik akan tertahan di kerongkongan dapat menyebabkan mulas dan maag.

(University of Pittsburgh Medical Center merekomendasikan untuk tidak tidur setidaknya dua jam setelah mengonsumsi makanan pedas sehingga makanan bisa turun ke dalam perut dengan sempurna. Foto: Ilustrasi. Dok. Unsplash.com)
Pizza
"Pizza bisa menjadi salah satu makanan terburuk karena mengandung banyak penyebab heartburn,” kata Kate Patton, ahli diet terdaftar di Cleveland Clinic’s Heart and Vascular Institute. "Saus tomat sangat asam, dan keju tinggi lemak, yang memperlambat perut dari pengosongan dan memperparah heartburn,” jelasnya.
Susu
Berbagai jenis makanan berlemak tinggi seperti susu full cream dapat menyebabkan sensasi terbakar yang membuat tidak nyaman karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dicerna dalam perut, menurut Cleveland Clinic. Jika ingin tetap mengonsumsi susu, bisa pilih yang mengandung low-fat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)