FITNESS & HEALTH

Ahli Satwa Liar: Banyak Hiu Bakal Terbunuh demi Vaksin Covid-19

Kumara Anggita
Rabu 14 Oktober 2020 / 08:13
Jakarta: Semua orang di dunia ini pastinya menunggu vaksin covid-19. Sayangnya, menurut para ahli satwa liar, dalam pembuatan vaksin covid-19 bakal ada banyak ikan hiu yang dikorbankan.

“Sekitar setengah juta hiu mungkin dibantai dalam upaya membuat vaksin Covid-19,” kata para ahli satwa liar yang dikutip dari Mail Online.

Ikan hiu ini dipanen untuk squalene atau skualena. Squalen adalah minyak alami yang dibuat di hati hiu, yang digunakan sebagai obat termasuk untuk obat flu.

Bahan tersebut digunakan sebagai adjuvan untuk meningkatkan efektivitas vaksin dengan menciptakan respon imun yang lebih kuat. Ini digunakan di beberapa kandidat untuk vaksin covid-19.

Jika salah satu dari vaksin tersebut digunakan di seluruh dunia, kelompok konservasionis Shark Allies percaya bahwa sekitar 250 ribu ekor hiu perlu disembelih untuk memberikan satu dosis bagi setiap orang.

"Namun beberapa ilmuwan percaya bahwa untuk mengimunisasi semua popilasi, setidaknya dibutuhkan dua dosis yang berarti sekitar 500 ribu ekor hiu perlu disembelih, "menurut perhitungan kelompok yang berbasis di California.

Stefanie Brendl, pendiri dan direktur eksekutif Shark Allies mengatakan bahwa jika kita terus menggunakan hiu, jumlah ikan jenis Chondrichtyes diambil untuk produk ini bisa sangat tinggi tahun demi tahun.

“Kami tidak mencoba memperlambat atau menghalangi produksi vaksin,” ujarnya dalam postingan facebook.

Stefanie Brendl adalah pendiri dan direktur eksekutif Shark Allies, yang telah meluncurkan petisi yang melarang penggunaan squalene dari hiu. Grup tersebut telah menyiapkan petisi online bernama 'Berhenti Menggunakan Hiu untuk Vaksin covid-19 - Gunakan Opsi Berkelanjutan yang Ada'.

Dalam petisi Change.org yang telah menarik hampir 9.500 tanda tangan dari 10.000 targetnya, kelompok tersebut mengatakan ada 'alternatif yang lebih baik' untuk menggunakan squalene dalam vaksin. Semua tumbuhan dan hewan menghasilkan squalene sebagai perantara biokimia, dan dapat diproduksi dari sumber non-hewani termasuk ragi, tebu, dan minyak zaitun.
(FIR)

MOST SEARCH