FITNESS & HEALTH

Bukan Cuma Soal Angka, Tissa Sadar Tubuh Kurus Enggak Menjamin Semuanya Aman

Aulia Putriningtias
Kamis 23 April 2026 / 13:41
Ringkasnya gini..
  • Tissa didiagnosis mengalami sarcopenic obesity.
  • Kondisi di mana tubuh terlihat ideal, tetapi secara komposisi tidak berada dalam keadaan sehat.
  • "Selama ini aku pikir selama badan sudah kurus, berarti semuanya aman," kata Tissa.
Jakarta: Sekarang lagi masanya orang-orang hobi share progres diet mereka di sosmed, sampai kita kadang tergoda buat ikutan. Tapi ingat ya, jangan sampai asal mulai!

Masalahnya, enggak semua yang kelihatan sehat itu beneran sehat buat tubuh kamu. Apalagi sekarang metode weight loss kayak program GLP-1 lagi tren banget di Indonesia, jadi makin banyak orang yang mulai sadar soal kesehatan.

Banyak yang mulai paham kalau nurunin berat badan itu enggak cuma soal angka di timbangan yang turun, tapi gimana kondisi tubuh kita sebenarnya. Nah, menjawab kebutuhan itu, ZAP hadir dengan Z-Weight Loss Program (ZWL). 

Sebagai klinik kecantikan yang punya program diet, klinik kecantikan ini nawarin pendekatan berbasis medis yang pastinya aman dan terukur.
 
Dalam dunia medis, GLP-1 telah digunakan secara global sebagai bagian dari terapi. Ini dapat membantu mengontrol nafsu makan, menstabilkan gula darah, dan mendukung penurunan berat badan secara bertahap.

Menurut dr. Cindiawaty Josito Pudjiadi, MARS, MS, Sp.GK, penggunaan GLP-1 harus dilihat sebagai bagian dari pendekatan medis yang menyeluruh, bukan sekadar solusi instan.

"GLP-1 bekerja dengan membantu mengontrol nafsu makan dan metabolisme tubuh. Namun penggunaannya harus melalui evaluasi medis yang tepat dan dalam pengawasan dokter," kata dr. Cindi kepada tim Medcom.id.

"Yang sering menjadi masalah adalah ketika metode ini digunakan tanpa indikasi yang jelas dan tanpa pendampingan," lanjutnya.

Menurut dr. Cipuk Muhaswitri, M.Gizi, Sp.GK selaku Spesialis Gizi Klinik di ZAP Premiere, setiap pasien memiliki kondisi metabolik yang berbeda. Hal ini yang membuat tidak bisa diperlakukan dengan pendekatan yang sama.

"Sebelum memulai program weight loss, penting untuk memahami kondisi tubuh secara menyeluruh, mulai dari komposisi tubuh, hasil lab, hingga faktor hormonal," jelas dr. Cipuk.

"Terapi seperti GLP-1 bukan untuk semua orang, dan harus diberikan berdasarkan indikasi medis yang jelas serta dipantau secara berkala," tambahnya.

Salah satu yang pernah mengikuti adalah artis Tissa Biani. Sebuah pemeriksaan kesehatan mengubah semuanya. 
 
Tissa didiagnosis mengalami sarcopenic obesity, kondisi di mana tubuh terlihat ideal, tetapi secara komposisi tidak berada dalam keadaan sehat. 

"Selama ini aku pikir selama badan sudah kurus, berarti semuanya aman. Ternyata enggak sesederhana itu. Dari situ aku sadar, sehat itu bukan soal angka," kata Tissa.

Dr. Cipuk juga ngingetin kalau keberhasilan sebuah program itu enggak cuma dilihat dari seberapa banyak berat badan yang turun. Hal yang jauh lebih penting adalah gimana kondisi kesehatan kamu membaik secara keseluruhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH