Mengenal Decaf Coffee, Kopi yang Tidak Mengandung Kafein
Jakarta: Decaf coffee atau kopi yang tidak mengandung kafein mungkin tidak begitu disukai, terutama bagi mereka yang terbiasa mengonsumsi kopi yang mengandung kafein.
Akan tetapi, decaf coffee ini bisa dikonsumsi oleh mereka yang masih ingin tetap minum kopi tanpa perlu khawatir efek samping kafein. Seperti pada ibu hamil, menyusui, atau mereka yang memiliki gangguan kecemasan.
Jessica Cording, RD, seorang ahli diet mengatakan decaf coffee pada dasarnya sama dengan kopi biasa. Namun, kandungannya sudah dihilangkan dalam tingkat tertentu. "Sama seperti kopi biasa,tingkat kafein dalam satu cangkir decaf coffe bisa bervariasi," ujar Cording.
Menurut Sonya Angelone, RD, juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, biasanya meskipun diklaim tidak mengandung kafein, decaf coffee masih mengandung kafein sekitar 3 – 4 miligram per cangkir. Meskipun tanpa kafein, decaf coffee masih mengandung antioksidan yang biasa Anda dapatkan dari kopi biasa.

(Decaf coffee pada dasarnya sama dengan kopi biasa. Namun, kandungannya sudah dihilangkan dalam tingkat tertentu. Foto: Ilustrasi. Dok.Unsplash.com)
Angelone juga menambahkan bahwa baik kopi biasa atau decaf coffee telah terbukti mengurangi risiko kamu terkena diabetes tipe 2, penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer, kanker payudara, kanker prostat, dan kanker hati.
Dan, untuk menyimpulkan apakah decaf coffee lebih baik dari kopi biasa, itu semua tergantung individu masing-masing. Jika kamu sedang menyusui, hamil, atau memiliki kondisi kesehatan yang membutuhkan untuk membatasi kafein maka decaf coffee merupakan pilihan tepat.
“Beberapa orang juga menemukan bahwa kafein dapat membuat mereka cemas atau gelisah. Jika Anda mengalami ini, Anda mungkin perlu mengganti kopi Anda dengan decaf coffe,” tambah Samantha Cassety, RD, seorang ahli gizi.
Cassety mengungkapkan baik kopi biasa atau decaf coffee dapat menyebabkan gejala pencernaan pada orang yang sensitif. "Namun memang kopi yang mengandung kafein lebih banyak dapat menyebabkan masalah yang lebih serius seperti sakit perut dan asam lambung," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)